<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angela Tanoesoedibjo Ingatkan Pentingnya Investasi Teknologi untuk Cegah Krisis Sektor Parekraf di UNWTO Maladewa</title><description>Angela Tanoesoedibjo menekankan pentingnya investasi di bidang teknologi dalam mengelola krisis</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611689/angela-tanoesoedibjo-ingatkan-pentingnya-investasi-teknologi-untuk-cegah-krisis-sektor-parekraf-di-unwto-maladewa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611689/angela-tanoesoedibjo-ingatkan-pentingnya-investasi-teknologi-untuk-cegah-krisis-sektor-parekraf-di-unwto-maladewa"/><item><title>Angela Tanoesoedibjo Ingatkan Pentingnya Investasi Teknologi untuk Cegah Krisis Sektor Parekraf di UNWTO Maladewa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611689/angela-tanoesoedibjo-ingatkan-pentingnya-investasi-teknologi-untuk-cegah-krisis-sektor-parekraf-di-unwto-maladewa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611689/angela-tanoesoedibjo-ingatkan-pentingnya-investasi-teknologi-untuk-cegah-krisis-sektor-parekraf-di-unwto-maladewa</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2022 06:47 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/15/320/2611689/angela-tanoesoedibjo-ingatkan-pentingnya-investasi-teknologi-untuk-cegah-krisis-sektor-parekraf-di-unwto-maladewa-zBzhoHTXcU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo tekankan pentingnya investasi teknologi (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/15/320/2611689/angela-tanoesoedibjo-ingatkan-pentingnya-investasi-teknologi-untuk-cegah-krisis-sektor-parekraf-di-unwto-maladewa-zBzhoHTXcU.jpg</image><title>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo tekankan pentingnya investasi teknologi (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>MALADEWA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menekankan pentingnya investasi di bidang teknologi dalam mengelola krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan begitu percepatan pemulihan ekonomi Tanah Air dapat terwujud.
Wamenparekraf Angela --yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif ini--- memaparkan hal itu saat menghadiri acara &amp;ldquo;UNWTO Ministerial Roundtable on Tourism Resilience through Innovation and Digitalization in Asia and the Pacific&amp;rdquo; di CROSSROADS Maldives, Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA:Luar Biasa! Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Bicara Upaya Pemulihan Parekraf RI di Forum UNWTO Maladewa

Angela mengatakan ketika berbicara mengenai krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, semua perlu memahami konteks dari krisis itu sendiri, karena jenis krisis beragam. Mulai dari krisis alam, buatan manusia, ekonomi, politik, terorisme, hingga perubahan iklim.
&amp;ldquo;Dampak dan risiko krisis ini dapat mengganggu jalannya kegiatan pariwisata dan bahkan membuat industri ini mundur selama beberapa tahun. Jadi ketika kita berbicara tentang teknologi apa yang harus kita investasikan untuk meningkatkan ketahanan pariwisata, saya percaya kita harus mulai berinvestasi dalam pencegahan krisis. Karena pencegahan lebih baik daripada penyembuhan atau pemulihan ketika krisis itu datang,&amp;rdquo; kata Wamenparekraf Angela.
BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: WCCE 2022 Bawa Misi Pemulihan Global Melalui Ekonomi Kreatif

Investasi di bidang teknologi ini dapat berupa sistem peringatan dini terhadap krisis alam di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Selain itu juga perlu adanya pembangunan infrastruktur yang kokoh dan kuat guna mengantisipasi potensi bahaya.
&amp;ldquo;Tentu saja, teknologi platform komunikasi terintegrasi untuk dapat menyebarluaskan informasi secara efektif dalam menghadapi keadaan darurat,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNy8xLzE0NjgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam menghadapi krisis perubahan iklim, Wamenparekraf Angela  menjelaskan Kemenparekraf telah bekerja sama dengan pelaku industri  untuk memperkenalkan teknologi baru yakni aplikasi carbon footprint  calculator dan offsetting untuk para wisatawan guna mewujudkan  pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Program carbon footprint calculator (CFPC) merupakan upaya  Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah  dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak  buruknya pada iklim.
&amp;ldquo;Sehingga traveler bisa memilih untuk bepergian dengan lebih  bertanggung jawab saat berkunjung ke Indonesia. Kami juga melakukan  investasi teknologi lainnya untuk mengurangi penyebab bencana, seperti  energi bersih, transportasi hijau, ekowisata, dan pengelolaan sampah,&amp;rdquo;  kata Wamenparekraf.
Selain itu, Kemenparekraf juga mendorong pelaku UMKM untuk  meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri agar bisa masuk ke dalam  ekosistem ekonomi digital.
Karena seperti yang diketahui bersama, pandemi COVID-19 membuat  mobilitas masyarakat jadi terbatas, kegiatan perdagangan pun sempat  terhenti. Salah satu solusi untuk keluar dari krisis tersebut dengan  mengandalkan digitalisasi yang berkembang sangat pesat di tengah pandemi  dan pelaku usaha mau tidak mau harus mampu memanfaat peluang ini.
&amp;ldquo;Hingga saat ini, kami telah berhasil melakukan on boarding 18,5 juta  pelaku UMKM ke platform digital. Sehingga mereka dapat memperluas pasar  mereka secara lokal, nasional, dan internasional. Ini penting bagi  Indonesia karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, dan  teknologi dapat membantu mereka dengan efisiensi,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf.</description><content:encoded>MALADEWA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menekankan pentingnya investasi di bidang teknologi dalam mengelola krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan begitu percepatan pemulihan ekonomi Tanah Air dapat terwujud.
Wamenparekraf Angela --yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif ini--- memaparkan hal itu saat menghadiri acara &amp;ldquo;UNWTO Ministerial Roundtable on Tourism Resilience through Innovation and Digitalization in Asia and the Pacific&amp;rdquo; di CROSSROADS Maldives, Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA:Luar Biasa! Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Bicara Upaya Pemulihan Parekraf RI di Forum UNWTO Maladewa

Angela mengatakan ketika berbicara mengenai krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, semua perlu memahami konteks dari krisis itu sendiri, karena jenis krisis beragam. Mulai dari krisis alam, buatan manusia, ekonomi, politik, terorisme, hingga perubahan iklim.
&amp;ldquo;Dampak dan risiko krisis ini dapat mengganggu jalannya kegiatan pariwisata dan bahkan membuat industri ini mundur selama beberapa tahun. Jadi ketika kita berbicara tentang teknologi apa yang harus kita investasikan untuk meningkatkan ketahanan pariwisata, saya percaya kita harus mulai berinvestasi dalam pencegahan krisis. Karena pencegahan lebih baik daripada penyembuhan atau pemulihan ketika krisis itu datang,&amp;rdquo; kata Wamenparekraf Angela.
BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: WCCE 2022 Bawa Misi Pemulihan Global Melalui Ekonomi Kreatif

Investasi di bidang teknologi ini dapat berupa sistem peringatan dini terhadap krisis alam di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Selain itu juga perlu adanya pembangunan infrastruktur yang kokoh dan kuat guna mengantisipasi potensi bahaya.
&amp;ldquo;Tentu saja, teknologi platform komunikasi terintegrasi untuk dapat menyebarluaskan informasi secara efektif dalam menghadapi keadaan darurat,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNy8xLzE0NjgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam menghadapi krisis perubahan iklim, Wamenparekraf Angela  menjelaskan Kemenparekraf telah bekerja sama dengan pelaku industri  untuk memperkenalkan teknologi baru yakni aplikasi carbon footprint  calculator dan offsetting untuk para wisatawan guna mewujudkan  pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Program carbon footprint calculator (CFPC) merupakan upaya  Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah  dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak  buruknya pada iklim.
&amp;ldquo;Sehingga traveler bisa memilih untuk bepergian dengan lebih  bertanggung jawab saat berkunjung ke Indonesia. Kami juga melakukan  investasi teknologi lainnya untuk mengurangi penyebab bencana, seperti  energi bersih, transportasi hijau, ekowisata, dan pengelolaan sampah,&amp;rdquo;  kata Wamenparekraf.
Selain itu, Kemenparekraf juga mendorong pelaku UMKM untuk  meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri agar bisa masuk ke dalam  ekosistem ekonomi digital.
Karena seperti yang diketahui bersama, pandemi COVID-19 membuat  mobilitas masyarakat jadi terbatas, kegiatan perdagangan pun sempat  terhenti. Salah satu solusi untuk keluar dari krisis tersebut dengan  mengandalkan digitalisasi yang berkembang sangat pesat di tengah pandemi  dan pelaku usaha mau tidak mau harus mampu memanfaat peluang ini.
&amp;ldquo;Hingga saat ini, kami telah berhasil melakukan on boarding 18,5 juta  pelaku UMKM ke platform digital. Sehingga mereka dapat memperluas pasar  mereka secara lokal, nasional, dan internasional. Ini penting bagi  Indonesia karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, dan  teknologi dapat membantu mereka dengan efisiensi,&amp;rdquo; ujar Wamenparekraf.</content:encoded></item></channel></rss>
