<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Juni Diprediksi Capai 0,5% karena Harga Cabai Mahal</title><description>Inflasi bulan Juni diprediksi akan mencapai 0,5% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617753/inflasi-juni-diprediksi-capai-0-5-karena-harga-cabai-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617753/inflasi-juni-diprediksi-capai-0-5-karena-harga-cabai-mahal"/><item><title>Inflasi Juni Diprediksi Capai 0,5% karena Harga Cabai Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617753/inflasi-juni-diprediksi-capai-0-5-karena-harga-cabai-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/320/2617753/inflasi-juni-diprediksi-capai-0-5-karena-harga-cabai-mahal</guid><pubDate>Jum'at 24 Juni 2022 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/24/320/2617753/inflasi-juni-diprediksi-capai-0-5-karena-harga-cabai-mahal-2Aq3OXPkH3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI prediksi inflasi Juni 0,5% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/24/320/2617753/inflasi-juni-diprediksi-capai-0-5-karena-harga-cabai-mahal-2Aq3OXPkH3.jpg</image><title>BI prediksi inflasi Juni 0,5% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Inflasi bulan Juni diprediksi akan mencapai 0,5% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Bank Indonesia (BI) mencatat mahalnya harga cabai menjadi penyumbang inflasi Juni.
Melansir Antara, Jumat (24/6/2022), Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkiraan tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu keempat bulan Juni.
BACA JUGA:Bank Indonesia Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Harga Energi dan Pangan Global

Adapun penyumbang utama inflasi Juni 2022 sampai dengan minggu keempat yaitu cabai merah sebesar 0,17% (mtm), cabai rawit sebesar 0,11% (mtm), bawang merah sebesar 0,08% (mtm), dan telur ayam ras sebesar 0,05% (mtm)
Komoditas penyumbang inflasi lainnya yakni air kemasan, nasi dengan lauk, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta kangkung, bayam, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Sementara itu, Erwin menyebutkan komoditas yang menyumbang deflasi  pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,05% (mtm) dan daging ayam  ras sebesar 0,04% (mtm). Kemudian, angkutan antar kota menyumbang  deflasi sebesar 0,03% (mtm), serta daging sapi, bawang putih, udang  basah, dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas  terkait, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk  menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung  pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,4%  (mtm) pada Mei 2022, sehingga inflasi tahun kalender (ytd) tercatat  sebesar 2,56% dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,55%.</description><content:encoded>JAKARTA - Inflasi bulan Juni diprediksi akan mencapai 0,5% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Bank Indonesia (BI) mencatat mahalnya harga cabai menjadi penyumbang inflasi Juni.
Melansir Antara, Jumat (24/6/2022), Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkiraan tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu keempat bulan Juni.
BACA JUGA:Bank Indonesia Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Harga Energi dan Pangan Global

Adapun penyumbang utama inflasi Juni 2022 sampai dengan minggu keempat yaitu cabai merah sebesar 0,17% (mtm), cabai rawit sebesar 0,11% (mtm), bawang merah sebesar 0,08% (mtm), dan telur ayam ras sebesar 0,05% (mtm)
Komoditas penyumbang inflasi lainnya yakni air kemasan, nasi dengan lauk, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta kangkung, bayam, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Sementara itu, Erwin menyebutkan komoditas yang menyumbang deflasi  pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,05% (mtm) dan daging ayam  ras sebesar 0,04% (mtm). Kemudian, angkutan antar kota menyumbang  deflasi sebesar 0,03% (mtm), serta daging sapi, bawang putih, udang  basah, dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas  terkait, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk  menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung  pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,4%  (mtm) pada Mei 2022, sehingga inflasi tahun kalender (ytd) tercatat  sebesar 2,56% dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,55%.</content:encoded></item></channel></rss>
