<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadi Tjahjanto Dikabarkan Jadi Menteri ATR, untuk Berantas Mafia Tanah?</title><description>Presiden Jokowi dikabarkan melakukan reshuffle siang ini. Nama Hadi  Tjahjanto santer disebut sebagai Menteri ATR atau Kepala BPN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611903/hadi-tjahjanto-dikabarkan-jadi-menteri-atr-untuk-berantas-mafia-tanah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611903/hadi-tjahjanto-dikabarkan-jadi-menteri-atr-untuk-berantas-mafia-tanah"/><item><title>Hadi Tjahjanto Dikabarkan Jadi Menteri ATR, untuk Berantas Mafia Tanah?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611903/hadi-tjahjanto-dikabarkan-jadi-menteri-atr-untuk-berantas-mafia-tanah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/320/2611903/hadi-tjahjanto-dikabarkan-jadi-menteri-atr-untuk-berantas-mafia-tanah</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2022 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/15/320/2611903/hadi-tjahjanto-dikabarkan-jadi-menteri-atr-untuk-berantas-mafia-tanah-nSZO5ZFXWz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hadi Tjahjanto dikabarkan jadi Menteri ATR (Foto: Puspen TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/15/320/2611903/hadi-tjahjanto-dikabarkan-jadi-menteri-atr-untuk-berantas-mafia-tanah-nSZO5ZFXWz.jpg</image><title>Hadi Tjahjanto dikabarkan jadi Menteri ATR (Foto: Puspen TNI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi dikabarkan melakukan reshuffle siang ini. Nama Hadi Tjahjanto santer disebut sebagai Menteri ATR atau Kepala BPN menggantikan Sofyan Djalil.
Dengan pendidikan militer yang kuat, mampukah Hadi Tjahjanto memberantas mafia tanah? Berdasarkan rangkuman Okezone, Rabu (15/6/2022), Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.
BACA JUGA:Jokowi Dipastikan Reshuffle Kabinetnya, Ini Foto Undangan Pelantikan Menteri dan Wamen di Istana

Hadi Tjahjanto pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Pengangkatannya sempat ramai di publik, karena Panglima TNI kedua yang berasal dari Angkatan Udara setelah Marsekal TNI Djoko Suyanto, pada 13 Februari 2006 lalu.
Dia lahir dari keluarga TNI AU. Ayahnya Serka Tek (Purn) Bambang Sudarso berpangkat Kopral dengan pangkat terakhir Sersan Mayor (Tek), sedangkan ibundanya Nur Sa'adah hanya penjual rujak cingur. Saat mengeyam pendidikan SMP hingga SMA dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas, hingga akhirnya ia memilih berkarir di TNI AU.
BACA JUGA:Reshuffle Kabinet Hari Ini, Wapres Tetap Lanjutkan Kunker ke Jambi

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan dilantik sebagai perwira TNI AU dengan pangkat Letda oleh Presiden Soeharto pada 20 September 1986, Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Tugas Skadron Udara 4 adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut. Adapun tugas Hadi saat itu adalah menjadi pilot pesawat angkut Cassa. Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Setelah itu pada tahun 1996, Hadi tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan. Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops &quot;A&quot; Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Kemudian memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight  Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo tahun 1997.  Kemudian, tahun 1998, Hadi menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers  Lanud Adi Soemarmo. Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Komandan  Batalyon III Menchandra Akademi TNI. Setahun kemudian, tahun 1999,  menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto. Memasuki tahun 2000  dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas  Operasi Lanud Adi Sucipto.
Pada tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan  Udara Adisumarmo. Setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU  menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer  Kementerian Sekretaris Negara.
Lalu 2012, Hadi yang berpangkat Kolonel, dipercaya menjadi Direktur  Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dan dua bulan menjabat Kepala  Dinas Penerangan TNI AU (2013 - 2015), Hadi ditugasi menjadi Sekretariat  Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya  naik menjadi Marsekal Muda. Pada bulan November 2016, Hadi dilantik  menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.
Tiga bulan setelahnya, Hadi terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan  Udara, tepatnya pada 18 Januari 2017 menggantikan Agus Supriatna. Pada  masa ini banyak terbongkar kasus korupsi di Kemenhan, antara lain  pengadaan pesawat dan helikopter.
Hingga akhirnya, suami Nanik Istumawati itu dicalonkan oleh Presiden  Joko Widodo menjadi Panglima TNI menggantikan Jendral Gatot Nurmantyo,  pada tanggal 8 Desember 2017.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi dikabarkan melakukan reshuffle siang ini. Nama Hadi Tjahjanto santer disebut sebagai Menteri ATR atau Kepala BPN menggantikan Sofyan Djalil.
Dengan pendidikan militer yang kuat, mampukah Hadi Tjahjanto memberantas mafia tanah? Berdasarkan rangkuman Okezone, Rabu (15/6/2022), Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.
BACA JUGA:Jokowi Dipastikan Reshuffle Kabinetnya, Ini Foto Undangan Pelantikan Menteri dan Wamen di Istana

Hadi Tjahjanto pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Pengangkatannya sempat ramai di publik, karena Panglima TNI kedua yang berasal dari Angkatan Udara setelah Marsekal TNI Djoko Suyanto, pada 13 Februari 2006 lalu.
Dia lahir dari keluarga TNI AU. Ayahnya Serka Tek (Purn) Bambang Sudarso berpangkat Kopral dengan pangkat terakhir Sersan Mayor (Tek), sedangkan ibundanya Nur Sa'adah hanya penjual rujak cingur. Saat mengeyam pendidikan SMP hingga SMA dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas, hingga akhirnya ia memilih berkarir di TNI AU.
BACA JUGA:Reshuffle Kabinet Hari Ini, Wapres Tetap Lanjutkan Kunker ke Jambi

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan dilantik sebagai perwira TNI AU dengan pangkat Letda oleh Presiden Soeharto pada 20 September 1986, Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Tugas Skadron Udara 4 adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut. Adapun tugas Hadi saat itu adalah menjadi pilot pesawat angkut Cassa. Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Setelah itu pada tahun 1996, Hadi tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan. Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops &quot;A&quot; Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Kemudian memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight  Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo tahun 1997.  Kemudian, tahun 1998, Hadi menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers  Lanud Adi Soemarmo. Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Komandan  Batalyon III Menchandra Akademi TNI. Setahun kemudian, tahun 1999,  menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto. Memasuki tahun 2000  dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas  Operasi Lanud Adi Sucipto.
Pada tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan  Udara Adisumarmo. Setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU  menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer  Kementerian Sekretaris Negara.
Lalu 2012, Hadi yang berpangkat Kolonel, dipercaya menjadi Direktur  Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dan dua bulan menjabat Kepala  Dinas Penerangan TNI AU (2013 - 2015), Hadi ditugasi menjadi Sekretariat  Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya  naik menjadi Marsekal Muda. Pada bulan November 2016, Hadi dilantik  menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.
Tiga bulan setelahnya, Hadi terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan  Udara, tepatnya pada 18 Januari 2017 menggantikan Agus Supriatna. Pada  masa ini banyak terbongkar kasus korupsi di Kemenhan, antara lain  pengadaan pesawat dan helikopter.
Hingga akhirnya, suami Nanik Istumawati itu dicalonkan oleh Presiden  Joko Widodo menjadi Panglima TNI menggantikan Jendral Gatot Nurmantyo,  pada tanggal 8 Desember 2017.</content:encoded></item></channel></rss>
