<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hewan Ternak Disuntik Vaksin PMK, Kementan: Cegah Penyebarluasan Penyakit</title><description>Hewan ternak mulai disuntik vaksin PMK hari ini. Vaksinasi perdana dilakukan pada hewan yang berkuku belah di Jawa Timur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/14/320/2611341/hewan-ternak-disuntik-vaksin-pmk-kementan-cegah-penyebarluasan-penyakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/14/320/2611341/hewan-ternak-disuntik-vaksin-pmk-kementan-cegah-penyebarluasan-penyakit"/><item><title>Hewan Ternak Disuntik Vaksin PMK, Kementan: Cegah Penyebarluasan Penyakit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/14/320/2611341/hewan-ternak-disuntik-vaksin-pmk-kementan-cegah-penyebarluasan-penyakit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/14/320/2611341/hewan-ternak-disuntik-vaksin-pmk-kementan-cegah-penyebarluasan-penyakit</guid><pubDate>Selasa 14 Juni 2022 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/14/320/2611341/hewan-ternak-disuntik-vaksin-pmk-kementan-cegah-penyebarluasan-penyakit-S39eZgOJhW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin PMK hewan ternak (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/14/320/2611341/hewan-ternak-disuntik-vaksin-pmk-kementan-cegah-penyebarluasan-penyakit-S39eZgOJhW.jpg</image><title>Vaksin PMK hewan ternak (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hewan ternak mulai disuntik vaksin PMK hari ini. Vaksinasi perdana dilakukan pada hewan yang berkuku belah di Jawa Timur.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Nasrullah mengatakan penyuntikan vaksin dilakukan pada beberapa sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak.
BACA JUGA:10.000 Dosis Vaksin PMK Disuntikan Mulai Hari Ini

&quot;Melalui vaksinasi ini kita harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit PMK,&quot; ujar Dirjen Nasrullah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).
Dirjen Nasrullah menyampaikan, vaksinasi massal secara nasional ini merupakan salah satu tindakan yang dilakukan permanen dan upaya serius pemerintah dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK melalui pengebalan hewan yang rentan PMK.
BACA JUGA:Kementan Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak

&quot;Vaksin tahap pertama ini akan kita prioritaskan untuk ternak yang sehat dan berada di zona merah dan kuning karena jumlah vaksin kita saat ini masih terbatas, maka hanya ternak terpilih yang akan divaksin,&amp;rdquo; kata Nasrullah.
Persis seperti kasus covid-19 pada manusia, Pada kesempatannya, Nasrullah menjelaskan bahwa hewan yang sudah sembuh dari PMK sebetulnya memiliki kekebalan terhadap virus, sehingga pada tahap awal belum menjadi prioritas penyuntikan vaksin.Selanjutnya untuk pencegahan terhadap penularan PMK, Nasrullah  menyarankan agar peternak menerapkan biosekuriti dan desinfeksi kandang  agar kesehatan hewan tetap terjaga.
Nasrullau menjelaskan pemerintah pada tahap pertama juga akan  mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis dan direncanakan tahap  berikutnya sebanyak 2,2 juta dosis. Pada tanggal 12 Juni 2022 lalu telah  tiba Sebagian vaksin tahap pertama sebanyak 10.000 dosis.
Vaksin tersebut akan didistribusikan ke Koperasi Unit Desa (KUD) sapi  perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta 4 Unit  Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak  Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer  Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan  Singosari.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hewan ternak mulai disuntik vaksin PMK hari ini. Vaksinasi perdana dilakukan pada hewan yang berkuku belah di Jawa Timur.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Nasrullah mengatakan penyuntikan vaksin dilakukan pada beberapa sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak.
BACA JUGA:10.000 Dosis Vaksin PMK Disuntikan Mulai Hari Ini

&quot;Melalui vaksinasi ini kita harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit PMK,&quot; ujar Dirjen Nasrullah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/6/2022).
Dirjen Nasrullah menyampaikan, vaksinasi massal secara nasional ini merupakan salah satu tindakan yang dilakukan permanen dan upaya serius pemerintah dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK melalui pengebalan hewan yang rentan PMK.
BACA JUGA:Kementan Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak

&quot;Vaksin tahap pertama ini akan kita prioritaskan untuk ternak yang sehat dan berada di zona merah dan kuning karena jumlah vaksin kita saat ini masih terbatas, maka hanya ternak terpilih yang akan divaksin,&amp;rdquo; kata Nasrullah.
Persis seperti kasus covid-19 pada manusia, Pada kesempatannya, Nasrullah menjelaskan bahwa hewan yang sudah sembuh dari PMK sebetulnya memiliki kekebalan terhadap virus, sehingga pada tahap awal belum menjadi prioritas penyuntikan vaksin.Selanjutnya untuk pencegahan terhadap penularan PMK, Nasrullah  menyarankan agar peternak menerapkan biosekuriti dan desinfeksi kandang  agar kesehatan hewan tetap terjaga.
Nasrullau menjelaskan pemerintah pada tahap pertama juga akan  mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis dan direncanakan tahap  berikutnya sebanyak 2,2 juta dosis. Pada tanggal 12 Juni 2022 lalu telah  tiba Sebagian vaksin tahap pertama sebanyak 10.000 dosis.
Vaksin tersebut akan didistribusikan ke Koperasi Unit Desa (KUD) sapi  perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta 4 Unit  Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak  Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer  Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan  Singosari.</content:encoded></item></channel></rss>
