<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Bilang Gotong Royong Kunci Hadapi Kompetisi Global</title><description>Jokowi) mengungkapkan bahwa masyarakat harus saling bergotong royong untuk bisa menghadapi permasalahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615446/jokowi-bilang-gotong-royong-kunci-hadapi-kompetisi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615446/jokowi-bilang-gotong-royong-kunci-hadapi-kompetisi-global"/><item><title>Jokowi Bilang Gotong Royong Kunci Hadapi Kompetisi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615446/jokowi-bilang-gotong-royong-kunci-hadapi-kompetisi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615446/jokowi-bilang-gotong-royong-kunci-hadapi-kompetisi-global</guid><pubDate>Selasa 21 Juni 2022 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/21/320/2615446/jokowi-bilang-gotong-royong-kunci-hadapi-kompetisi-global-JFvbmJ99y7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/21/320/2615446/jokowi-bilang-gotong-royong-kunci-hadapi-kompetisi-global-JFvbmJ99y7.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa masyarakat harus saling bergotong royong untuk bisa menghadapi permasalahan dan kompetisi global saat ini.
&quot;Jadi tanpa gotong royong kita akan kesulitan menghadapi kompetisi global,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Rakernas II PDIP, Jakarta, Selasa (21/6/2022).
BACA JUGA:Presiden Jokowi Ulang Tahun Hari Ini, Erick Thohir: Semoga Diberi Perlindungan Allah

Jokowi menjelaskan kompetisi global saat ini hampir terjadi pada semua sektor. Dari mulai hulu ke hilir termasuk kompetisi dalam menghadapi krisis global.
&quot;Dan kompetisi saat ini terjadi hampir di semua sektor dari hulu sampai hilir. Tidak hanya berkompetisi di bidang ekonomi, di bidang bisnis, tapi juga SDM. Di bidang sains dan teknologi. Dan termasuk yg kita alami skrg ini, kompetisi dalam menghadapi krisis pangan dan krisis energi global,&quot; jelasnya.
Maka dari itu, Jokowi berpesan untuk masyarakat harus saling bergotong royong untuk membangun membangun kemandirian pangan. Menurutnya setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing.
&quot;Di urusan pangan, kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dgn karakteristik tanahnya, dan kondisi masyarakatnya, dan sesuai tradisi makan warganya. Jangan dipaksa-paksa. Karenaa memang setiaap daerah itu memiliki karakter yang berbeda-beda,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Ulang Tahun Ke-61, Presiden Jokowi : Saya Terima Banyak Ucapan Selamat sejak Dini Hari

Jokowi mencotohkan pada daerah Papua, tanahnya cocok untuk ditanami sagu. Masyarakatnya juga telah terbiasa mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokok pengganti beras.Sedangkan di NTT bagus untuk ditanami Sorgum dan jagung. Sorgum pun bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini harganya melambung tinggi akibat adanya perang Rusia dan Ukraina.
&quot;Ini yang harus mulai dipikirkan dan saya berterima kasih kepada bu Mega, BRIN sekarang diarahkan kepada riset penelitian hal-hal yang berkaitan dengan pangan. Arahnya ke depan bener. Bener memang harus ke sana,&quot; kata Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa masyarakat harus saling bergotong royong untuk bisa menghadapi permasalahan dan kompetisi global saat ini.
&quot;Jadi tanpa gotong royong kita akan kesulitan menghadapi kompetisi global,&quot; ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Rakernas II PDIP, Jakarta, Selasa (21/6/2022).
BACA JUGA:Presiden Jokowi Ulang Tahun Hari Ini, Erick Thohir: Semoga Diberi Perlindungan Allah

Jokowi menjelaskan kompetisi global saat ini hampir terjadi pada semua sektor. Dari mulai hulu ke hilir termasuk kompetisi dalam menghadapi krisis global.
&quot;Dan kompetisi saat ini terjadi hampir di semua sektor dari hulu sampai hilir. Tidak hanya berkompetisi di bidang ekonomi, di bidang bisnis, tapi juga SDM. Di bidang sains dan teknologi. Dan termasuk yg kita alami skrg ini, kompetisi dalam menghadapi krisis pangan dan krisis energi global,&quot; jelasnya.
Maka dari itu, Jokowi berpesan untuk masyarakat harus saling bergotong royong untuk membangun membangun kemandirian pangan. Menurutnya setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing.
&quot;Di urusan pangan, kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dgn karakteristik tanahnya, dan kondisi masyarakatnya, dan sesuai tradisi makan warganya. Jangan dipaksa-paksa. Karenaa memang setiaap daerah itu memiliki karakter yang berbeda-beda,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Ulang Tahun Ke-61, Presiden Jokowi : Saya Terima Banyak Ucapan Selamat sejak Dini Hari

Jokowi mencotohkan pada daerah Papua, tanahnya cocok untuk ditanami sagu. Masyarakatnya juga telah terbiasa mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokok pengganti beras.Sedangkan di NTT bagus untuk ditanami Sorgum dan jagung. Sorgum pun bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini harganya melambung tinggi akibat adanya perang Rusia dan Ukraina.
&quot;Ini yang harus mulai dipikirkan dan saya berterima kasih kepada bu Mega, BRIN sekarang diarahkan kepada riset penelitian hal-hal yang berkaitan dengan pangan. Arahnya ke depan bener. Bener memang harus ke sana,&quot; kata Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
