<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bakal Ekspor Beras ke China hingga Arab</title><description>Indonesia bakal mengekspor beras ke tiga negara, yakni China, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616419/ri-bakal-ekspor-beras-ke-china-hingga-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616419/ri-bakal-ekspor-beras-ke-china-hingga-arab"/><item><title>RI Bakal Ekspor Beras ke China hingga Arab</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616419/ri-bakal-ekspor-beras-ke-china-hingga-arab</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616419/ri-bakal-ekspor-beras-ke-china-hingga-arab</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616419/ri-bakal-ekspor-beras-ke-china-hingga-arab-hHUlVFXERM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia akan ekspor beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616419/ri-bakal-ekspor-beras-ke-china-hingga-arab-hHUlVFXERM.jpg</image><title>Indonesia akan ekspor beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bakal mengekspor beras ke tiga negara, yakni China, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan permintaan beras dari tiga negara tersebut cukup besar. Meski demikian, tidak seluruhnya disanggupi oleh Pemerintah RI.
Diaa mengatakan dari China mengajukan permintaan impor beras sebesar 2,4 juta ton/tahun, Brunei Darussalam 100.000 ton/tahun, dan Arab Saudi sebesar 1.500 ton/tahun.
BACA JUGA:Kementan Dukung Penuh Peluang Pasar Ekspor Beras Premium

Meski demikian, untuk sementara ini pemerintah hanya menyanggupi ekspor sebesar 100.000 ton/tahun karena ingin tetap mengamankan kebutuhan pangan dalam negeri.
&quot;Bapak Presiden dari permintaan banyak negara hanya setuju 100.000 ton, tapi sebetulnya kami punya overstock di atas 7 juta ton. Kami tidak mau ekspor tapi kebobolan, harapannya tidak ada masalah,&quot; katanya dilasnir dari Antara, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA:Jokowi: Kalau Ada Sisa, Silakan Ekspor Beras

Bahkan, permintaan yang datang ke Indonesia bukan hanya komoditas beras tetapi juga yang lain, salah satunya dari Singapura yang mengajukan permintaan impor telur dan daging ayam.&quot;Sejauh ini sudah ada 22 negara yang menutup diri untuk ekspor.  Kemarin kami dimintai Singapura untuk telur dan ayam karena Malaysia  menutup (keran ekspor),&quot; katanya.
Menurutnya kondisi tersebut tidak lepas dari ancaman krisis pangan  dunia yang sudah di depan mata. Oleh karena itu, langkah penutupan keran  ekspor oleh sejumlah negara tersebut menjadi peluang bagi Indonesia  untuk melakukan ekspor pangan termasuk beras.
&quot;Untuk sementara ini jangan sampai peluang yang ada nanti diambil negara lain,&quot; katanya.
Syahrul mengatakan saat ini sejumlah pelaku ekspor juga sudah mulai menawarkan produknya untuk diekspor.
&quot;Teman-teman penggilingan yang kelas bagus sudah berlomba menawarkan  diri untuk melakukan ekspor, terutama yang dari Jawa,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia bakal mengekspor beras ke tiga negara, yakni China, Brunei Darussalam, dan Arab Saudi. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan permintaan beras dari tiga negara tersebut cukup besar. Meski demikian, tidak seluruhnya disanggupi oleh Pemerintah RI.
Diaa mengatakan dari China mengajukan permintaan impor beras sebesar 2,4 juta ton/tahun, Brunei Darussalam 100.000 ton/tahun, dan Arab Saudi sebesar 1.500 ton/tahun.
BACA JUGA:Kementan Dukung Penuh Peluang Pasar Ekspor Beras Premium

Meski demikian, untuk sementara ini pemerintah hanya menyanggupi ekspor sebesar 100.000 ton/tahun karena ingin tetap mengamankan kebutuhan pangan dalam negeri.
&quot;Bapak Presiden dari permintaan banyak negara hanya setuju 100.000 ton, tapi sebetulnya kami punya overstock di atas 7 juta ton. Kami tidak mau ekspor tapi kebobolan, harapannya tidak ada masalah,&quot; katanya dilasnir dari Antara, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA:Jokowi: Kalau Ada Sisa, Silakan Ekspor Beras

Bahkan, permintaan yang datang ke Indonesia bukan hanya komoditas beras tetapi juga yang lain, salah satunya dari Singapura yang mengajukan permintaan impor telur dan daging ayam.&quot;Sejauh ini sudah ada 22 negara yang menutup diri untuk ekspor.  Kemarin kami dimintai Singapura untuk telur dan ayam karena Malaysia  menutup (keran ekspor),&quot; katanya.
Menurutnya kondisi tersebut tidak lepas dari ancaman krisis pangan  dunia yang sudah di depan mata. Oleh karena itu, langkah penutupan keran  ekspor oleh sejumlah negara tersebut menjadi peluang bagi Indonesia  untuk melakukan ekspor pangan termasuk beras.
&quot;Untuk sementara ini jangan sampai peluang yang ada nanti diambil negara lain,&quot; katanya.
Syahrul mengatakan saat ini sejumlah pelaku ekspor juga sudah mulai menawarkan produknya untuk diekspor.
&quot;Teman-teman penggilingan yang kelas bagus sudah berlomba menawarkan  diri untuk melakukan ekspor, terutama yang dari Jawa,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
