<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digital Marketplace Jadi Penyelamat UMKM saat Pandemi Covid-19</title><description>Pandemi Covid-19 berdampak besar pada perekonomian Indonesia, termasuk para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611756/digital-marketplace-jadi-penyelamat-umkm-saat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611756/digital-marketplace-jadi-penyelamat-umkm-saat-pandemi-covid-19"/><item><title>Digital Marketplace Jadi Penyelamat UMKM saat Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611756/digital-marketplace-jadi-penyelamat-umkm-saat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/455/2611756/digital-marketplace-jadi-penyelamat-umkm-saat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2022 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/15/455/2611756/digital-marketplace-jadi-penyelamat-umkm-saat-pandemi-covid-19-NKWX2J5hxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM kerajinan perak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/15/455/2611756/digital-marketplace-jadi-penyelamat-umkm-saat-pandemi-covid-19-NKWX2J5hxt.jpg</image><title>UMKM kerajinan perak (Foto: Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak besar pada perekonomian Indonesia, termasuk para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di tengah hantaman pandemi Covid-19 ini, kehadiran digital marketplace terbukti sangat membantu para pelaku UMKM, seperti yang dirasakan oleh Wijayanto.
BACA JUGA:Jokowi Batalkan Tiket Naik Borobudur Rp750.000, Sandiaga Uno: UMKM Bangkit, Lapangan Kerja Tercipta

Wijayanto yang memulai usaha kerajinan aksesori perak dan tembaga WK Collection pada 2015 sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Pembatasan pemerintah untuk membendung penyebaran virus corona di Indonesia praktis membuat penjualan produknya secara offline mati total.
&quot;Saat pandemi itu toko offline sangat terdampak. Karena tempat berjualan kami itu dulunya ada wahana wisata, dan wahana wisatanya juga tutup, jadi total mati,&quot; jelas Wijayanto pada acara TokopediaCare di The 101 Hotel Yogyakarta, Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga: UMKM dan IKM sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi

Menghadapi situasi ini, kehadiran digital marketplace menjadi tempat penjualan alternatif, yang ternyata memberi hasil yang menggembirakan.
Bahkan, menurut Wijayanto, yang menjual produknya melalui digital marketplace Tokopedia, penjualan produknya di digital marketplace naik pesat selama pandemi.
&quot;Ternyata malah saat pandemi di 3 bulan pertama itu penjualan sampai meningkat tiga setengah kali lipat,&quot; ujarnya.Tren peningkatan penjualan di digital marketplace itu terus berlanjut hingga saat ini.
Penggunaan digital marketplace juga memungkinkan produk WK Collcetion  besutan Wijayanto menjangkau konsumen secara nasional. Wijayanto  mengatakan bahwa setiap bulannya WK Collection mengirimkan ratusan  produknya ke konsumen di berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang  sampai Merauke.
Kisah sukses Wijayanto ini menjadi salah satu bukti peran digital  marketplace seperti Tokopedia dalam mendorong UMKM Indonesia selama  pandemi.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak besar pada perekonomian Indonesia, termasuk para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di tengah hantaman pandemi Covid-19 ini, kehadiran digital marketplace terbukti sangat membantu para pelaku UMKM, seperti yang dirasakan oleh Wijayanto.
BACA JUGA:Jokowi Batalkan Tiket Naik Borobudur Rp750.000, Sandiaga Uno: UMKM Bangkit, Lapangan Kerja Tercipta

Wijayanto yang memulai usaha kerajinan aksesori perak dan tembaga WK Collection pada 2015 sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Pembatasan pemerintah untuk membendung penyebaran virus corona di Indonesia praktis membuat penjualan produknya secara offline mati total.
&quot;Saat pandemi itu toko offline sangat terdampak. Karena tempat berjualan kami itu dulunya ada wahana wisata, dan wahana wisatanya juga tutup, jadi total mati,&quot; jelas Wijayanto pada acara TokopediaCare di The 101 Hotel Yogyakarta, Selasa (14/6/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga: UMKM dan IKM sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi

Menghadapi situasi ini, kehadiran digital marketplace menjadi tempat penjualan alternatif, yang ternyata memberi hasil yang menggembirakan.
Bahkan, menurut Wijayanto, yang menjual produknya melalui digital marketplace Tokopedia, penjualan produknya di digital marketplace naik pesat selama pandemi.
&quot;Ternyata malah saat pandemi di 3 bulan pertama itu penjualan sampai meningkat tiga setengah kali lipat,&quot; ujarnya.Tren peningkatan penjualan di digital marketplace itu terus berlanjut hingga saat ini.
Penggunaan digital marketplace juga memungkinkan produk WK Collcetion  besutan Wijayanto menjangkau konsumen secara nasional. Wijayanto  mengatakan bahwa setiap bulannya WK Collection mengirimkan ratusan  produknya ke konsumen di berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang  sampai Merauke.
Kisah sukses Wijayanto ini menjadi salah satu bukti peran digital  marketplace seperti Tokopedia dalam mendorong UMKM Indonesia selama  pandemi.</content:encoded></item></channel></rss>
