<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Pangan hingga Keuangan Hantui 1,2 Miliar Orang di Dunia</title><description>Krisis pangan, energi hingga keuangan menghantui seluruh dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/320/2618342/krisis-pangan-hingga-keuangan-hantui-1-2-miliar-orang-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/320/2618342/krisis-pangan-hingga-keuangan-hantui-1-2-miliar-orang-di-dunia"/><item><title>Krisis Pangan hingga Keuangan Hantui 1,2 Miliar Orang di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/320/2618342/krisis-pangan-hingga-keuangan-hantui-1-2-miliar-orang-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/320/2618342/krisis-pangan-hingga-keuangan-hantui-1-2-miliar-orang-di-dunia</guid><pubDate>Minggu 26 Juni 2022 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/26/320/2618342/krisis-pangan-hingga-keuangan-hantui-1-2-miliar-orang-di-dunia-woHN44qAOX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dunia dihantui krisis pangan hingga ekonomi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/26/320/2618342/krisis-pangan-hingga-keuangan-hantui-1-2-miliar-orang-di-dunia-woHN44qAOX.jpg</image><title>Dunia dihantui krisis pangan hingga ekonomi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Krisis pangan, energi hingga keuangan menghantui seluruh dunia. Tantangan besar ini sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia saat ini adalah krisis pangan, energi dan keuangan global, terutama diperparah dengan adanya konflik Rusia - Ukraina.
Dalam rangka mengatasi tantangan besar tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengadakan pertemuan Steering Committee Meeting yang ke-empat secara virtual. Pertemuan dipimpin oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed yang juga sekaligus memimpin Steering Committee GCRG, dan turut dihadiri oleh GCRG Task Team, serta Pimpinan dari 32 UN Agencies sebagai GCRG Steering Committee Members.
BACA JUGA:Atasi Krisis Pangan, Peningkatan Produktivitas Hortikultura Harus Segera Dilakukan

Melanjutkan pertemuan ketiga Steering Committee GCRG tanggal 18 Mei 2022 yang lalu, serta menindaklanjuti pertemuan di tingkat Kepala Negara/Pemerintahan sebagai Champions Group of GCRG tanggal 20 Mei 2022 lalu, pada pertemuan ke-4 Steering Committee ini membahas implementasi dari Rekomendasi dari Brief No. 2 GCRG, di antaranya upaya untuk stabilisasi pasar global, mengatasi ketidakpastian harga komoditas, serta upaya menanggulangi krisis Cost-of-Living.
&quot;Saat ini krisis global masih mendominasi berita utama di seluruh dunia, yang disebabkan oleh konflik Rusia-Ukraina,&quot; ujar Amina.
BACA JUGA:Mentan: Ancaman Krisis Pangan Bukan Besok Lusa tapi Sudah Depan Mata

Amina menggarisbawahi bahwa sulit untuk menemukan solusi efektif khususnya pada krisis pangan dunia, tanpa paket kebijakan yang terintegrasi. GCRG menyoroti pentingnya untuk membantu negara-negara yang terdampak untuk meningkatkan likuiditas dan ruang fiskal, guna mengamankan Neraca Pembayaran dan membantu membangun program perlindungan sosial yang kokoh untuk masyarakat rentan.&quot;Rekomendasi yang kami sampaikan untuk meningkatkan ruang fiskal dan  memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, antara lain mendorong Lembaga  Keuangan Internasional untuk memberikan pembiayaan, dan memperluas  cakupan negara penerima pembiayaan,&amp;rdquo; tegas Vera Songwe, Executive  Secretary UN Economic Commission for Africa, mewakili UNCTAD.
Selanjutnya, Penasihat Pembangunan Berkelanjutan PBB, David Nabarro,  dalam paparannya mengusulkan tindakan yang perlu segera dilakukan untuk  mengantisipasi krisis pangan, yaitu meningkatkan ketersediaan bahan  pangan dan pupuk, mengintervensi upaya penurunan harga, mengintegrasikan  kembali pasokan pangan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina ke pasar dunia,  mencabut aksi pembatasan ekspor, melarang upaya penimbunan pasokan,  meningkatkan akses petani ke benih, pupuk, dan input lainnya sekaligus  mempertahankan transformasi sistem pangan yang sejalan dengan tujuan  SDGs.
Usai pertemuan ini, beberapa pertemuan penting yang akan membahas  berbagai upaya penanganan krisis diantaranya, rencana Presiden Joko  Widodo untuk mengikuti pertemuan G7 pada akhir Juni 2022 dengan tujuan  untuk menyelaraskan isu dan rekomendasi forum G7, G20 dan GCRG. Pada  13-14 Juli 2022 juga akan diselenggarakan G20 Finance Minister and  Central Bank Governors Meeting (FMCBG) yang akan dihadiri para Menteri  Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara anggota G20, dan juga  akan dihadiri oleh Deputi Sekjen PBB.</description><content:encoded>JAKARTA - Krisis pangan, energi hingga keuangan menghantui seluruh dunia. Tantangan besar ini sedang dihadapi oleh seluruh negara di dunia saat ini adalah krisis pangan, energi dan keuangan global, terutama diperparah dengan adanya konflik Rusia - Ukraina.
Dalam rangka mengatasi tantangan besar tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengadakan pertemuan Steering Committee Meeting yang ke-empat secara virtual. Pertemuan dipimpin oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed yang juga sekaligus memimpin Steering Committee GCRG, dan turut dihadiri oleh GCRG Task Team, serta Pimpinan dari 32 UN Agencies sebagai GCRG Steering Committee Members.
BACA JUGA:Atasi Krisis Pangan, Peningkatan Produktivitas Hortikultura Harus Segera Dilakukan

Melanjutkan pertemuan ketiga Steering Committee GCRG tanggal 18 Mei 2022 yang lalu, serta menindaklanjuti pertemuan di tingkat Kepala Negara/Pemerintahan sebagai Champions Group of GCRG tanggal 20 Mei 2022 lalu, pada pertemuan ke-4 Steering Committee ini membahas implementasi dari Rekomendasi dari Brief No. 2 GCRG, di antaranya upaya untuk stabilisasi pasar global, mengatasi ketidakpastian harga komoditas, serta upaya menanggulangi krisis Cost-of-Living.
&quot;Saat ini krisis global masih mendominasi berita utama di seluruh dunia, yang disebabkan oleh konflik Rusia-Ukraina,&quot; ujar Amina.
BACA JUGA:Mentan: Ancaman Krisis Pangan Bukan Besok Lusa tapi Sudah Depan Mata

Amina menggarisbawahi bahwa sulit untuk menemukan solusi efektif khususnya pada krisis pangan dunia, tanpa paket kebijakan yang terintegrasi. GCRG menyoroti pentingnya untuk membantu negara-negara yang terdampak untuk meningkatkan likuiditas dan ruang fiskal, guna mengamankan Neraca Pembayaran dan membantu membangun program perlindungan sosial yang kokoh untuk masyarakat rentan.&quot;Rekomendasi yang kami sampaikan untuk meningkatkan ruang fiskal dan  memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, antara lain mendorong Lembaga  Keuangan Internasional untuk memberikan pembiayaan, dan memperluas  cakupan negara penerima pembiayaan,&amp;rdquo; tegas Vera Songwe, Executive  Secretary UN Economic Commission for Africa, mewakili UNCTAD.
Selanjutnya, Penasihat Pembangunan Berkelanjutan PBB, David Nabarro,  dalam paparannya mengusulkan tindakan yang perlu segera dilakukan untuk  mengantisipasi krisis pangan, yaitu meningkatkan ketersediaan bahan  pangan dan pupuk, mengintervensi upaya penurunan harga, mengintegrasikan  kembali pasokan pangan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina ke pasar dunia,  mencabut aksi pembatasan ekspor, melarang upaya penimbunan pasokan,  meningkatkan akses petani ke benih, pupuk, dan input lainnya sekaligus  mempertahankan transformasi sistem pangan yang sejalan dengan tujuan  SDGs.
Usai pertemuan ini, beberapa pertemuan penting yang akan membahas  berbagai upaya penanganan krisis diantaranya, rencana Presiden Joko  Widodo untuk mengikuti pertemuan G7 pada akhir Juni 2022 dengan tujuan  untuk menyelaraskan isu dan rekomendasi forum G7, G20 dan GCRG. Pada  13-14 Juli 2022 juga akan diselenggarakan G20 Finance Minister and  Central Bank Governors Meeting (FMCBG) yang akan dihadiri para Menteri  Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara anggota G20, dan juga  akan dihadiri oleh Deputi Sekjen PBB.</content:encoded></item></channel></rss>
