<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem Pembayaran Serba Digital, UMKM Harus Beradaptasi</title><description>Penggunaan metode transaksi digital mulai banyak disukai masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/455/2617470/sistem-pembayaran-serba-digital-umkm-harus-beradaptasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/455/2617470/sistem-pembayaran-serba-digital-umkm-harus-beradaptasi"/><item><title>Sistem Pembayaran Serba Digital, UMKM Harus Beradaptasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/455/2617470/sistem-pembayaran-serba-digital-umkm-harus-beradaptasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/24/455/2617470/sistem-pembayaran-serba-digital-umkm-harus-beradaptasi</guid><pubDate>Jum'at 24 Juni 2022 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/24/455/2617470/sistem-pembayaran-serba-digital-umkm-harus-beradaptasi-1gOTqIcmsH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM adaptasi pembayaran digital (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/24/455/2617470/sistem-pembayaran-serba-digital-umkm-harus-beradaptasi-1gOTqIcmsH.jpg</image><title>UMKM adaptasi pembayaran digital (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penggunaan metode transaksi digital mulai banyak disukai masyarakat. Diharapkan pelaku UMKM bisa beradaptasi dan beralih ke sistem pembayaran digital.
&quot;Kita harus memahami bahwa pandemi mengajarkan kita untuk melakukan transaksi secara digital, ini membuka peluang bahwa usaha melalui transaksi digital ini dapat terus berkembang pesat,&quot; ujar Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengatakan, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA:Nilai Transaksi Digital Banking Tumbuh Jadi Rp3.766 Triliun pada Mei 2022

Yunita menjelaskan, catatan BI transaksi melalui digital banking hingga April 2022 kemarin sudah tembus Rp3,7 triliun, sedangkan transaksi yang terjadi dalam e-commerce mencapai Rp44,6 triliun.
Meningkatnya minat masyarakat melakukan transaksi digital, BI juga terus mengembangkan infrastruktur pembayaran digital melalui metode pembayaran dengan QRIS.
BACA JUGA:MotionBanking x Artajasa Gelar Webinar Keamanan &amp;amp; Kenyamanan Transaksi Digital, Daftar di Sini!

&quot;Salah satu pembayaran yang dikembangkan BI adalah QRIS yang sekarang sudah 18 juga merchant, itu juga tercatat bahwa 95% adalah pelaku UMKM, jadi sekarang tidak bisa dihindari UMKM harus memahami, menguasai digital,&quot; sambungnya.Oleh karenanya di tengah terjadinya disrupsi perkembangan teknologi,  para pelaku usaha khususnya usaha mikro mau tidak mau saat ini harus  meningkatkan dan melakukan perubahan mengikuti perubahan yang ada
&quot;Jadi literasi keuangan penting, tapi harus di barengi literasi  digital, ini akan membentuk pemberdayaan ekonomi digital, sehingga  kontribusi UMKM akan semakin besar,&quot; kata Yunita.
&quot;Dengan demikian kita menyadari bahwa literasi keuangan saja tidak  cukup, penting adanya sinergi dan kerjasama berbagai instansi, asosiasi  untuk mengembangkan literasi digitalnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penggunaan metode transaksi digital mulai banyak disukai masyarakat. Diharapkan pelaku UMKM bisa beradaptasi dan beralih ke sistem pembayaran digital.
&quot;Kita harus memahami bahwa pandemi mengajarkan kita untuk melakukan transaksi secara digital, ini membuka peluang bahwa usaha melalui transaksi digital ini dapat terus berkembang pesat,&quot; ujar Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengatakan, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA:Nilai Transaksi Digital Banking Tumbuh Jadi Rp3.766 Triliun pada Mei 2022

Yunita menjelaskan, catatan BI transaksi melalui digital banking hingga April 2022 kemarin sudah tembus Rp3,7 triliun, sedangkan transaksi yang terjadi dalam e-commerce mencapai Rp44,6 triliun.
Meningkatnya minat masyarakat melakukan transaksi digital, BI juga terus mengembangkan infrastruktur pembayaran digital melalui metode pembayaran dengan QRIS.
BACA JUGA:MotionBanking x Artajasa Gelar Webinar Keamanan &amp;amp; Kenyamanan Transaksi Digital, Daftar di Sini!

&quot;Salah satu pembayaran yang dikembangkan BI adalah QRIS yang sekarang sudah 18 juga merchant, itu juga tercatat bahwa 95% adalah pelaku UMKM, jadi sekarang tidak bisa dihindari UMKM harus memahami, menguasai digital,&quot; sambungnya.Oleh karenanya di tengah terjadinya disrupsi perkembangan teknologi,  para pelaku usaha khususnya usaha mikro mau tidak mau saat ini harus  meningkatkan dan melakukan perubahan mengikuti perubahan yang ada
&quot;Jadi literasi keuangan penting, tapi harus di barengi literasi  digital, ini akan membentuk pemberdayaan ekonomi digital, sehingga  kontribusi UMKM akan semakin besar,&quot; kata Yunita.
&quot;Dengan demikian kita menyadari bahwa literasi keuangan saja tidak  cukup, penting adanya sinergi dan kerjasama berbagai instansi, asosiasi  untuk mengembangkan literasi digitalnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
