<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diberi Subsidi Tanpa Efisiensi, Jokowi: Pertamina Kok Enak Banget</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir  perusahaan BUMN yang tidak bisa melakukan efisiensi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2614968/diberi-subsidi-tanpa-efisiensi-jokowi-pertamina-kok-enak-banget</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2614968/diberi-subsidi-tanpa-efisiensi-jokowi-pertamina-kok-enak-banget"/><item><title>Diberi Subsidi Tanpa Efisiensi, Jokowi: Pertamina Kok Enak Banget</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2614968/diberi-subsidi-tanpa-efisiensi-jokowi-pertamina-kok-enak-banget</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2614968/diberi-subsidi-tanpa-efisiensi-jokowi-pertamina-kok-enak-banget</guid><pubDate>Senin 20 Juni 2022 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/20/320/2614968/diberi-subsidi-tanpa-efisiensi-jokowi-pertamina-kok-enak-banget-pSN7XQdHnj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi sentil PLN dan Pertamina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/20/320/2614968/diberi-subsidi-tanpa-efisiensi-jokowi-pertamina-kok-enak-banget-pSN7XQdHnj.jpg</image><title>Jokowi sentil PLN dan Pertamina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir  perusahaan BUMN yang tidak bisa melakukan efisiensi. Padahal perusahaan BUMN ini mendapatkan anggaran subsidi dari pemerintah.
Perusahaan BUMN yang dimaksud Presiden adalah PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Hal tersebut disampaikan pada saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada hari ini Senin (20/6/2022).
BACA JUGA:Jokowi Sentil PLN dan Pertamina: Ada Subsidi Tapi Tak Ada Usaha Efisiensi

&quot;Ada subsidi dari menteri keuangan tanpa ada usaha efisiensi di PLN, di Pertamina. Ini yang dilihat kok enak banget,&quot; ujar Jokowi.
Kepala Negara pun meminta PLN dan Pertamina serta BUMN lainnya untuk melakukan efisiensi. Menurutnya, BUMN tersebut harus mampu menemukan permasalahan yang terjadi pada saat pandemi dan krisis akibat konflik saat ini.
BACA JUGA:Jokowi: Anggaran Ketahanan Pangan Gede Banget, Hasilnya Apa?

&quot;Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat. Kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah. Semuanya harus dilakukan di posisi-posisi seperti ini,&quot; jelasnya.Selain itu, Jokowi meminta kepada para menterinya untuk meningkatkan  produksi dan tidak bergantung pada impor dalam jangka pendek ke depan.
&quot;Saya kira sumber-sumber minyak yang mudah, sekecil apapun harga  didorong produksinya supaya meningkat. Tapi yang jelas, yang paling  penting solusi pendeknya adalah menjaga harga di masyarakat supaya tetap  stabil dan terjangkau,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir  perusahaan BUMN yang tidak bisa melakukan efisiensi. Padahal perusahaan BUMN ini mendapatkan anggaran subsidi dari pemerintah.
Perusahaan BUMN yang dimaksud Presiden adalah PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Hal tersebut disampaikan pada saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada hari ini Senin (20/6/2022).
BACA JUGA:Jokowi Sentil PLN dan Pertamina: Ada Subsidi Tapi Tak Ada Usaha Efisiensi

&quot;Ada subsidi dari menteri keuangan tanpa ada usaha efisiensi di PLN, di Pertamina. Ini yang dilihat kok enak banget,&quot; ujar Jokowi.
Kepala Negara pun meminta PLN dan Pertamina serta BUMN lainnya untuk melakukan efisiensi. Menurutnya, BUMN tersebut harus mampu menemukan permasalahan yang terjadi pada saat pandemi dan krisis akibat konflik saat ini.
BACA JUGA:Jokowi: Anggaran Ketahanan Pangan Gede Banget, Hasilnya Apa?

&quot;Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat. Kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah. Semuanya harus dilakukan di posisi-posisi seperti ini,&quot; jelasnya.Selain itu, Jokowi meminta kepada para menterinya untuk meningkatkan  produksi dan tidak bergantung pada impor dalam jangka pendek ke depan.
&quot;Saya kira sumber-sumber minyak yang mudah, sekecil apapun harga  didorong produksinya supaya meningkat. Tapi yang jelas, yang paling  penting solusi pendeknya adalah menjaga harga di masyarakat supaya tetap  stabil dan terjangkau,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
