<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Era Digital, Erick Thohir Minta Masyarakat Jangan Saling Menyalahkan</title><description>Erick Thohir mengaku geram lantaran masyarakat kerap saling menyalahkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616108/di-era-digital-erick-thohir-minta-masyarakat-jangan-saling-menyalahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616108/di-era-digital-erick-thohir-minta-masyarakat-jangan-saling-menyalahkan"/><item><title>Di Era Digital, Erick Thohir Minta Masyarakat Jangan Saling Menyalahkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616108/di-era-digital-erick-thohir-minta-masyarakat-jangan-saling-menyalahkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616108/di-era-digital-erick-thohir-minta-masyarakat-jangan-saling-menyalahkan</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616108/di-era-digital-erick-thohir-minta-masyarakat-jangan-saling-menyalahkan-kyVClr8Pj4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616108/di-era-digital-erick-thohir-minta-masyarakat-jangan-saling-menyalahkan-kyVClr8Pj4.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku geram lantaran masyarakat kerap saling menyalahkan. Akibatnya pesimisme justru mendominasi sikap optimisme di masyarakat.
Menurut dia, era digitalisasi mengharuskan adanya persatuan nasional karena erat kaitannya dengan kesejahteraan ekonomi.
BACA JUGA:Erick Thohir Ungkap 9 Jenis Pekerjaan Bakal Lenyap pada 2030, Ini Daftarnya

&quot;Kita ini selalu saling menyalahkan, sehingga muncul pesimisme, apalagi di era digital. Ibarat menonton sepak bola, komentator selalu lebih jago dari pemain,&quot; ungkap Erick dalam Kuliah Umum di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, dikutip Rabu (22/6/2022).
Erick mencatat penting bagi Indonesia memiliki karakter sebagai sebuah bangsa. Keutuhan sebagai satu bangsa tidak lepas dari kesejahteraan ekonomi. Kerukunan tidak mungkin tercipta jika ada keseimbangan.  Keadilan harus diciptakan. &quot;Namun jangan selalu berbicara bahwa ekonomi tidak adil,&quot; tegas dia.
Dia mencatat pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi salah satu yang tertinggi di dunia karena konsisten tumbuh di angka 5 persen. Ini juga didukung oleh pasar dalam negeri yang dinilai semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk.
BACA JUGA:Temui Ridwan Kamil, Erick Thohir Senang Lihat Senyum dan Tawa Kang Emil dan Teh Atalia

&quot;Pertumbuhan ekonomi Indonesia Alhamdulillah terus meningkat 5 persen setiap tahun, salah satu yang tertinggi di dunia. Ini sesuatu yang luar biasa, tidak banyak bangsa di dunia yang punya ekonomi sebagus ini. Market kita akan semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk. Kita akan menyalip Amerika Serikat. Jumlah pertumbuhan kelas menengah kita juga luar biasa,&amp;rdquo; tutur dia.Penanganan pandemi Covid-19 pun diklaim berhasil oleh Erick Thohir. Saat banyak pihak pesimis Indonesia bisa keluar dari badai pandemi, lanjut Erick, pemerintah justru membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan penanganan Covid-19 tersukses di dunia.
&quot;Ketika pandemi melanda, banyak narasi pesimis terkait covid-19. Namun ternyata dugaan tersebut salah. Ternyata kita bisa menangani covid-19 berkat kerja sama berbagai pihak. Terbukti juga pada momentum mudik lebaran kemarin ternyata tidak terjadi kemacetan yang parah,&amp;rdquo; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku geram lantaran masyarakat kerap saling menyalahkan. Akibatnya pesimisme justru mendominasi sikap optimisme di masyarakat.
Menurut dia, era digitalisasi mengharuskan adanya persatuan nasional karena erat kaitannya dengan kesejahteraan ekonomi.
BACA JUGA:Erick Thohir Ungkap 9 Jenis Pekerjaan Bakal Lenyap pada 2030, Ini Daftarnya

&quot;Kita ini selalu saling menyalahkan, sehingga muncul pesimisme, apalagi di era digital. Ibarat menonton sepak bola, komentator selalu lebih jago dari pemain,&quot; ungkap Erick dalam Kuliah Umum di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, dikutip Rabu (22/6/2022).
Erick mencatat penting bagi Indonesia memiliki karakter sebagai sebuah bangsa. Keutuhan sebagai satu bangsa tidak lepas dari kesejahteraan ekonomi. Kerukunan tidak mungkin tercipta jika ada keseimbangan.  Keadilan harus diciptakan. &quot;Namun jangan selalu berbicara bahwa ekonomi tidak adil,&quot; tegas dia.
Dia mencatat pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi salah satu yang tertinggi di dunia karena konsisten tumbuh di angka 5 persen. Ini juga didukung oleh pasar dalam negeri yang dinilai semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk.
BACA JUGA:Temui Ridwan Kamil, Erick Thohir Senang Lihat Senyum dan Tawa Kang Emil dan Teh Atalia

&quot;Pertumbuhan ekonomi Indonesia Alhamdulillah terus meningkat 5 persen setiap tahun, salah satu yang tertinggi di dunia. Ini sesuatu yang luar biasa, tidak banyak bangsa di dunia yang punya ekonomi sebagus ini. Market kita akan semakin besar seiring dengan pertambahan penduduk. Kita akan menyalip Amerika Serikat. Jumlah pertumbuhan kelas menengah kita juga luar biasa,&amp;rdquo; tutur dia.Penanganan pandemi Covid-19 pun diklaim berhasil oleh Erick Thohir. Saat banyak pihak pesimis Indonesia bisa keluar dari badai pandemi, lanjut Erick, pemerintah justru membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan penanganan Covid-19 tersukses di dunia.
&quot;Ketika pandemi melanda, banyak narasi pesimis terkait covid-19. Namun ternyata dugaan tersebut salah. Ternyata kita bisa menangani covid-19 berkat kerja sama berbagai pihak. Terbukti juga pada momentum mudik lebaran kemarin ternyata tidak terjadi kemacetan yang parah,&amp;rdquo; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
