<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Covid-19, Omzet Pedagang Pisang Capai Rp10 Juta</title><description>Omzet pedagang pisang di Kabupaten Lebak, Banten kembali normal usai pandemi Covid-19 di daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/19/455/2614275/usai-covid-19-omzet-pedagang-pisang-capai-rp10-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/19/455/2614275/usai-covid-19-omzet-pedagang-pisang-capai-rp10-juta"/><item><title>Usai Covid-19, Omzet Pedagang Pisang Capai Rp10 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/19/455/2614275/usai-covid-19-omzet-pedagang-pisang-capai-rp10-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/19/455/2614275/usai-covid-19-omzet-pedagang-pisang-capai-rp10-juta</guid><pubDate>Minggu 19 Juni 2022 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/19/455/2614275/usai-covid-19-omzet-pedagang-pisang-capai-rp10-juta-AaiwHbFJw8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang Pisang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/19/455/2614275/usai-covid-19-omzet-pedagang-pisang-capai-rp10-juta-AaiwHbFJw8.jpg</image><title>Pedagang Pisang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Omzet pedagang pisang di Kabupaten Lebak, Banten kembali normal usai pandemi Covid-19 di daerah ini melandai sehingga dapat meraup keuntungan mencapai Rp10 juta/bulan.
&quot;Dua tahun lalu selama pandemi, penjualan pisang terpuruk. Banyak pisang membusuk dan tidak terjual akibat pandemi Covid-19 itu, &quot; kata Rahmat (55) seorang pedagang pisang di Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu (19/6/2022).
BACA JUGA:Manfaat Kartu Prakerja, 30% Kembali Kerja dan 70% Buka Usaha
Pemerintah kini membolehkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat dan tidak dibatasi sehubungan kasus pandemi melandai.
Kebijakan pemerintah tersebut berdampak positif terhadap pendapatan pedagang pisang.
Saat ini, ia  memiliki banyak pelanggan, terutama para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) membeli pisang dengan jumlah cukup lumayan.
Para UMKM itu mulai dagang gorengan, keripik pisang dan bahan campuran aneka kuliner atau makanan.
Selain itu juga untuk pesta pernikahan juga konsumsi rumah tangga.
BACA JUGA:Perusahaan Pembiayaan Dilarang Bermain Saham, Simak Aturan Terbaru OJK
&quot;Meningkatnya pendapatan itu tentu membantu ekonomi keluarga juga petani,&quot; katanya menjelaskan.Ia mendapatkan pisang itu yang dipasok petani dari di sejumlah kecamatan wilayah tengah Kabupaten Lebak, termasuk petani Badui.
Petani memasok pisang ke Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung bisa mencapai dua ton per minggu dengan menggunakan angkutan desa.
&quot;Kami sudah memiliki beberapa petani yang memasok pisang ke sini dan beli pisang mencapai Rp20 juta, &quot; katanya menambahkan.
Begitu juga pedagang pisang lainya, Arhadi (60) mengaku dirinya selama kasus pandemi COVID-19 melandai kini permintaan pisang cenderung meningkat, sehingga omzet pendapatan kembali normal dibandingkan saat berlangsung COVID-19 dua tahun lalu merugi.
Pedagang pisang di Kabupaten Lebak bernafas lega, karena permintaan pasar kembali pulih. &quot;Kami tiga bulan terakhir ini dapat meraup keuntungan bersih Rp10 juta - 12 juta per bulan, sedangkan dua tahun lalu merugi, &quot; katanya.
Ia mengatakan, pendapatan sebesar itu sangat menggembirakan karena bisa memenuhi kebutuhan keluarga juga dapat menyisihkan keuntungan untuk keperluan lain, seperti memperbaiki rumah, kuliah anak hingga untuk persiapan ibadah haji.
Saat ini, persediaan pisang di Kabupaten Lebak melimpah dan menjadi andalan penghasilan ekonomi bulanan petani.</description><content:encoded>JAKARTA - Omzet pedagang pisang di Kabupaten Lebak, Banten kembali normal usai pandemi Covid-19 di daerah ini melandai sehingga dapat meraup keuntungan mencapai Rp10 juta/bulan.
&quot;Dua tahun lalu selama pandemi, penjualan pisang terpuruk. Banyak pisang membusuk dan tidak terjual akibat pandemi Covid-19 itu, &quot; kata Rahmat (55) seorang pedagang pisang di Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu (19/6/2022).
BACA JUGA:Manfaat Kartu Prakerja, 30% Kembali Kerja dan 70% Buka Usaha
Pemerintah kini membolehkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat dan tidak dibatasi sehubungan kasus pandemi melandai.
Kebijakan pemerintah tersebut berdampak positif terhadap pendapatan pedagang pisang.
Saat ini, ia  memiliki banyak pelanggan, terutama para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) membeli pisang dengan jumlah cukup lumayan.
Para UMKM itu mulai dagang gorengan, keripik pisang dan bahan campuran aneka kuliner atau makanan.
Selain itu juga untuk pesta pernikahan juga konsumsi rumah tangga.
BACA JUGA:Perusahaan Pembiayaan Dilarang Bermain Saham, Simak Aturan Terbaru OJK
&quot;Meningkatnya pendapatan itu tentu membantu ekonomi keluarga juga petani,&quot; katanya menjelaskan.Ia mendapatkan pisang itu yang dipasok petani dari di sejumlah kecamatan wilayah tengah Kabupaten Lebak, termasuk petani Badui.
Petani memasok pisang ke Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung bisa mencapai dua ton per minggu dengan menggunakan angkutan desa.
&quot;Kami sudah memiliki beberapa petani yang memasok pisang ke sini dan beli pisang mencapai Rp20 juta, &quot; katanya menambahkan.
Begitu juga pedagang pisang lainya, Arhadi (60) mengaku dirinya selama kasus pandemi COVID-19 melandai kini permintaan pisang cenderung meningkat, sehingga omzet pendapatan kembali normal dibandingkan saat berlangsung COVID-19 dua tahun lalu merugi.
Pedagang pisang di Kabupaten Lebak bernafas lega, karena permintaan pasar kembali pulih. &quot;Kami tiga bulan terakhir ini dapat meraup keuntungan bersih Rp10 juta - 12 juta per bulan, sedangkan dua tahun lalu merugi, &quot; katanya.
Ia mengatakan, pendapatan sebesar itu sangat menggembirakan karena bisa memenuhi kebutuhan keluarga juga dapat menyisihkan keuntungan untuk keperluan lain, seperti memperbaiki rumah, kuliah anak hingga untuk persiapan ibadah haji.
Saat ini, persediaan pisang di Kabupaten Lebak melimpah dan menjadi andalan penghasilan ekonomi bulanan petani.</content:encoded></item></channel></rss>
