<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenparekraf: Kuliner Penyumbang PDB Ekraf Terbesar, Serap Jutaan Tenaga Kerja</title><description>Angela Tanoesoedibjo berharap ajang FoodStartUp Indonesia (FSI) 2022 bisa membuka peluang kerja sama dan kolaborasi baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616421/wamenparekraf-kuliner-penyumbang-pdb-ekraf-terbesar-serap-jutaan-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616421/wamenparekraf-kuliner-penyumbang-pdb-ekraf-terbesar-serap-jutaan-tenaga-kerja"/><item><title>Wamenparekraf: Kuliner Penyumbang PDB Ekraf Terbesar, Serap Jutaan Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616421/wamenparekraf-kuliner-penyumbang-pdb-ekraf-terbesar-serap-jutaan-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/22/320/2616421/wamenparekraf-kuliner-penyumbang-pdb-ekraf-terbesar-serap-jutaan-tenaga-kerja</guid><pubDate>Rabu 22 Juni 2022 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616421/wamenparekraf-kuliner-penyumbang-pdb-ekraf-terbesar-serap-jutaan-tenaga-kerja-FVsKcmIUnE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo sebut kuliner jadi penyumbang PDB ekraf terbesar (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/22/320/2616421/wamenparekraf-kuliner-penyumbang-pdb-ekraf-terbesar-serap-jutaan-tenaga-kerja-FVsKcmIUnE.jpg</image><title>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo sebut kuliner jadi penyumbang PDB ekraf terbesar (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>NUSA DUA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo berharap ajang FoodStartUp Indonesia (FSI) 2022 bisa membuka peluang kerja sama dan kolaborasi baru antara investor dan pelaku kuliner di Tanah Air.
Wamenparekraf Angela menjelaskan, Kemenparekraf mendukung pengembangan industri kuliner, karena dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kuliner penyumbang PDB ekraf terbesar secara konsisten.
BACA JUGA:Bicara di Forum Global AVPN, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Pandemi Mengingatkan, Sustainability Bukan Opsional!

Berdasarkan data, subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp1.134,9 triliun pada tahun 2020. dan juga penyerap tenaga kerja terbesar di ekonomi kreatif sebesar 9,5 juta.
&amp;ldquo;Jadi yang paling utama bukan siapa pemenangnya, tetapi kita bisa mengambil ilmu yang baru dari FSI ini dan kita bisa mengambil peluang kerja sama usaha baru dan kolaborasi baru. Semoga melalui FSI ini ekosistem ekraf kita khususnya di subsektor kuliner bisa lebih kondusif, berkelanjutan, inklusif, dan lebih bermanfaat,&amp;rdquo; katanya yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital &amp;amp; Kreatif-- saat hadir di Demoday FSI 2022 yang digelar di The Westin Nusa Dua, Bali, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Investasi Teknologi Penting demi Cegah Krisis Sektor Parekraf

Di samping itu, lanjut Wamenparekraf Angela, bila dilihat potensi, kuliner juga sebagai langkah untuk melestarikan budaya, diplomasi budaya melalui gastronomi dan juga membantu pariwisata Indonesia.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, Kemenparekraf memiliki berbagai program untuk mendukung industri kuliner di Tanah Air, untuk meningkatkan resiliensi pelaku kuliner selama pandemi dengan digitalisasi dan untuk meningkatkan daya saing, baik secara nasional maupun global salah satunya melalui program Spice Up the World dan tentunya FSI,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNy8xLzE0NjgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;FoodStartUp Indonesia sendiri merupakan agenda tahunan  Kemenparekraf/Baparekraf yang diselenggarakan sejak tahun 2016 yang  berupaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan  akses permodalan/pembiayaan, sehingga diharapkan terjadi peningkatan  percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif kuliner dan terbukanya lapangan  kerja di Indonesia.
FSI telah memberikan kontribusi bagi subsektor kuliner. Tercatat  sekitar 25 ribu pelaku ekonomi kreatif kuliner terlibat, 3.200-an  proposal pitching untuk membangun usaha, dan Rp65 miliar dana investasi  bergulir.
&amp;ldquo;Tahun ini, kita melaksanakannya beriringan dengan AVPN Global  Conference 2022 yang juga side event dari G20, karena kita sangat  berharap peluang dan eksposur bagi peserta FSI makin terbuka lebar,&amp;rdquo;  ujarnya.
Wamenparekraf juga mendorong pelaku usaha kuliner Kemenparekraf  bergabung dalam program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, di  mana kegiatan tersebut telah membantu UMKM untuk masuk ke platform  digital atau on boarding.
Sebelum sambutan, Wamenparekraf Angela juga sempat mencicipi produk-produk kuliner yang sudah dikurasi oleh para mentor.
&amp;ldquo;Tadi saya lihat, ada 15 besar brand yang akan presentasi, saya juga  sempat melihat potensi yang ada dan mencicipi langsung produk dari  peserta seperti, jamu, ramen, gelato, dan masih banyak lagi,&amp;rdquo; ujarnya.
Turut hadir mendampingi Wamenparekraf Angela; Deputi Bidang Industri  dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Hotma Parlindungan  Manurung; serta Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf  Hanifah Makarim.</description><content:encoded>NUSA DUA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo berharap ajang FoodStartUp Indonesia (FSI) 2022 bisa membuka peluang kerja sama dan kolaborasi baru antara investor dan pelaku kuliner di Tanah Air.
Wamenparekraf Angela menjelaskan, Kemenparekraf mendukung pengembangan industri kuliner, karena dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kuliner penyumbang PDB ekraf terbesar secara konsisten.
BACA JUGA:Bicara di Forum Global AVPN, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Pandemi Mengingatkan, Sustainability Bukan Opsional!

Berdasarkan data, subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp1.134,9 triliun pada tahun 2020. dan juga penyerap tenaga kerja terbesar di ekonomi kreatif sebesar 9,5 juta.
&amp;ldquo;Jadi yang paling utama bukan siapa pemenangnya, tetapi kita bisa mengambil ilmu yang baru dari FSI ini dan kita bisa mengambil peluang kerja sama usaha baru dan kolaborasi baru. Semoga melalui FSI ini ekosistem ekraf kita khususnya di subsektor kuliner bisa lebih kondusif, berkelanjutan, inklusif, dan lebih bermanfaat,&amp;rdquo; katanya yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital &amp;amp; Kreatif-- saat hadir di Demoday FSI 2022 yang digelar di The Westin Nusa Dua, Bali, Rabu (22/6/2022).
BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Investasi Teknologi Penting demi Cegah Krisis Sektor Parekraf

Di samping itu, lanjut Wamenparekraf Angela, bila dilihat potensi, kuliner juga sebagai langkah untuk melestarikan budaya, diplomasi budaya melalui gastronomi dan juga membantu pariwisata Indonesia.
&amp;ldquo;Oleh karena itu, Kemenparekraf memiliki berbagai program untuk mendukung industri kuliner di Tanah Air, untuk meningkatkan resiliensi pelaku kuliner selama pandemi dengan digitalisasi dan untuk meningkatkan daya saing, baik secara nasional maupun global salah satunya melalui program Spice Up the World dan tentunya FSI,&amp;rdquo; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNy8xLzE0NjgzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;FoodStartUp Indonesia sendiri merupakan agenda tahunan  Kemenparekraf/Baparekraf yang diselenggarakan sejak tahun 2016 yang  berupaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan  akses permodalan/pembiayaan, sehingga diharapkan terjadi peningkatan  percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif kuliner dan terbukanya lapangan  kerja di Indonesia.
FSI telah memberikan kontribusi bagi subsektor kuliner. Tercatat  sekitar 25 ribu pelaku ekonomi kreatif kuliner terlibat, 3.200-an  proposal pitching untuk membangun usaha, dan Rp65 miliar dana investasi  bergulir.
&amp;ldquo;Tahun ini, kita melaksanakannya beriringan dengan AVPN Global  Conference 2022 yang juga side event dari G20, karena kita sangat  berharap peluang dan eksposur bagi peserta FSI makin terbuka lebar,&amp;rdquo;  ujarnya.
Wamenparekraf juga mendorong pelaku usaha kuliner Kemenparekraf  bergabung dalam program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, di  mana kegiatan tersebut telah membantu UMKM untuk masuk ke platform  digital atau on boarding.
Sebelum sambutan, Wamenparekraf Angela juga sempat mencicipi produk-produk kuliner yang sudah dikurasi oleh para mentor.
&amp;ldquo;Tadi saya lihat, ada 15 besar brand yang akan presentasi, saya juga  sempat melihat potensi yang ada dan mencicipi langsung produk dari  peserta seperti, jamu, ramen, gelato, dan masih banyak lagi,&amp;rdquo; ujarnya.
Turut hadir mendampingi Wamenparekraf Angela; Deputi Bidang Industri  dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Hotma Parlindungan  Manurung; serta Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf  Hanifah Makarim.</content:encoded></item></channel></rss>
