<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jembatan Gantung Selesai Dibangun, Menteri PUPR: Akses ke Sekolah hingga Tempat Kerja Makin Mudah</title><description>Pembangunan tiga jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas antar desa di Jawa Timur telah rampung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/470/2611777/3-jembatan-gantung-selesai-dibangun-menteri-pupr-akses-ke-sekolah-hingga-tempat-kerja-makin-mudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/470/2611777/3-jembatan-gantung-selesai-dibangun-menteri-pupr-akses-ke-sekolah-hingga-tempat-kerja-makin-mudah"/><item><title>3 Jembatan Gantung Selesai Dibangun, Menteri PUPR: Akses ke Sekolah hingga Tempat Kerja Makin Mudah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/470/2611777/3-jembatan-gantung-selesai-dibangun-menteri-pupr-akses-ke-sekolah-hingga-tempat-kerja-makin-mudah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/15/470/2611777/3-jembatan-gantung-selesai-dibangun-menteri-pupr-akses-ke-sekolah-hingga-tempat-kerja-makin-mudah</guid><pubDate>Rabu 15 Juni 2022 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/15/470/2611777/3-jembatan-gantung-selesai-dibangun-menteri-pupr-akses-ke-sekolah-hingga-tempat-kerja-makin-mudah-NoSR4cxOZj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 pembangunan jembatan gantung selesai (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/15/470/2611777/3-jembatan-gantung-selesai-dibangun-menteri-pupr-akses-ke-sekolah-hingga-tempat-kerja-makin-mudah-NoSR4cxOZj.jpg</image><title>3 pembangunan jembatan gantung selesai (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pembangunan tiga jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas antar desa di Jawa Timur telah rampung. Ketiga jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Brungkah di Desa Karangrejo, Pacitan, Jembatan Gantung Kowel, Pamekasan, dan Jembatan Gantung Macanbang, Tulungagung.
Basuki Hadimuljono mengatakan jembatan gantung sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan akan memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh karena terpisah oleh kondisi geografis, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.
BACA JUGA:4 Jembatan Gantung Dibangun di Aceh, Waktu Tempuh Antar Desa Lebih Cepat

&amp;ldquo;Hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,&amp;rdquo; kata Basuki, Rabu (15/6/2022).
Pembangunan ketiga jembatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali sejak Agustus 2021 dan rampung pada Maret 2022 dengan anggaran tahun jamak sebesar Rp9,9 miliar dalam satu paket kontrak pekerjaan.
BACA JUGA:Jembatan Gantung Roboh, Belasan Anak Berjatuhan

Jembatan Gantung pertama yang diselesaikan adalah Jembatan Gantung Brungkah di Desa Karangrejo Kabupaten Pacitan dengan panjang 84 meter (m). Manfaat jembatan gantung ini akan langsung dirasakan masyarakat setempat sebagai akses penghubung antar desa.
Jembatan gantung selanjutnya yang juga telah selesai adalah Jembatan Kowel di Kabupaten Pamekasan dengan panjang 60 m. Jembatan gantung ini akan menghubungkan Kelurahan Kowel menuju Kelurahan Gladak Anyar. Jembatan gantung ini sekaligus sebagai pengganti Jembatan Kowel yang rusak akibat diterjang banjir pada Januari 2021.Terakhir, terdapat Jembatan Gantung Macanbang di Kabupaten  Tulungagung dengan panjang 42 m yang juga telah rampung pembangunannya.  Pembangunan jembatan gantung ini untuk mempermudah akses jalan warga  terutama yang bekerja sebagai petani untuk menuju ke area persawahannya  dan mempermudah akses jalan dari Desa Macanbang ke Desa Gondosuli.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, tercatat sejak 2015 hingga 2021,  Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR telah membangun 409 unit  jembatan gantung di seluruh Indonesia. Total panjang keseluruhan  jembatan gantung mencapai 30.445 meter. Jembatan gantung tersebut  dibangun dengan bentang terpendek 42 meter dan terpanjang 150 meter  lebar 1,8 meter.
Pada TA 2022 direncanakan akan dibangun sebanyak 73 unit jembatan  gantung. Rinciannya, Wilayah 1 yang meliputi Pulau Sumatera dan  Kalimantan 27 unit, Wilayah 2 Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur 31  unit dan Wilayah 3 Sulawesi hingga Papua 15 unit.
Jembatan gantung merupakan salah satu wujud kebijakan Presiden Joko  Widodo untuk membangun infrastruktur daerah perdesaan terutama yang  sulit dijangkau sehingga lebih terbuka.
Kehadiran jembatan gantung sangat dibutuhkan masyarakat karena  kondisi geografi wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah  dan sungai. Secara fisik, kondisi ini kerap menjadi pemisah antara  lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan  publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pembangunan tiga jembatan gantung untuk meningkatkan konektivitas antar desa di Jawa Timur telah rampung. Ketiga jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Brungkah di Desa Karangrejo, Pacitan, Jembatan Gantung Kowel, Pamekasan, dan Jembatan Gantung Macanbang, Tulungagung.
Basuki Hadimuljono mengatakan jembatan gantung sebagai salah satu infrastruktur kerakyatan akan memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh karena terpisah oleh kondisi geografis, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.
BACA JUGA:4 Jembatan Gantung Dibangun di Aceh, Waktu Tempuh Antar Desa Lebih Cepat

&amp;ldquo;Hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,&amp;rdquo; kata Basuki, Rabu (15/6/2022).
Pembangunan ketiga jembatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali sejak Agustus 2021 dan rampung pada Maret 2022 dengan anggaran tahun jamak sebesar Rp9,9 miliar dalam satu paket kontrak pekerjaan.
BACA JUGA:Jembatan Gantung Roboh, Belasan Anak Berjatuhan

Jembatan Gantung pertama yang diselesaikan adalah Jembatan Gantung Brungkah di Desa Karangrejo Kabupaten Pacitan dengan panjang 84 meter (m). Manfaat jembatan gantung ini akan langsung dirasakan masyarakat setempat sebagai akses penghubung antar desa.
Jembatan gantung selanjutnya yang juga telah selesai adalah Jembatan Kowel di Kabupaten Pamekasan dengan panjang 60 m. Jembatan gantung ini akan menghubungkan Kelurahan Kowel menuju Kelurahan Gladak Anyar. Jembatan gantung ini sekaligus sebagai pengganti Jembatan Kowel yang rusak akibat diterjang banjir pada Januari 2021.Terakhir, terdapat Jembatan Gantung Macanbang di Kabupaten  Tulungagung dengan panjang 42 m yang juga telah rampung pembangunannya.  Pembangunan jembatan gantung ini untuk mempermudah akses jalan warga  terutama yang bekerja sebagai petani untuk menuju ke area persawahannya  dan mempermudah akses jalan dari Desa Macanbang ke Desa Gondosuli.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, tercatat sejak 2015 hingga 2021,  Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR telah membangun 409 unit  jembatan gantung di seluruh Indonesia. Total panjang keseluruhan  jembatan gantung mencapai 30.445 meter. Jembatan gantung tersebut  dibangun dengan bentang terpendek 42 meter dan terpanjang 150 meter  lebar 1,8 meter.
Pada TA 2022 direncanakan akan dibangun sebanyak 73 unit jembatan  gantung. Rinciannya, Wilayah 1 yang meliputi Pulau Sumatera dan  Kalimantan 27 unit, Wilayah 2 Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur 31  unit dan Wilayah 3 Sulawesi hingga Papua 15 unit.
Jembatan gantung merupakan salah satu wujud kebijakan Presiden Joko  Widodo untuk membangun infrastruktur daerah perdesaan terutama yang  sulit dijangkau sehingga lebih terbuka.
Kehadiran jembatan gantung sangat dibutuhkan masyarakat karena  kondisi geografi wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah  dan sungai. Secara fisik, kondisi ini kerap menjadi pemisah antara  lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan  publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan.</content:encoded></item></channel></rss>
