<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang IPO, PTPN III Integrasi ke 3 Sub Holding</title><description>PTPN III (Persero) akan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/278/2616354/jelang-ipo-ptpn-iii-integrasi-ke-3-sub-holding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/278/2616354/jelang-ipo-ptpn-iii-integrasi-ke-3-sub-holding"/><item><title>Jelang IPO, PTPN III Integrasi ke 3 Sub Holding</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/278/2616354/jelang-ipo-ptpn-iii-integrasi-ke-3-sub-holding</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/278/2616354/jelang-ipo-ptpn-iii-integrasi-ke-3-sub-holding</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/278/2616354/jelang-ipo-ptpn-iii-integrasi-ke-3-sub-holding-QQoiz5XHjR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jelang IPO PTPN III bidik 3 subholding (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/278/2616354/jelang-ipo-ptpn-iii-integrasi-ke-3-sub-holding-QQoiz5XHjR.jpg</image><title>Jelang IPO PTPN III bidik 3 subholding (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PTPN III (Persero) akan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. Menjelang IPO, Holding Perkebunan Nusantara ini membidik tiga sub holding.
Adapun ketiga sub holding ini di antaranya PalmCo, SugarCo atau PT Sinergi Gula Nusantara dan Supporting Co.
BACA JUGA:PTPN III akan IPO, KBUMN Akan Bentuk Sub Holding Supaya Mulus

Direktur Utama PTPN III M Abdul Ghani menyebut pendirian sub holding sudah ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2020-2026. Aksi ini juga untuk memperkuat industri pangan dan ketahanan pangan nasional.
&amp;ldquo;Dalam RJPP 2022-2026 Holding Perkebunan Nusantara akan melakukan integrasi Group PTPN ke dalam tiga sub holding yaitu PalmCo, SugarCo (PT Sinergi Gula Nusantara) dan Supporting Co&amp;rdquo; ungkap Ghani, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA:Cara Menteri ATR Hadi Tjahjanto Tangani Sengketa Lahan PTPN CII di Tegalrejo

Melalui tiga sub holding ini, lanjut Ghani, PTPN III akan mengoptimalisasi asetnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sub holding Palm Co, PTPN mengintegrasikan industri hulu ke hilir kelapa sawit yang dimiliki perseroan. Proses ini menjadikan perusahaan sebagai perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan target luas areal sebesar 706.000 ha pada 2026.
Tak hanya itu, Palm Co mampu menghasilkan 1,8 juta ton olein per tahun dan 433.000 ton biodiesel per tahun. Olein yang dihasilkan diharapkan akan memenuhi kurang lebih 30 persen dari konsumsi minyak goreng domestik.Untuk Sugar Co akan entitas yang mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula  (PG) melalui kemitraan strategis. Entitas ini ditargetkan berkontribusi  pada pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula  pada 2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.
Sedangkan Supporting Co difokuskan untuk mengelola bisnis Group PTPN,  selain komoditi gula dan kelapa sawit, sub holding ini fokus pada  penguatan komoditas teh dan kopi, hingga pengembangan model bisnis baru  berbasis optimalisasi aset.
Aksi korporasi ini pun mendapat apresiasi dari anggota Komisi VI DPR  RI. Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan program yang dicanangkan oleh  Holding Perkebunan Nusantara ini dapat meningkatkan produksi dan  produktivitas pangan Tanah Air.
Komisi VI, kata Adisatrya, meminta Holding Perkebunan Nusantara fokus  pada target efisiensi pabrik dan peningkatan produksi dan kualitas  khususnya komoditas gula.
&quot;Komisi VI DPR berharap Holding Perkebunan Nusantara dapat terus  bekerja untuk mewujudkan program strategis dengan baik, sehingga target  pertumbuhan pemenuhan ketahanan pangan nasional bisa tercapai,&quot; ungkap  dia saat melakukan kunjungan kerja ke PTPN III.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PTPN III (Persero) akan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. Menjelang IPO, Holding Perkebunan Nusantara ini membidik tiga sub holding.
Adapun ketiga sub holding ini di antaranya PalmCo, SugarCo atau PT Sinergi Gula Nusantara dan Supporting Co.
BACA JUGA:PTPN III akan IPO, KBUMN Akan Bentuk Sub Holding Supaya Mulus

Direktur Utama PTPN III M Abdul Ghani menyebut pendirian sub holding sudah ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2020-2026. Aksi ini juga untuk memperkuat industri pangan dan ketahanan pangan nasional.
&amp;ldquo;Dalam RJPP 2022-2026 Holding Perkebunan Nusantara akan melakukan integrasi Group PTPN ke dalam tiga sub holding yaitu PalmCo, SugarCo (PT Sinergi Gula Nusantara) dan Supporting Co&amp;rdquo; ungkap Ghani, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA:Cara Menteri ATR Hadi Tjahjanto Tangani Sengketa Lahan PTPN CII di Tegalrejo

Melalui tiga sub holding ini, lanjut Ghani, PTPN III akan mengoptimalisasi asetnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sub holding Palm Co, PTPN mengintegrasikan industri hulu ke hilir kelapa sawit yang dimiliki perseroan. Proses ini menjadikan perusahaan sebagai perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan target luas areal sebesar 706.000 ha pada 2026.
Tak hanya itu, Palm Co mampu menghasilkan 1,8 juta ton olein per tahun dan 433.000 ton biodiesel per tahun. Olein yang dihasilkan diharapkan akan memenuhi kurang lebih 30 persen dari konsumsi minyak goreng domestik.Untuk Sugar Co akan entitas yang mengkonsolidasikan 36 Pabrik Gula  (PG) melalui kemitraan strategis. Entitas ini ditargetkan berkontribusi  pada pencapaian swasembada gula nasional dengan target produksi gula  pada 2026 sebanyak 1,8 juta ton per tahun.
Sedangkan Supporting Co difokuskan untuk mengelola bisnis Group PTPN,  selain komoditi gula dan kelapa sawit, sub holding ini fokus pada  penguatan komoditas teh dan kopi, hingga pengembangan model bisnis baru  berbasis optimalisasi aset.
Aksi korporasi ini pun mendapat apresiasi dari anggota Komisi VI DPR  RI. Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan program yang dicanangkan oleh  Holding Perkebunan Nusantara ini dapat meningkatkan produksi dan  produktivitas pangan Tanah Air.
Komisi VI, kata Adisatrya, meminta Holding Perkebunan Nusantara fokus  pada target efisiensi pabrik dan peningkatan produksi dan kualitas  khususnya komoditas gula.
&quot;Komisi VI DPR berharap Holding Perkebunan Nusantara dapat terus  bekerja untuk mewujudkan program strategis dengan baik, sehingga target  pertumbuhan pemenuhan ketahanan pangan nasional bisa tercapai,&quot; ungkap  dia saat melakukan kunjungan kerja ke PTPN III.</content:encoded></item></channel></rss>
