<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Belanja Penanganan Covid-19 dan PEN Sangat Lambat</title><description>Realisasi belanja penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2617038/sri-mulyani-belanja-penanganan-covid-19-dan-pen-sangat-lambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2617038/sri-mulyani-belanja-penanganan-covid-19-dan-pen-sangat-lambat"/><item><title>Sri Mulyani: Belanja Penanganan Covid-19 dan PEN Sangat Lambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2617038/sri-mulyani-belanja-penanganan-covid-19-dan-pen-sangat-lambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/23/320/2617038/sri-mulyani-belanja-penanganan-covid-19-dan-pen-sangat-lambat</guid><pubDate>Kamis 23 Juni 2022 18:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/23/320/2617038/sri-mulyani-belanja-penanganan-covid-19-dan-pen-sangat-lambat-FEENBRdEcG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi belanja penanganan covid-19 dan PEN masih minim (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/23/320/2617038/sri-mulyani-belanja-penanganan-covid-19-dan-pen-sangat-lambat-FEENBRdEcG.jpg</image><title>Realisasi belanja penanganan covid-19 dan PEN masih minim (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Realisasi belanja penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih minim. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja penanganan Covid-19 dan PEN mencapai Rp113,5 triliun sampai 17 Juni 2022.
&amp;ldquo;Belanja Penanganan Covid-19 dan PEN masih sangat lambat, dari Rp455,62 triliun yang terealisasi baru Rp113,5 triliun atau 24,9% dari yang dianggarkan. Ini sampai 17 Juni 2022 bukan posisi akhir Mei,&amp;rdquo; kata Menkeu Sri Mulyani dilansir dari Antara, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA:Anggaran Bansos Cair Rp157,9 Triliun hingga Mei 2022

Realisasi belanja PCPEN juga lebih rendah dibandingkan belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat yang telah mencapai di atas 33% dari dana yang dianggarkan.
Sebesar Rp57,0 triliun digunakan untuk perlindungan masyarakat seperti untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp14,35 triliun, kartu sembako Rp18,9 triliun untuk 18,8 juta KPM, dan BLT minyak goreng Rp7,2 triliun untuk 21,8 juta penerima.
BACA JUGA:Bansos Juni, BLT PKL hingga Kartu Prakerja Cair Rp55,8 Triliun

Di samping itu pemerintah juga memberikan BLT Desa sebesar Rp10,9 triliun untuk 7,26 juta keluarga, bantuan tunai untuk lebih dari 673,5 ribu pedagang kaki lima sebesar Rp1,3 triliun, dan Kartu Prakerja senilai Rp4,4 triliun untuk 1,23 juta penerima.&amp;ldquo;Untuk perlindungan masyarakat relatif tinggi, 36,9% dari pagu  Rp154,76 triliun seiring dengan pemerintah mencoba memberikan bantalan  sosial lebih cepat dan lebih tinggi pada masyarakat dengan guncangan  harga-harga yang meningkat,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Adapun anggaran PCPEN untuk penanganan kesehatan baru terealisasi  22,5% dari pagu atau sebesar Rp27,6 triliun. Sedang anggaran untuk  penguatan pemulihan ekonomi baru disalurkan 16,2% dari pagu yang sebesar  Rp178,32 triliun yakni Rp28,8 triliun.
&amp;ldquo;Ini menggambarkan bahwa sisi belanja masih belum perform dari PC PEN  daerah maupun belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat,&amp;rdquo; ucap  Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Realisasi belanja penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih minim. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja penanganan Covid-19 dan PEN mencapai Rp113,5 triliun sampai 17 Juni 2022.
&amp;ldquo;Belanja Penanganan Covid-19 dan PEN masih sangat lambat, dari Rp455,62 triliun yang terealisasi baru Rp113,5 triliun atau 24,9% dari yang dianggarkan. Ini sampai 17 Juni 2022 bukan posisi akhir Mei,&amp;rdquo; kata Menkeu Sri Mulyani dilansir dari Antara, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA:Anggaran Bansos Cair Rp157,9 Triliun hingga Mei 2022

Realisasi belanja PCPEN juga lebih rendah dibandingkan belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat yang telah mencapai di atas 33% dari dana yang dianggarkan.
Sebesar Rp57,0 triliun digunakan untuk perlindungan masyarakat seperti untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp14,35 triliun, kartu sembako Rp18,9 triliun untuk 18,8 juta KPM, dan BLT minyak goreng Rp7,2 triliun untuk 21,8 juta penerima.
BACA JUGA:Bansos Juni, BLT PKL hingga Kartu Prakerja Cair Rp55,8 Triliun

Di samping itu pemerintah juga memberikan BLT Desa sebesar Rp10,9 triliun untuk 7,26 juta keluarga, bantuan tunai untuk lebih dari 673,5 ribu pedagang kaki lima sebesar Rp1,3 triliun, dan Kartu Prakerja senilai Rp4,4 triliun untuk 1,23 juta penerima.&amp;ldquo;Untuk perlindungan masyarakat relatif tinggi, 36,9% dari pagu  Rp154,76 triliun seiring dengan pemerintah mencoba memberikan bantalan  sosial lebih cepat dan lebih tinggi pada masyarakat dengan guncangan  harga-harga yang meningkat,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Adapun anggaran PCPEN untuk penanganan kesehatan baru terealisasi  22,5% dari pagu atau sebesar Rp27,6 triliun. Sedang anggaran untuk  penguatan pemulihan ekonomi baru disalurkan 16,2% dari pagu yang sebesar  Rp178,32 triliun yakni Rp28,8 triliun.
&amp;ldquo;Ini menggambarkan bahwa sisi belanja masih belum perform dari PC PEN  daerah maupun belanja kementerian dan lembaga pemerintah pusat,&amp;rdquo; ucap  Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
