<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Naik, Sanksi Iran Diprediksi Hambat Pasokan Dunia</title><description>Harga minyak dunia naik pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613047/harga-minyak-naik-sanksi-iran-diprediksi-hambat-pasokan-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613047/harga-minyak-naik-sanksi-iran-diprediksi-hambat-pasokan-dunia"/><item><title>Harga Minyak Naik, Sanksi Iran Diprediksi Hambat Pasokan Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613047/harga-minyak-naik-sanksi-iran-diprediksi-hambat-pasokan-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613047/harga-minyak-naik-sanksi-iran-diprediksi-hambat-pasokan-dunia</guid><pubDate>Jum'at 17 Juni 2022 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/17/320/2613047/harga-minyak-naik-sanksi-iran-diprediksi-hambat-pasokan-dunia-HF2hwju8wD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/17/320/2613047/harga-minyak-naik-sanksi-iran-diprediksi-hambat-pasokan-dunia-HF2hwju8wD.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak naik karena sanksi baru terhadap Iran memicu kekhawatiran pasokan yang telah membuat harga melonjak tahun ini.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus menetap di USD119,8 per barel terangkat USD1,30 atau 1,1%. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli berakhir menguat USD2,27 atau 2,0% menjadi USD117,58 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun 2% Merespons Kenaikan Suku Bunga The Fed

Melansir Antara, Jumat (17/6/2022), Badan Energi Internasional (IEA)  memperkirakan permintaan akan meningkat lebih lanjut pada tahun 2023, tumbuh lebih dari 2,0% ke rekor 101,6 juta barel per hari. Optimisme bahwa permintaan minyak China akan pulih karena pelonggaran pembatasan COVID-19 juga mendukung harga.
Para analis mengatakan harga mendapat dorongan dari keputusan Washington untuk menjatuhkan sanksi pada perusahaan China, Emirat dan Iran yang membantu mengekspor petrokimia Iran.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dibanderol USD118/Barel

Selain itu, produksi minyak Libya telah turun menjadi 100.000-150.000 barel per hari, sebagian kecil dari 1,2 juta barel per hari yang terlihat tahun lalu, dan para analis tetap khawatir bahwa negara itu dapat memiliki masalah berkelanjutan dalam pengiriman minyak di tengah kerusuhan.Harga tergelincir lebih dari 2,0% sesi sebelumnya setelah Federal  Reserve AS menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,75%, kenaikan  terbesar sejak 1994.
&quot;Begitu Anda menaikkan suku bunga setinggi itu, dan juga Anda tahu  itu akan terjadi bulan depan, banyak pelanggan ritel mengalami kesulitan  berdagang begitu Anda mulai menaikkan biaya perdagangan mereka,&quot; kata  Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.
Pada Kamis (16/6/2022), saham-saham Eropa jatuh setelah kenaikan suku  bunga yang mengejutkan dari bank sentral Swiss (SNB). Langkah ini  diikuti oleh kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE).</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak naik karena sanksi baru terhadap Iran memicu kekhawatiran pasokan yang telah membuat harga melonjak tahun ini.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus menetap di USD119,8 per barel terangkat USD1,30 atau 1,1%. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli berakhir menguat USD2,27 atau 2,0% menjadi USD117,58 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun 2% Merespons Kenaikan Suku Bunga The Fed

Melansir Antara, Jumat (17/6/2022), Badan Energi Internasional (IEA)  memperkirakan permintaan akan meningkat lebih lanjut pada tahun 2023, tumbuh lebih dari 2,0% ke rekor 101,6 juta barel per hari. Optimisme bahwa permintaan minyak China akan pulih karena pelonggaran pembatasan COVID-19 juga mendukung harga.
Para analis mengatakan harga mendapat dorongan dari keputusan Washington untuk menjatuhkan sanksi pada perusahaan China, Emirat dan Iran yang membantu mengekspor petrokimia Iran.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dibanderol USD118/Barel

Selain itu, produksi minyak Libya telah turun menjadi 100.000-150.000 barel per hari, sebagian kecil dari 1,2 juta barel per hari yang terlihat tahun lalu, dan para analis tetap khawatir bahwa negara itu dapat memiliki masalah berkelanjutan dalam pengiriman minyak di tengah kerusuhan.Harga tergelincir lebih dari 2,0% sesi sebelumnya setelah Federal  Reserve AS menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,75%, kenaikan  terbesar sejak 1994.
&quot;Begitu Anda menaikkan suku bunga setinggi itu, dan juga Anda tahu  itu akan terjadi bulan depan, banyak pelanggan ritel mengalami kesulitan  berdagang begitu Anda mulai menaikkan biaya perdagangan mereka,&quot; kata  Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.
Pada Kamis (16/6/2022), saham-saham Eropa jatuh setelah kenaikan suku  bunga yang mengejutkan dari bank sentral Swiss (SNB). Langkah ini  diikuti oleh kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (BoE).</content:encoded></item></channel></rss>
