<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Kemacetan Jakarta, Begini Cara Erick Thohir</title><description>Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah segera mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612851/atasi-kemacetan-jakarta-begini-cara-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612851/atasi-kemacetan-jakarta-begini-cara-erick-thohir"/><item><title>Atasi Kemacetan Jakarta, Begini Cara Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612851/atasi-kemacetan-jakarta-begini-cara-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/16/320/2612851/atasi-kemacetan-jakarta-begini-cara-erick-thohir</guid><pubDate>Kamis 16 Juni 2022 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/16/320/2612851/atasi-kemacetan-jakarta-begini-cara-erick-thohir-1HlV3yQ9pw.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Kemacetan Jakarta di Sore Hari. (Foto: Okezone.com/Diana) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/16/320/2612851/atasi-kemacetan-jakarta-begini-cara-erick-thohir-1HlV3yQ9pw.jfif</image><title>Kemacetan Jakarta di Sore Hari. (Foto: Okezone.com/Diana) </title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah segera mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi. Sebagai gantinya, angkutan massal segera dimaksimalkan untuk melayani masyarakat.
Menurutnya langkah ini untuk mengurangi kemacetan, khususnya di DKI Jakarta. Erick menilai, pembangunan kawasan permukiman di perkotaan seyogyanya dibarengi dengan pembangunan angkutan massal berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga:&amp;nbsp;Lalin Kawasan DPR Macet Imbas Demo Buruh, Pengendara Dialihkan ke Jalur Transjakarta
Selain mudah diakses masyarakat, moda transportasi publik pun mampu menekan kemacetan. Erick pun memastikan perusahaan pelat merah mengambil peran strategis untuk merealisasikan hal ini.
&amp;ldquo;Saat ini kami sudah bangun empat titik TOD. Kami terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk meningkatkan fasilitas angkutan massal secara menyeluruh,&amp;rdquo; ungkap Erick, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ingat! 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Kelapa Gading-Pulogebang Diberlakukan Contraflow Mulai 13 Juni
Salah satu wujud pengembangan angkutan massal yang dilakukan pemerintah adalah dengan memperbaiki Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, yang kini sudah diresmikan Erick bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Proyek peningkatan aksesibilitas dan penataan Stasiun Pondok Ranji dilakukan antara BUMN PT KAI (Persero) dengan pengembang properti swasta PT Jaya Real Property Tbk.&amp;ldquo;Dulu kalau ke Stasiun Pondok Ranji kurang nyaman karena sempit dan macet. Sekarang fasilitasnya sudah lebih baik, ada integrasi antarmodanya juga, sehingga masyarakat semakin mudah mengaksesnya. Kami apresiasi kolaborasi yang dilakukan BUMN dan swasta ini,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara swasta dan BUMN untuk mengembangkan fasilitas angkutan massal dengan konsep TOD. Konsep yang menghubungkan kawasan permukiman dengan simpul transportasi yang memiliki fasilitas yang lengkap, menjadi pusat kegiatan masyarakat, dan juga memiliki integrasi antarmoda yang baik.
&amp;ldquo;Melalui pendanaan kreatif, kita ajak swasta, seperti di sini ada Jaya Property, di tempat lain ada BSD, dan swasta lainnya kami juga ajak, silahkan usulkan. Sehingga diharapkan titik-titik TOD bisa dikembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,&amp;rdquo; tutur Menhub.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah segera mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi. Sebagai gantinya, angkutan massal segera dimaksimalkan untuk melayani masyarakat.
Menurutnya langkah ini untuk mengurangi kemacetan, khususnya di DKI Jakarta. Erick menilai, pembangunan kawasan permukiman di perkotaan seyogyanya dibarengi dengan pembangunan angkutan massal berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga:&amp;nbsp;Lalin Kawasan DPR Macet Imbas Demo Buruh, Pengendara Dialihkan ke Jalur Transjakarta
Selain mudah diakses masyarakat, moda transportasi publik pun mampu menekan kemacetan. Erick pun memastikan perusahaan pelat merah mengambil peran strategis untuk merealisasikan hal ini.
&amp;ldquo;Saat ini kami sudah bangun empat titik TOD. Kami terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk meningkatkan fasilitas angkutan massal secara menyeluruh,&amp;rdquo; ungkap Erick, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ingat! 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Kelapa Gading-Pulogebang Diberlakukan Contraflow Mulai 13 Juni
Salah satu wujud pengembangan angkutan massal yang dilakukan pemerintah adalah dengan memperbaiki Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, yang kini sudah diresmikan Erick bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Proyek peningkatan aksesibilitas dan penataan Stasiun Pondok Ranji dilakukan antara BUMN PT KAI (Persero) dengan pengembang properti swasta PT Jaya Real Property Tbk.&amp;ldquo;Dulu kalau ke Stasiun Pondok Ranji kurang nyaman karena sempit dan macet. Sekarang fasilitasnya sudah lebih baik, ada integrasi antarmodanya juga, sehingga masyarakat semakin mudah mengaksesnya. Kami apresiasi kolaborasi yang dilakukan BUMN dan swasta ini,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara swasta dan BUMN untuk mengembangkan fasilitas angkutan massal dengan konsep TOD. Konsep yang menghubungkan kawasan permukiman dengan simpul transportasi yang memiliki fasilitas yang lengkap, menjadi pusat kegiatan masyarakat, dan juga memiliki integrasi antarmoda yang baik.
&amp;ldquo;Melalui pendanaan kreatif, kita ajak swasta, seperti di sini ada Jaya Property, di tempat lain ada BSD, dan swasta lainnya kami juga ajak, silahkan usulkan. Sehingga diharapkan titik-titik TOD bisa dikembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,&amp;rdquo; tutur Menhub.</content:encoded></item></channel></rss>
