<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga AS Naik ke Level Tertinggi Sejak 1994, Dampaknya ke Ekonomi RI?</title><description>Kenaikan suku bunga The Fed yang tertinggi sejak 1994 ini diprediksi akan memberikan dampak berat bagi ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613102/suku-bunga-as-naik-ke-level-tertinggi-sejak-1994-dampaknya-ke-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613102/suku-bunga-as-naik-ke-level-tertinggi-sejak-1994-dampaknya-ke-ekonomi-ri"/><item><title>Suku Bunga AS Naik ke Level Tertinggi Sejak 1994, Dampaknya ke Ekonomi RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613102/suku-bunga-as-naik-ke-level-tertinggi-sejak-1994-dampaknya-ke-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/17/320/2613102/suku-bunga-as-naik-ke-level-tertinggi-sejak-1994-dampaknya-ke-ekonomi-ri</guid><pubDate>Jum'at 17 Juni 2022 09:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/17/320/2613102/suku-bunga-as-naik-ke-level-tertinggi-sejak-1994-dampaknya-ke-ekonomi-ri-g36JGznVxL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed naikkan suku bunga 0,75% (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/17/320/2613102/suku-bunga-as-naik-ke-level-tertinggi-sejak-1994-dampaknya-ke-ekonomi-ri-g36JGznVxL.jpg</image><title>The Fed naikkan suku bunga 0,75% (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga 0,75%. Kenaikan suku bunga The Fed yang tertinggi sejak 1994 ini diprediksi akan memberikan dampak berat bagi ekonomi Indonesia, salah satunya, membuat rupiah terus melemah.
Suku bunga bank yang lebih tinggi, telah memicu peningkatan permintaan dolar dan membuat nilai tukar dolar AS menguat 10% sejak awal tahun. Imbasnya, nilai mata uang lain melemah, termasuk rupiah. Merujuk data Bloomberg, rupiah melemah 0,31% menjadi Rp14.745 per dolar AS pada perdagangan Rabu (15/6).&amp;emsp;
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga 0,75%, Sinyal Akan Terjadi Resesi Ekonomi

Ini adalah kali ketiga bank sentral AS menaikkan suku bunganya sejak Maret, setelah inflasi di AS yang melonjak drastis bulan lalu. Kenaikan suku bunga diperkirakan akan terus terjadi, yang nantinya akan memicu ketidakpastian ekonomi global.
Gubernur bank sentral Indonesia (Bank Indonesia) Perry Warjiyo menyebut kenaikan suku bunga The Fed adalah &quot;risiko yang terus dimonitor dan antisipasi&quot;.
&quot;Semoga tidak ada suatu surprises (kejutan) di global maupun domestik sehingga pemulihan ekonomi secara domestik terus berlanjut, stabilitas ekonomi dan keuangan terus terjaga, inflasi terus terjaga, nilai tukar [rupiah] terjaga,&quot; jelas Perry dalam seminar bertajuk Managing Inflation to Boost Economic Growth, dilansir dari BBC Indonesia, Jumat (17/6/2022).
BACA JUGA:Indeks Dolar Lesu Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed

Perry memperkirakan suku bunga The Fed akan naik menjadi 2,75% tahun ini, dan meningkat kembali tahun depan menjadi 3,25%.
Implikasi dari kenaikan suku bunga The Fed, bank sentral negara-negara lain akan menempuh langkah serupa yang akan menandai perubahan besar dalam ekonomi global.
Bisnis dan rumah tangga yang telah menikmati bunga pinjaman yang rendah selama bertahun-tahun, akan terpukul oleh kebijakan ini.&quot;Sebagian besar bank sentral negara maju dan beberapa bank sentral  negara berkembang memperketat kebijakan secara sinkron,&quot; kata Gregory  Daco, kepala ekonom di perusahaan konsultan strategi EY-Parthenon.
Diakui oleh pendiri dan ekonom senior Institute for Development of  Economics and Finance (Indef) Didik Rachbini, kenaikan harga energi dan  pangan yang tinggi telah berdampak pada inflasi di beberapa negara,  termasuk Indonesia.
Dia berkata inflasi akan menggerus daya beli masyarakat, sedangkan  bagi investor, inflasi akan meningkatkan suku bunga sehingga investasi  dan kegiatan bisnis akan terhambat.
Sementara ekonom Indef Dradjad Hari Wibowo menyebut efek kebijakan The Fed akan memberikan dampak sangat berat bagi Indonesia.
&quot;Harga akan terkerek naik. Uang lari ke Amerika, outflow ini juga  susah ditebak. Rentetan (dampak kebijakan The Fed ini) akan panjang,&quot;  ujar Dradjad.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga 0,75%. Kenaikan suku bunga The Fed yang tertinggi sejak 1994 ini diprediksi akan memberikan dampak berat bagi ekonomi Indonesia, salah satunya, membuat rupiah terus melemah.
Suku bunga bank yang lebih tinggi, telah memicu peningkatan permintaan dolar dan membuat nilai tukar dolar AS menguat 10% sejak awal tahun. Imbasnya, nilai mata uang lain melemah, termasuk rupiah. Merujuk data Bloomberg, rupiah melemah 0,31% menjadi Rp14.745 per dolar AS pada perdagangan Rabu (15/6).&amp;emsp;
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga 0,75%, Sinyal Akan Terjadi Resesi Ekonomi

Ini adalah kali ketiga bank sentral AS menaikkan suku bunganya sejak Maret, setelah inflasi di AS yang melonjak drastis bulan lalu. Kenaikan suku bunga diperkirakan akan terus terjadi, yang nantinya akan memicu ketidakpastian ekonomi global.
Gubernur bank sentral Indonesia (Bank Indonesia) Perry Warjiyo menyebut kenaikan suku bunga The Fed adalah &quot;risiko yang terus dimonitor dan antisipasi&quot;.
&quot;Semoga tidak ada suatu surprises (kejutan) di global maupun domestik sehingga pemulihan ekonomi secara domestik terus berlanjut, stabilitas ekonomi dan keuangan terus terjaga, inflasi terus terjaga, nilai tukar [rupiah] terjaga,&quot; jelas Perry dalam seminar bertajuk Managing Inflation to Boost Economic Growth, dilansir dari BBC Indonesia, Jumat (17/6/2022).
BACA JUGA:Indeks Dolar Lesu Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed

Perry memperkirakan suku bunga The Fed akan naik menjadi 2,75% tahun ini, dan meningkat kembali tahun depan menjadi 3,25%.
Implikasi dari kenaikan suku bunga The Fed, bank sentral negara-negara lain akan menempuh langkah serupa yang akan menandai perubahan besar dalam ekonomi global.
Bisnis dan rumah tangga yang telah menikmati bunga pinjaman yang rendah selama bertahun-tahun, akan terpukul oleh kebijakan ini.&quot;Sebagian besar bank sentral negara maju dan beberapa bank sentral  negara berkembang memperketat kebijakan secara sinkron,&quot; kata Gregory  Daco, kepala ekonom di perusahaan konsultan strategi EY-Parthenon.
Diakui oleh pendiri dan ekonom senior Institute for Development of  Economics and Finance (Indef) Didik Rachbini, kenaikan harga energi dan  pangan yang tinggi telah berdampak pada inflasi di beberapa negara,  termasuk Indonesia.
Dia berkata inflasi akan menggerus daya beli masyarakat, sedangkan  bagi investor, inflasi akan meningkatkan suku bunga sehingga investasi  dan kegiatan bisnis akan terhambat.
Sementara ekonom Indef Dradjad Hari Wibowo menyebut efek kebijakan The Fed akan memberikan dampak sangat berat bagi Indonesia.
&quot;Harga akan terkerek naik. Uang lari ke Amerika, outflow ini juga  susah ditebak. Rentetan (dampak kebijakan The Fed ini) akan panjang,&quot;  ujar Dradjad.</content:encoded></item></channel></rss>
