<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Beres, Berapa Kapasitasnya?</title><description>PT Hutama Karya (Persero) menyelesaikan tiga proyek Engineering, Procurement &amp;amp; Construction (EPC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2616662/3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2616662/3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya"/><item><title>3 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Beres, Berapa Kapasitasnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2616662/3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2616662/3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya</guid><pubDate>Kamis 23 Juni 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/23/320/2616662/3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya-9RwdmFkWX6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hutama Karya selesaikan pembangunan 3 PLTM (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/23/320/2616662/3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya-9RwdmFkWX6.jpg</image><title>Hutama Karya selesaikan pembangunan 3 PLTM (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) menyelesaikan tiga proyek Engineering, Procurement &amp;amp; Construction (EPC). Proyek ini akan mendukung target zero carbon dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto mencatat pihaknya telah merampungkan tiga proyek, sementara ada satu proyek yang masih dikerjakan.
BACA JUGA:Usul PMN Rp30,5 Triliun, Hutama Karya Optimalkan Pembangunan Tol Trans Sumatera

Adapun proyek yang dimaksud, pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-2 di Manalu Sumatera Utara dengan kapasitas 2 x 5 MW. Proyek ini rampung pada 2021 lalu dengan owner PT Bina Godang Energi (BGE) dan telah beroperasi pada Mei 2021 lalu.
Kedua, pembangunan PLTM Gunung Wugul 2 x 1,5 MW di Banjarnegara, Jawa Barat. Lalu, PLTM Lambur berkapasitas 2 x 4 MW di Pekalongan, Jawa Tengah dengan owner PT Indonesia Power (Indonesia Power).
BACA JUGA:Hutama Karya Garap Proyek Jalur KA Medan-Binjai Rp172 miliar

Sedangkan proyek PLTM EPC yang juga dimiliki Indonesia Power dan saat ini tengah berjalan pembangunannya adalah PLTM Harjosari berkapasitas 3 x 3,3 MW di Pekalongan, Jawa Tengah.
&quot;Pembangunan keempat proyek EPC tersebut memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja baru. Sedangkan dari aspek lingkungan hidup, kedua PLTM tersebut memenuhi target Pemerintah dalam menyukseskan pembangkit listrik dengan EBT sebagai syarat untuk mencapai zero carbon pada tahun 2050&quot; ungkap Ferry, Kamis (23/6/2022).Sejak awal pembangunan proyek senilai Rp 141 miliar ini telah  direncanakan, termasuk penggunaan teknologinya. Dimulai dari desain PLTM  Direct Cascade hingga penggunaan Self Loading Mobile Concrete Mixer  pada pekerjaan pengecoran beton di jalur Penstock.
Selain penggunaan Self Loading Mobile Concrete Mixer, lanjut Ferry,  proyek PLTM Parmonangan 1 dan 2 menjadi pembangkit listrik pertama di  Indonesia yang menggunakan Cascade System, dimana aliran Sungai Aek  Sibundong yang keluar dari PLTM Parmonangan-1 akan langsung digunakan  untuk pemutaran turbin di Power House PLTM Parmonangan-2 yang letaknya  berdekatan untuk memanfaatkan potensi maksimal sungai.
Saluran transisi yang digunakan untuk Cascade System didukung oleh  struktur beton yang sudah mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI)  dan American Concrete Institute (ACI).
Keempat PLTM garapan Hutama Karya ini memiliki peran penting,  khususnya membantu pemerintah menanggulangi krisis energi untuk  meningkatkan rasio kelistrikan pada daerah-daerah yang tidak mampu  dijangkau jaringan listrik PLN.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) menyelesaikan tiga proyek Engineering, Procurement &amp;amp; Construction (EPC). Proyek ini akan mendukung target zero carbon dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto mencatat pihaknya telah merampungkan tiga proyek, sementara ada satu proyek yang masih dikerjakan.
BACA JUGA:Usul PMN Rp30,5 Triliun, Hutama Karya Optimalkan Pembangunan Tol Trans Sumatera

Adapun proyek yang dimaksud, pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-2 di Manalu Sumatera Utara dengan kapasitas 2 x 5 MW. Proyek ini rampung pada 2021 lalu dengan owner PT Bina Godang Energi (BGE) dan telah beroperasi pada Mei 2021 lalu.
Kedua, pembangunan PLTM Gunung Wugul 2 x 1,5 MW di Banjarnegara, Jawa Barat. Lalu, PLTM Lambur berkapasitas 2 x 4 MW di Pekalongan, Jawa Tengah dengan owner PT Indonesia Power (Indonesia Power).
BACA JUGA:Hutama Karya Garap Proyek Jalur KA Medan-Binjai Rp172 miliar

Sedangkan proyek PLTM EPC yang juga dimiliki Indonesia Power dan saat ini tengah berjalan pembangunannya adalah PLTM Harjosari berkapasitas 3 x 3,3 MW di Pekalongan, Jawa Tengah.
&quot;Pembangunan keempat proyek EPC tersebut memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja baru. Sedangkan dari aspek lingkungan hidup, kedua PLTM tersebut memenuhi target Pemerintah dalam menyukseskan pembangkit listrik dengan EBT sebagai syarat untuk mencapai zero carbon pada tahun 2050&quot; ungkap Ferry, Kamis (23/6/2022).Sejak awal pembangunan proyek senilai Rp 141 miliar ini telah  direncanakan, termasuk penggunaan teknologinya. Dimulai dari desain PLTM  Direct Cascade hingga penggunaan Self Loading Mobile Concrete Mixer  pada pekerjaan pengecoran beton di jalur Penstock.
Selain penggunaan Self Loading Mobile Concrete Mixer, lanjut Ferry,  proyek PLTM Parmonangan 1 dan 2 menjadi pembangkit listrik pertama di  Indonesia yang menggunakan Cascade System, dimana aliran Sungai Aek  Sibundong yang keluar dari PLTM Parmonangan-1 akan langsung digunakan  untuk pemutaran turbin di Power House PLTM Parmonangan-2 yang letaknya  berdekatan untuk memanfaatkan potensi maksimal sungai.
Saluran transisi yang digunakan untuk Cascade System didukung oleh  struktur beton yang sudah mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI)  dan American Concrete Institute (ACI).
Keempat PLTM garapan Hutama Karya ini memiliki peran penting,  khususnya membantu pemerintah menanggulangi krisis energi untuk  meningkatkan rasio kelistrikan pada daerah-daerah yang tidak mampu  dijangkau jaringan listrik PLN.</content:encoded></item></channel></rss>
