<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banting Setir dari Pekerja Kantoran, Wijayanto Bangkitkan Kerajinan Perak Khas Yogyakarta</title><description>Kisah sukses dari Wijayanto seorang pengusaha kerajinan perak khas Yogyakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611699/banting-setir-dari-pekerja-kantoran-wijayanto-bangkitkan-kerajinan-perak-khas-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611699/banting-setir-dari-pekerja-kantoran-wijayanto-bangkitkan-kerajinan-perak-khas-yogyakarta"/><item><title>Banting Setir dari Pekerja Kantoran, Wijayanto Bangkitkan Kerajinan Perak Khas Yogyakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611699/banting-setir-dari-pekerja-kantoran-wijayanto-bangkitkan-kerajinan-perak-khas-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611699/banting-setir-dari-pekerja-kantoran-wijayanto-bangkitkan-kerajinan-perak-khas-yogyakarta</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2022 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/15/455/2611699/banting-setir-dari-pekerja-kantoran-wijayanto-bangkitkan-kerajinan-perak-khas-yogyakarta-8SZ3X5Ee7z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Sukses Wijayanto jadi pengusaha kerajinan perak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/15/455/2611699/banting-setir-dari-pekerja-kantoran-wijayanto-bangkitkan-kerajinan-perak-khas-yogyakarta-8SZ3X5Ee7z.jpg</image><title>Kisah Sukses Wijayanto jadi pengusaha kerajinan perak (Foto: Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Kisah sukses dari Wijayanto seorang pengusaha kerajinan perak khas Yogyakarta. Keputusan berani untuk keluar dari pekerjaan kantor untuk serius menggeluti usaha keluarganya, membuat Wijayanto tidak hanya berhasil membawa kesuksesan, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat di kampung halamannya, Kotagede, DI Yogyakarta.
Usaha mikro kecil menengah (UMKM) kerajinan aksesori perak dan tembaga WK Collection yang dijalankan Wijayanto kini telah menjangkau konsumen secara nasional.

BACA JUGA:Kisah Sukses Bisnis Dessert Box, Sering Dicemooh hingga Ingat Pesan Nenek


&quot;Dulunya awalnya saya memang bekerja di Jakarta kemudian ini usaha sampinganlah supaya orangtua saya di masa senja ada kegiatan. Akhirnya saya putuskan untuk fokus (di usaha ini) pada 2015,&quot; kata Wijayanto menceritakan kisahnya pada acara TokopediaCare di The 101 Hotel Yogyakarta, Selasa (14/6/2022).
Pria bergelar sarjana teknik itu mengatakan bahwa keputusan untuk fokus menggeluti usaha kerajinan itu selain karena keinginan untuk berdikari dan tidak hanya menjadi pegawai, juga didorong oleh panggilan untuk melestarikan kerajinan perak dan tembaga khas Kotagede.
BACA JUGA:Dihina dan Ditinggalkan Suami, Begini Kisah Sukses Perempuan yang Bisnisnya Diapresiasi Sri Mulyani

Menurut Wijayanto, pasca peristiwa Bom Bali I pada 2002, banyak perajin perak di Kotagede yang turut terkena imbasnya dan beralih profesi.
&quot;Saya berpikir bahwa jika (kerajinan perak) ini mau sustain (bertahan, red) harus ada generasi muda yang melestarikannya. Berbekal semangat itu kemudian saya melihat dengan adanya digital marketing, adanya marketplace, pasti ada cara lah. Saya mulai saja dulu,&quot; terangnya.Nama WK Collection sendiri diambil dari huruf awal nama ayah, adik, dan ibunya.
Seperti banyak UMKM lainnya Wijayanto juga sempat terkendala oleh  masa pandemi Covid-19 yang membuat penjualan produknya sepi.Terlebih  lagi produk yang dijual WK Collection adalah kerajinan aksesori tembaga  dan perak, yang bukan produk kebutuhan primer.
Terinsiprasi dari permintaan salah satu pelanggannya, Wijayanto pun  akhirnya meluaskan cara penjualannya dengan memanfaatkan teknologi  digital, melalui digital marketplace atau toko daring.
&quot;Saat pandemi itu toko offline sangat terdampak. Karena tempat  berjualan kami itu dulunya ada wahana wisata, dan wahana wisatanya juga  tutup, jadi total mati,&quot; jelasnya.
&quot;Mau tak mau kami harus bertahan dan kami berusaha melalui Tokopedia sebagai salah satu channelnya.&quot;
Langkah untuk melakukan penjualan melalui toko daring itu ternyata  membuahkan hasil yang menggembirakan. Bahkan, menurut Wijayanto,  penjualannya melalui toko daring Tokopedia pada 3 bulan pertama  meningkat hampir tiga setengah kali lipat pada masa pandemi. Tren  meningkat itu terus berlanjut hingga saat ini.
Dengan memanfaatkan teknologi digital kini penjualan WK Collection telah menjangkau pelosok nusantara.Tidak hanya itu, Wijayanto juga memberdayakan para perajin perak dan   tembaga di Kotagede dan daerah-daerah lain di Yogyakarta. Bahkan, usaha   WK Collection juga menggandeng para ibu-ibu rumah tangga sebagai   mitranya.
&quot;Kami mempekerjakan 4 sampai 5 tim, kadang satu tim itu terdiri dari   dua tiga orang. Kami juga memperbantukan ibu rumah tangga,&quot; jelas   Wijayanto.
Meski enggan mengungkap omzet yang diraih tiap bulannya, Wijayanto   mengaku WK Collection tiap bulannya mengirimkan ratusan produknya ke   pelanggan yang berasal dari Sabang sampai Merauke.
Wijayanto juga tidak khawatir jika ada perajin perak lain dari   Kotagede atau daerah lain di Indonesia yang mengikuti jejaknya   menggunakan digital marketplace dan menambah persaingan.
Menurutnya, WK Collection memiliki keunikan dari sisi desain dan kualitas, yang belum tentu bisa diikuti oleh perajin lain.</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Kisah sukses dari Wijayanto seorang pengusaha kerajinan perak khas Yogyakarta. Keputusan berani untuk keluar dari pekerjaan kantor untuk serius menggeluti usaha keluarganya, membuat Wijayanto tidak hanya berhasil membawa kesuksesan, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat di kampung halamannya, Kotagede, DI Yogyakarta.
Usaha mikro kecil menengah (UMKM) kerajinan aksesori perak dan tembaga WK Collection yang dijalankan Wijayanto kini telah menjangkau konsumen secara nasional.

BACA JUGA:Kisah Sukses Bisnis Dessert Box, Sering Dicemooh hingga Ingat Pesan Nenek


&quot;Dulunya awalnya saya memang bekerja di Jakarta kemudian ini usaha sampinganlah supaya orangtua saya di masa senja ada kegiatan. Akhirnya saya putuskan untuk fokus (di usaha ini) pada 2015,&quot; kata Wijayanto menceritakan kisahnya pada acara TokopediaCare di The 101 Hotel Yogyakarta, Selasa (14/6/2022).
Pria bergelar sarjana teknik itu mengatakan bahwa keputusan untuk fokus menggeluti usaha kerajinan itu selain karena keinginan untuk berdikari dan tidak hanya menjadi pegawai, juga didorong oleh panggilan untuk melestarikan kerajinan perak dan tembaga khas Kotagede.
BACA JUGA:Dihina dan Ditinggalkan Suami, Begini Kisah Sukses Perempuan yang Bisnisnya Diapresiasi Sri Mulyani

Menurut Wijayanto, pasca peristiwa Bom Bali I pada 2002, banyak perajin perak di Kotagede yang turut terkena imbasnya dan beralih profesi.
&quot;Saya berpikir bahwa jika (kerajinan perak) ini mau sustain (bertahan, red) harus ada generasi muda yang melestarikannya. Berbekal semangat itu kemudian saya melihat dengan adanya digital marketing, adanya marketplace, pasti ada cara lah. Saya mulai saja dulu,&quot; terangnya.Nama WK Collection sendiri diambil dari huruf awal nama ayah, adik, dan ibunya.
Seperti banyak UMKM lainnya Wijayanto juga sempat terkendala oleh  masa pandemi Covid-19 yang membuat penjualan produknya sepi.Terlebih  lagi produk yang dijual WK Collection adalah kerajinan aksesori tembaga  dan perak, yang bukan produk kebutuhan primer.
Terinsiprasi dari permintaan salah satu pelanggannya, Wijayanto pun  akhirnya meluaskan cara penjualannya dengan memanfaatkan teknologi  digital, melalui digital marketplace atau toko daring.
&quot;Saat pandemi itu toko offline sangat terdampak. Karena tempat  berjualan kami itu dulunya ada wahana wisata, dan wahana wisatanya juga  tutup, jadi total mati,&quot; jelasnya.
&quot;Mau tak mau kami harus bertahan dan kami berusaha melalui Tokopedia sebagai salah satu channelnya.&quot;
Langkah untuk melakukan penjualan melalui toko daring itu ternyata  membuahkan hasil yang menggembirakan. Bahkan, menurut Wijayanto,  penjualannya melalui toko daring Tokopedia pada 3 bulan pertama  meningkat hampir tiga setengah kali lipat pada masa pandemi. Tren  meningkat itu terus berlanjut hingga saat ini.
Dengan memanfaatkan teknologi digital kini penjualan WK Collection telah menjangkau pelosok nusantara.Tidak hanya itu, Wijayanto juga memberdayakan para perajin perak dan   tembaga di Kotagede dan daerah-daerah lain di Yogyakarta. Bahkan, usaha   WK Collection juga menggandeng para ibu-ibu rumah tangga sebagai   mitranya.
&quot;Kami mempekerjakan 4 sampai 5 tim, kadang satu tim itu terdiri dari   dua tiga orang. Kami juga memperbantukan ibu rumah tangga,&quot; jelas   Wijayanto.
Meski enggan mengungkap omzet yang diraih tiap bulannya, Wijayanto   mengaku WK Collection tiap bulannya mengirimkan ratusan produknya ke   pelanggan yang berasal dari Sabang sampai Merauke.
Wijayanto juga tidak khawatir jika ada perajin perak lain dari   Kotagede atau daerah lain di Indonesia yang mengikuti jejaknya   menggunakan digital marketplace dan menambah persaingan.
Menurutnya, WK Collection memiliki keunikan dari sisi desain dan kualitas, yang belum tentu bisa diikuti oleh perajin lain.</content:encoded></item></channel></rss>
