<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ikuti Jejak The Fed, BI Pilih Tahan Suku Bunga Acuan</title><description>Bank Indonesia (BI) tak mengikuti jejak the fed menaikkan suku bunga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2616971/tak-ikuti-jejak-the-fed-bi-pilih-tahan-suku-bunga-acuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2616971/tak-ikuti-jejak-the-fed-bi-pilih-tahan-suku-bunga-acuan"/><item><title>Tak Ikuti Jejak The Fed, BI Pilih Tahan Suku Bunga Acuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2616971/tak-ikuti-jejak-the-fed-bi-pilih-tahan-suku-bunga-acuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2616971/tak-ikuti-jejak-the-fed-bi-pilih-tahan-suku-bunga-acuan</guid><pubDate>Jum'at 24 Juni 2022 05:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/23/320/2616971/tak-ikuti-jejak-the-fed-bi-pilih-tahan-suku-bunga-acuan-f2FhObyxwE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/23/320/2616971/tak-ikuti-jejak-the-fed-bi-pilih-tahan-suku-bunga-acuan-f2FhObyxwE.jpg</image><title>Bank Indonesia tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) tak mengikuti jejak the fed menaikkan suku bunga. Bank Sentral Indonesia memilih menahan suku bunga acuan di level 3,5%.
Dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 22-23 Juni 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) sebesar 3,5% basis point (bps).
BACA JUGA:Bank Indonesia Tak Ingin Buru-Buru Tingkatkan Suku Bunga Acuan

Demikian pula dengan suku bunga Deposit Facility, tetap sebesar 2,75% dan suku bunga Lending Facility tetap di angka di level 4,25%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi, juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah naiknya tekanan eksternal terkait meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara.&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI  pada tanggal 22 sampai 23 Juni memutuskan untuk mempertahankan suku  bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%,&quot; kata Perry di  Jakarta.
Ke depan, ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan  tinggi dengan makin mengemukanya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi  dan peningkatan inflasi global, termasuk sebagai akibat dari makin  meluasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan yang ditempuh oleh  berbagai negara.
Baca Selengkapnya: BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) tak mengikuti jejak the fed menaikkan suku bunga. Bank Sentral Indonesia memilih menahan suku bunga acuan di level 3,5%.
Dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 22-23 Juni 2022 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) sebesar 3,5% basis point (bps).
BACA JUGA:Bank Indonesia Tak Ingin Buru-Buru Tingkatkan Suku Bunga Acuan

Demikian pula dengan suku bunga Deposit Facility, tetap sebesar 2,75% dan suku bunga Lending Facility tetap di angka di level 4,25%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi, juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah naiknya tekanan eksternal terkait meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara.&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI  pada tanggal 22 sampai 23 Juni memutuskan untuk mempertahankan suku  bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%,&quot; kata Perry di  Jakarta.
Ke depan, ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan  tinggi dengan makin mengemukanya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi  dan peningkatan inflasi global, termasuk sebagai akibat dari makin  meluasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan yang ditempuh oleh  berbagai negara.
Baca Selengkapnya: BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%</content:encoded></item></channel></rss>
