<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang RI Capai Rp7.040,32 Triliun, Negara Lain Bagaimana?</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa di tengah kondisi global yang tidak pasti dan bergejolak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615503/utang-ri-capai-rp7-040-32-triliun-negara-lain-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615503/utang-ri-capai-rp7-040-32-triliun-negara-lain-bagaimana"/><item><title>Utang RI Capai Rp7.040,32 Triliun, Negara Lain Bagaimana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615503/utang-ri-capai-rp7-040-32-triliun-negara-lain-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/21/320/2615503/utang-ri-capai-rp7-040-32-triliun-negara-lain-bagaimana</guid><pubDate>Selasa 21 Juni 2022 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/21/320/2615503/utang-ri-capai-rp7-040-32-triliun-negara-lain-bagaimana-dtROOgJ47E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/21/320/2615503/utang-ri-capai-rp7-040-32-triliun-negara-lain-bagaimana-dtROOgJ47E.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa di tengah kondisi global yang tidak pasti dan bergejolak, utang luar negeri Indonesia justru semakin menurun. Di mana asio utang ini dinilainya sehat karena adanya penurunan rasio terhadap PDB.
Tercatat rasio utang terhadap PDB saat ini adalah 39% dengan nominal utang mencapai Rp7.040,32 triliun. Sri menyebut penerimaan yang kuat dari ledakan komoditas berhasil mendorong penurunan rasio utang terhadap PDB sebesar 13%.
BACA JUGA:Utang RI Rp7.040 Triliun, Sri Mulyani: Beberapa Negara Rasionya Dramatis
&quot;Pandemi sekarang sudah memasuki tahun ketiga, tapi masih banyak negara yang mengalami defisit sangat dalam. Beberapa negara bahkan rasio utangnya dramatis, sudah mencapai di atas 60% bahkan ada yang 80% bahkan 100% terhadap PDB,&quot; ungkap Sri dalam UI International Conference on G20, dikutip Selasa (21/6/2022).
Dia mengatakan, bagi negara yang berpenghasilan rendah dan rentan, kondisinya menjadi tidak berkelanjutan.
BACA JUGA:Presiden Jokowi Ulang Tahun, Sri Mulyani: Semoga Allah Membalas Jasa Bapak dengan Kebaikan
&quot;Melihat situasi tersebut, kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 berupaya untuk menyelaraskan kerangka kebijakan dan diskusi bersama negara G20 untuk mencari solusi untuk negara berpenghasilan rendah yang tengah terlilit utang,&quot; tambahnya.Dia merasa khawatir melihat banyaknya negara berpenghasilan rendah yang berada dalam risiko yang sangat mengerikan atau mendekati krisis keuangan.
&quot;Menurut IMF, lebih dari 60 negara berada dalam kondisi yang sangat rentan secara finansial. Oleh karena itu, dunia perlu merespon,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa di tengah kondisi global yang tidak pasti dan bergejolak, utang luar negeri Indonesia justru semakin menurun. Di mana asio utang ini dinilainya sehat karena adanya penurunan rasio terhadap PDB.
Tercatat rasio utang terhadap PDB saat ini adalah 39% dengan nominal utang mencapai Rp7.040,32 triliun. Sri menyebut penerimaan yang kuat dari ledakan komoditas berhasil mendorong penurunan rasio utang terhadap PDB sebesar 13%.
BACA JUGA:Utang RI Rp7.040 Triliun, Sri Mulyani: Beberapa Negara Rasionya Dramatis
&quot;Pandemi sekarang sudah memasuki tahun ketiga, tapi masih banyak negara yang mengalami defisit sangat dalam. Beberapa negara bahkan rasio utangnya dramatis, sudah mencapai di atas 60% bahkan ada yang 80% bahkan 100% terhadap PDB,&quot; ungkap Sri dalam UI International Conference on G20, dikutip Selasa (21/6/2022).
Dia mengatakan, bagi negara yang berpenghasilan rendah dan rentan, kondisinya menjadi tidak berkelanjutan.
BACA JUGA:Presiden Jokowi Ulang Tahun, Sri Mulyani: Semoga Allah Membalas Jasa Bapak dengan Kebaikan
&quot;Melihat situasi tersebut, kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 berupaya untuk menyelaraskan kerangka kebijakan dan diskusi bersama negara G20 untuk mencari solusi untuk negara berpenghasilan rendah yang tengah terlilit utang,&quot; tambahnya.Dia merasa khawatir melihat banyaknya negara berpenghasilan rendah yang berada dalam risiko yang sangat mengerikan atau mendekati krisis keuangan.
&quot;Menurut IMF, lebih dari 60 negara berada dalam kondisi yang sangat rentan secara finansial. Oleh karena itu, dunia perlu merespon,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
