<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Sewa Pesawat Garuda Indonesia Capai Rp104 Triliun, Berikut Daftarnya</title><description>Jumlah piutang lessor atau perusahaan penyewa pesawat di PT Garuda Indonesia Tbk mencapai Rp104 triliun lebih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2615024/utang-sewa-pesawat-garuda-indonesia-capai-rp104-triliun-berikut-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2615024/utang-sewa-pesawat-garuda-indonesia-capai-rp104-triliun-berikut-daftarnya"/><item><title>Utang Sewa Pesawat Garuda Indonesia Capai Rp104 Triliun, Berikut Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2615024/utang-sewa-pesawat-garuda-indonesia-capai-rp104-triliun-berikut-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/20/320/2615024/utang-sewa-pesawat-garuda-indonesia-capai-rp104-triliun-berikut-daftarnya</guid><pubDate>Senin 20 Juni 2022 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/20/320/2615024/utang-sewa-pesawat-garuda-indonesia-capai-rp104-triliun-berikut-daftarnya-KA7fOInecW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Piutang Lessor Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/20/320/2615024/utang-sewa-pesawat-garuda-indonesia-capai-rp104-triliun-berikut-daftarnya-KA7fOInecW.jpg</image><title>Piutang Lessor Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah piutang lessor atau perusahaan penyewa pesawat di PT Garuda Indonesia Tbk mencapai Rp104 triliun lebih. Utang lessor ini masuk dalam Daftar Piutang Tetap (DPT) yang telah diverifikasi Tim Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Data Tim Pengurus PKPU Garuda Indonesia, jumlah tersebut terdiri dari 123 lessor global. Total ini pun tidak termasuk piutang produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing, sebesar USD822 juta atau setara Rp10 triliun.
BACA JUGA:PKPU Garuda Indonesia Ditunda, 2 Lessor Keberatan Hasil Voting

Boeing merupakan lessor yang tidak mendaftarkan diri dalam PKPU Garuda Indonesia di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Hingga menjelang pengumuman hasil PKPU yang dilaksanakan Senin sore (20/6/2022), belum diketahui alasan pasti Boeing tidak ikut berpartisipasi dalam penyelesaian utang emiten dengan kode saham GIAA ini.
Bahkan, belum diketahui akan ada langkah hukum lain yang nantinya ditempuh perusahaan pesawat global tersebut.
BACA JUGA:Daftar BUMN yang Beri Utang ke Garuda Indonesia, Berikut Nomimalnya

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mencatat dalam waktu 30 hari setelah hasil PKPU diumumkan dan tidak ada langkah hukum dari manajemen Boeing , maka piutang senilai Rp10 triliun dianggap hangus.
&quot;Kalau dia gak daftar, by law aturan kita begitu (hangus),&quot; ungkap Irfan saat ditemui wartawan di PN Jakarta Pusat, dikutip Senin (20/6/2022).Di luar perkara Boeing, MNC Portal merangkum daftar beberapa lessor  global dan jumlah piutang yang telah terverifikasi oleh Tim Pengurus  PKPU. Berikut daftarnya:
Lessor asal California AS, ACG Acquisition 39891 LLC mengajukan  jumlah tagihan senilai Rp395 miliar, lalu ACG Aircraft Leasing Ireland  Limited sebesar Rp1,1 triliun, Aercap Ireland Capital Designated  Activity Company Rp1,4 triliun, Airbus S.A.S Rp7,9 triliun, Avolon  Aerospace AOE 137 Limited Rp1,0 triliun.
Kemudian, Avolon Aerospace AOE 138 Limited Rp1 triliun, Avolon  Aerospace AOE 86 Limited Rp1,7 triliun, Avolon Aerospace AOE 87 Limited  Rp1,4 triliun, Centennial Aviation 2, S.A.R.L Rp1,2 triliun, CFM  International, Inc. Rp2,4 triliun CMIG Aircraft Leasing Seven Ireland  Limited Rp1,2 triliun, Jin Shan 9 Ireland Company Rp6,4 triliun, JSA  International U.S Holding, LLC Rp2,8 triliun.
Lalu, Kornerstone Airlease No. 1 Limited 1,1 triliun, Nordic Aviation  Leasing Eleven Pte. Ltd Rp2 triliun, Nordic Aviation Leasing Seven Pte.  Ltd Rp3 triliun, Nordic Aviation Leasing Sixteen Pte. Ltd Rp1 triliun,  Oriental Leasing 31 Company Limited Rp1,2 triliun, dan ORIX Aviation  Systems Limited Rp5,9 triliun.
Diikuti, Rolls Royce Plc, Rp3,5 triliun, Rolls Royce Total Care  Services Limited Rp9 triliun, Sailes 4, LLC Rp2,1 triliun, Sailes 4-2,  LLC Rp1,9 triliun, Salwa Aircraft Leasing Limited Rp4,8 triliun, Sky  High XXXIII Leasing Company Limited Rp1,5 triliun, Sky High LVI Leasing  Company Limited Rp2,9 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah piutang lessor atau perusahaan penyewa pesawat di PT Garuda Indonesia Tbk mencapai Rp104 triliun lebih. Utang lessor ini masuk dalam Daftar Piutang Tetap (DPT) yang telah diverifikasi Tim Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Data Tim Pengurus PKPU Garuda Indonesia, jumlah tersebut terdiri dari 123 lessor global. Total ini pun tidak termasuk piutang produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing, sebesar USD822 juta atau setara Rp10 triliun.
BACA JUGA:PKPU Garuda Indonesia Ditunda, 2 Lessor Keberatan Hasil Voting

Boeing merupakan lessor yang tidak mendaftarkan diri dalam PKPU Garuda Indonesia di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Hingga menjelang pengumuman hasil PKPU yang dilaksanakan Senin sore (20/6/2022), belum diketahui alasan pasti Boeing tidak ikut berpartisipasi dalam penyelesaian utang emiten dengan kode saham GIAA ini.
Bahkan, belum diketahui akan ada langkah hukum lain yang nantinya ditempuh perusahaan pesawat global tersebut.
BACA JUGA:Daftar BUMN yang Beri Utang ke Garuda Indonesia, Berikut Nomimalnya

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mencatat dalam waktu 30 hari setelah hasil PKPU diumumkan dan tidak ada langkah hukum dari manajemen Boeing , maka piutang senilai Rp10 triliun dianggap hangus.
&quot;Kalau dia gak daftar, by law aturan kita begitu (hangus),&quot; ungkap Irfan saat ditemui wartawan di PN Jakarta Pusat, dikutip Senin (20/6/2022).Di luar perkara Boeing, MNC Portal merangkum daftar beberapa lessor  global dan jumlah piutang yang telah terverifikasi oleh Tim Pengurus  PKPU. Berikut daftarnya:
Lessor asal California AS, ACG Acquisition 39891 LLC mengajukan  jumlah tagihan senilai Rp395 miliar, lalu ACG Aircraft Leasing Ireland  Limited sebesar Rp1,1 triliun, Aercap Ireland Capital Designated  Activity Company Rp1,4 triliun, Airbus S.A.S Rp7,9 triliun, Avolon  Aerospace AOE 137 Limited Rp1,0 triliun.
Kemudian, Avolon Aerospace AOE 138 Limited Rp1 triliun, Avolon  Aerospace AOE 86 Limited Rp1,7 triliun, Avolon Aerospace AOE 87 Limited  Rp1,4 triliun, Centennial Aviation 2, S.A.R.L Rp1,2 triliun, CFM  International, Inc. Rp2,4 triliun CMIG Aircraft Leasing Seven Ireland  Limited Rp1,2 triliun, Jin Shan 9 Ireland Company Rp6,4 triliun, JSA  International U.S Holding, LLC Rp2,8 triliun.
Lalu, Kornerstone Airlease No. 1 Limited 1,1 triliun, Nordic Aviation  Leasing Eleven Pte. Ltd Rp2 triliun, Nordic Aviation Leasing Seven Pte.  Ltd Rp3 triliun, Nordic Aviation Leasing Sixteen Pte. Ltd Rp1 triliun,  Oriental Leasing 31 Company Limited Rp1,2 triliun, dan ORIX Aviation  Systems Limited Rp5,9 triliun.
Diikuti, Rolls Royce Plc, Rp3,5 triliun, Rolls Royce Total Care  Services Limited Rp9 triliun, Sailes 4, LLC Rp2,1 triliun, Sailes 4-2,  LLC Rp1,9 triliun, Salwa Aircraft Leasing Limited Rp4,8 triliun, Sky  High XXXIII Leasing Company Limited Rp1,5 triliun, Sky High LVI Leasing  Company Limited Rp2,9 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
