<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Kembali Meningkat, Aturan Masker Siap Diubah?</title><description>Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan tren kenaikan kasus 1.000 per hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617571/covid-19-kembali-meningkat-aturan-masker-siap-diubah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617571/covid-19-kembali-meningkat-aturan-masker-siap-diubah"/><item><title>Covid-19 Kembali Meningkat, Aturan Masker Siap Diubah?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617571/covid-19-kembali-meningkat-aturan-masker-siap-diubah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617571/covid-19-kembali-meningkat-aturan-masker-siap-diubah</guid><pubDate>Jum'at 24 Juni 2022 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/24/320/2617571/covid-19-kembali-meningkat-aturan-masker-siap-diubah-OfkR2DpJSn.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penggunaan masker. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/24/320/2617571/covid-19-kembali-meningkat-aturan-masker-siap-diubah-OfkR2DpJSn.JPG</image><title>Ilustrasi penggunaan masker. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan tren kenaikan kasus 1.000 per hari.

Juru bicara Satgas Covid-19 PB IDI, Erlina Burhan menyarakan pemerintah Indonesia untuk kembali menerapkan aturan penerapan protokol kesehatan pada masa Covid-19.

&quot;Kami berharap pemerintah kembali kepada aturan lama dalam menghadapi Covid-19. Di mana kita pernah berhasil (menurunkan angka Covid-19),&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (24/6/2022).

Erlina menyarankan agar penggunaan masker di luar ruangan tetap digunakan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Naik 449, Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 7.228 Orang
Hal itu karena adanya varian baru Covid-19, yakni BA.4 dan BA.5 yang yang mudah menular.
&quot;Aturan boleh buka masker di luar ruangan yang diberlakukan pada bulan lalu itu tidak masalah, namun untuk saat ini karena kasus meningkat, dan penggunaan masker hal yang mudah untuk dilakukan,&quot; katanya.

Selain itu, IDI juga meminta pemerintah kembali mengaktifkan dan memperbanyak penelusuran atau tracing.

IDI pun mengimbau para pemangku kebijakan seperti Kepala Daerah untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan booster.

&quot;Kami PB IDI mengimbau pada pemangku kebijakan seperti kepala daerah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi pusat karena masih rendah 23%,&quot; jelasnya.

Kemudian, PB IDI merekomendasikan pemerintah untuk kembali memberlakukan kewajiban tes PCR bagi pelaku perjalananan di Tanah Air.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan tren kenaikan kasus 1.000 per hari.

Juru bicara Satgas Covid-19 PB IDI, Erlina Burhan menyarakan pemerintah Indonesia untuk kembali menerapkan aturan penerapan protokol kesehatan pada masa Covid-19.

&quot;Kami berharap pemerintah kembali kepada aturan lama dalam menghadapi Covid-19. Di mana kita pernah berhasil (menurunkan angka Covid-19),&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (24/6/2022).

Erlina menyarankan agar penggunaan masker di luar ruangan tetap digunakan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Naik 449, Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 7.228 Orang
Hal itu karena adanya varian baru Covid-19, yakni BA.4 dan BA.5 yang yang mudah menular.
&quot;Aturan boleh buka masker di luar ruangan yang diberlakukan pada bulan lalu itu tidak masalah, namun untuk saat ini karena kasus meningkat, dan penggunaan masker hal yang mudah untuk dilakukan,&quot; katanya.

Selain itu, IDI juga meminta pemerintah kembali mengaktifkan dan memperbanyak penelusuran atau tracing.

IDI pun mengimbau para pemangku kebijakan seperti Kepala Daerah untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan booster.

&quot;Kami PB IDI mengimbau pada pemangku kebijakan seperti kepala daerah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi pusat karena masih rendah 23%,&quot; jelasnya.

Kemudian, PB IDI merekomendasikan pemerintah untuk kembali memberlakukan kewajiban tes PCR bagi pelaku perjalananan di Tanah Air.</content:encoded></item></channel></rss>
