<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia: Kemungkinan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,6% Tahun Ini</title><description>Bank Dunia mencatat terdapat kemungkinan ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 4,6% di tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616212/bank-dunia-kemungkinan-ekonomi-indonesia-tumbuh-4-6-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616212/bank-dunia-kemungkinan-ekonomi-indonesia-tumbuh-4-6-tahun-ini"/><item><title>Bank Dunia: Kemungkinan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,6% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616212/bank-dunia-kemungkinan-ekonomi-indonesia-tumbuh-4-6-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616212/bank-dunia-kemungkinan-ekonomi-indonesia-tumbuh-4-6-tahun-ini</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616212/bank-dunia-kemungkinan-ekonomi-indonesia-tumbuh-4-6-tahun-ini-ROtlHDT7AB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616212/bank-dunia-kemungkinan-ekonomi-indonesia-tumbuh-4-6-tahun-ini-ROtlHDT7AB.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Dunia mencatat terdapat kemungkinan ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 4,6% di tahun 2022 dan hanya 4,7% pada tahun 2023 dalam skenario penurunan ekonomi global.
Lembaga dunia yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat tersebut memperkirakan pula bahwa dalam skenario terbaik, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1 persen pada 2022 dan 5,3 persen di 2023.
BACA JUGA:Bank Dunia: Stimulus Ekonomi RI Berhasil Mitigasi Dampak Covid-19

&quot;Lingkungan ekonomi global dapat menciptakan tekanan ke bawah dalam proyeksi tersebut,&quot; ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Habib Rab dalam acara Peluncuran Laporan &quot;Indonesia Economic Prospects June 2022&quot; yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Dia menjelaskan penurunan pertumbuhan ekonomi global secara luas dapat menyebabkan penurunan permintaan ekspor komoditas, memicu pengurangan produksi, dan harga yang lebih tinggi.
Hal tersebut dapat memaksa realokasi fiskal dari pembelanjaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kepada subsidi yang tidak ditargetkan.
BACA JUGA:Bank Dunia Bilang Keuangan RI Rentan terhadap Risiko Global

&quot;Ini juga bisa berarti biaya pinjaman yang lebih tinggi dan investasi yang lebih rendah,&quot; tuturnya.Sementara itu, Habib memperkirakan inflasi di Indonesia juga akan meningkat hingga mencapai 3,6 persen pada tahun ini.
Harga minyak dunia secara historis mempengaruhi inflasi harga konsumen di Indonesia, tetapi efeknya dapat ditumpulkan oleh subsidi energi dan terkadang oleh apresiasi nilai tukar rupiah.
Meski indikator menunjukkan terdapat ekspektasi peningkatan inflasi, ia menilai kemungkinan besar inflasi masih akan berada dalam target Bank Indonesia pada tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Dunia mencatat terdapat kemungkinan ekonomi Indonesia tumbuh melambat menjadi 4,6% di tahun 2022 dan hanya 4,7% pada tahun 2023 dalam skenario penurunan ekonomi global.
Lembaga dunia yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat tersebut memperkirakan pula bahwa dalam skenario terbaik, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1 persen pada 2022 dan 5,3 persen di 2023.
BACA JUGA:Bank Dunia: Stimulus Ekonomi RI Berhasil Mitigasi Dampak Covid-19

&quot;Lingkungan ekonomi global dapat menciptakan tekanan ke bawah dalam proyeksi tersebut,&quot; ujar Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Habib Rab dalam acara Peluncuran Laporan &quot;Indonesia Economic Prospects June 2022&quot; yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Dia menjelaskan penurunan pertumbuhan ekonomi global secara luas dapat menyebabkan penurunan permintaan ekspor komoditas, memicu pengurangan produksi, dan harga yang lebih tinggi.
Hal tersebut dapat memaksa realokasi fiskal dari pembelanjaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kepada subsidi yang tidak ditargetkan.
BACA JUGA:Bank Dunia Bilang Keuangan RI Rentan terhadap Risiko Global

&quot;Ini juga bisa berarti biaya pinjaman yang lebih tinggi dan investasi yang lebih rendah,&quot; tuturnya.Sementara itu, Habib memperkirakan inflasi di Indonesia juga akan meningkat hingga mencapai 3,6 persen pada tahun ini.
Harga minyak dunia secara historis mempengaruhi inflasi harga konsumen di Indonesia, tetapi efeknya dapat ditumpulkan oleh subsidi energi dan terkadang oleh apresiasi nilai tukar rupiah.
Meski indikator menunjukkan terdapat ekspektasi peningkatan inflasi, ia menilai kemungkinan besar inflasi masih akan berada dalam target Bank Indonesia pada tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
