<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Mendag Zulkifli: Kita Benahi!</title><description>Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa masalah utama mahalnya berbagai macam kebutuhan pokok akibat adanya ketergantungan pangan impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612509/harga-kebutuhan-pokok-mahal-mendag-zulkifli-kita-benahi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612509/harga-kebutuhan-pokok-mahal-mendag-zulkifli-kita-benahi"/><item><title>Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Mendag Zulkifli: Kita Benahi!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612509/harga-kebutuhan-pokok-mahal-mendag-zulkifli-kita-benahi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612509/harga-kebutuhan-pokok-mahal-mendag-zulkifli-kita-benahi</guid><pubDate>Kamis 16 Juni 2022 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/16/320/2612509/harga-kebutuhan-pokok-mahal-mendag-zulkifli-kita-benahi-hR4lBEK80D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sidak ke pasar. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/16/320/2612509/harga-kebutuhan-pokok-mahal-mendag-zulkifli-kita-benahi-hR4lBEK80D.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sidak ke pasar. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa masalah utama mahalnya berbagai macam kebutuhan pokok akibat adanya ketergantungan pangan impor.

Dia mengatakan tidak mudah menyelesaikan permasalahan pangan apalagi yang berkaitan dengan impor.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Zulhas Jadi Mendag, Ketua DPP Perindo Yakini Mampu Tuntaskan Masalah Minyak Goreng
&quot;Kita lihat kita benahi, kita akan menyelesaikan bareng kementerian terkait, ini tidak mudah apalagi pangan yang impor,&quot; ucapnya saat melakukan kunjungan ke Pasar Cibubur, Kamis (16/6/2022).

Mendag menjelaskan harga ayam dan daging yang cenderung naik akibat dari pakan yang masih impor.

&quot;Ayam kenapa naik karena pakannya, selain jagung itu ternyata impor juga, jadi kita ini sangat tergantung kepada impor. Daging juga impor, semua impor daging,&quot; ungkapnya.
Mendag akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, karena menurutnya ini bukan hanya ranah Kemendag.

&quot;Tidak mudah, nanti saya dan teman-teman akan bekerja cepat ya, tapi tentu bukan hanya domainnya Kementerian Perdagangan,&quot; jelasnya.

Terkait dengan solusi yang akan dilakukan, Mendag mengaku masih akan melakukan rapat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa masalah utama mahalnya berbagai macam kebutuhan pokok akibat adanya ketergantungan pangan impor.

Dia mengatakan tidak mudah menyelesaikan permasalahan pangan apalagi yang berkaitan dengan impor.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Zulhas Jadi Mendag, Ketua DPP Perindo Yakini Mampu Tuntaskan Masalah Minyak Goreng
&quot;Kita lihat kita benahi, kita akan menyelesaikan bareng kementerian terkait, ini tidak mudah apalagi pangan yang impor,&quot; ucapnya saat melakukan kunjungan ke Pasar Cibubur, Kamis (16/6/2022).

Mendag menjelaskan harga ayam dan daging yang cenderung naik akibat dari pakan yang masih impor.

&quot;Ayam kenapa naik karena pakannya, selain jagung itu ternyata impor juga, jadi kita ini sangat tergantung kepada impor. Daging juga impor, semua impor daging,&quot; ungkapnya.
Mendag akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, karena menurutnya ini bukan hanya ranah Kemendag.

&quot;Tidak mudah, nanti saya dan teman-teman akan bekerja cepat ya, tapi tentu bukan hanya domainnya Kementerian Perdagangan,&quot; jelasnya.

Terkait dengan solusi yang akan dilakukan, Mendag mengaku masih akan melakukan rapat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.</content:encoded></item></channel></rss>
