<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelolaan Limbah di Ibu Kota Nusantara Pakai Teknologi MBBR, Apa Itu?</title><description>Pengelolan limbah di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan teknologi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/470/2618429/pengelolaan-limbah-di-ibu-kota-nusantara-pakai-teknologi-mbbr-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/470/2618429/pengelolaan-limbah-di-ibu-kota-nusantara-pakai-teknologi-mbbr-apa-itu"/><item><title>Pengelolaan Limbah di Ibu Kota Nusantara Pakai Teknologi MBBR, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/470/2618429/pengelolaan-limbah-di-ibu-kota-nusantara-pakai-teknologi-mbbr-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/26/470/2618429/pengelolaan-limbah-di-ibu-kota-nusantara-pakai-teknologi-mbbr-apa-itu</guid><pubDate>Minggu 26 Juni 2022 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/26/470/2618429/pengelolaan-limbah-di-ibu-kota-nusantara-pakai-teknologi-mbbr-apa-itu-au7SuX7wFe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi pengelolaan limbah di IKN (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/26/470/2618429/pengelolaan-limbah-di-ibu-kota-nusantara-pakai-teknologi-mbbr-apa-itu-au7SuX7wFe.jpg</image><title>Teknologi pengelolaan limbah di IKN (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Pengelolan limbah di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan teknologi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan air limbah perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke sungai.
Hal tersebut diperlukan agar air limbah yang dikembalikan ke sungai tidak menimbulkan pencemaran baru yang mengancam ekosistem di sungai itu sendiri.
BACA JUGA:Wujudkan IKN Jadi Kota Hutan Pintar, Presiden Jokowi Tinjau Persemaian Mentawir

&quot;Air limbah baik black water maupun grey water, yang dihasilkan dari aktivitas domestik perlu diolah terlebih dahulu di IPAL sebelum air efluen dari IPAL tersebut dialirkan ke badan air penerima,&amp;rdquo; ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/6/2022).
Menteri Basuki menjelaskan salah satu teknologi yang digunakan untuk mengolah air limbah sebelum di kembalikan ke aliran air adalah moving bed biofilm reactor (MBBR).
BACA JUGA:Wujudkan IKN Nusantara Jadi Kota Hutan, 3 Embung Dibangun

Melalui teknologi tersebut nantinya air limbah diolah dengan menggunakan sistem aerasi dan media sehingga air hasil olahannya sudah aman untuk dikembalikan ke lingkungan sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No. 68 Tahun 2016.Teknologi ini sama seperti IPAL Setiabudi. Nilai Biochemical Oxygen  Demand (BOD) diturunkan dari 150 - 200 mg/liter menjadi dibawah 30  mg/liter, sehingga memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan.  Pengelolaan IPAL secara biologis seperti MBBR ini pasti menghasilkan  lumpur. Lumpur yang dihasilkan ini akan diolah lebih lanjut di Instalasi  Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan  sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan  teknologi MBBR untuk pengolahan limbah domestik yang digunakan di IPAL  tersebut menjadi salahsatu referensi bagi Kementerian PUPR dalam  penentuan jenis teknologi pengolahan air limbah di Kawasan IKN  Nusantara.
Selain mengurangi pencemaran, air yang sudah diolah dengan menurunkan  nilai BOD, Nitrogen dan Phospor dapat ditampung dalam embung-embung  untuk menunjang lansekap Kawasan IKN Nusantara.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelolan limbah di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan teknologi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan air limbah perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke sungai.
Hal tersebut diperlukan agar air limbah yang dikembalikan ke sungai tidak menimbulkan pencemaran baru yang mengancam ekosistem di sungai itu sendiri.
BACA JUGA:Wujudkan IKN Jadi Kota Hutan Pintar, Presiden Jokowi Tinjau Persemaian Mentawir

&quot;Air limbah baik black water maupun grey water, yang dihasilkan dari aktivitas domestik perlu diolah terlebih dahulu di IPAL sebelum air efluen dari IPAL tersebut dialirkan ke badan air penerima,&amp;rdquo; ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/6/2022).
Menteri Basuki menjelaskan salah satu teknologi yang digunakan untuk mengolah air limbah sebelum di kembalikan ke aliran air adalah moving bed biofilm reactor (MBBR).
BACA JUGA:Wujudkan IKN Nusantara Jadi Kota Hutan, 3 Embung Dibangun

Melalui teknologi tersebut nantinya air limbah diolah dengan menggunakan sistem aerasi dan media sehingga air hasil olahannya sudah aman untuk dikembalikan ke lingkungan sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No. 68 Tahun 2016.Teknologi ini sama seperti IPAL Setiabudi. Nilai Biochemical Oxygen  Demand (BOD) diturunkan dari 150 - 200 mg/liter menjadi dibawah 30  mg/liter, sehingga memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan.  Pengelolaan IPAL secara biologis seperti MBBR ini pasti menghasilkan  lumpur. Lumpur yang dihasilkan ini akan diolah lebih lanjut di Instalasi  Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan  sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan  teknologi MBBR untuk pengolahan limbah domestik yang digunakan di IPAL  tersebut menjadi salahsatu referensi bagi Kementerian PUPR dalam  penentuan jenis teknologi pengolahan air limbah di Kawasan IKN  Nusantara.
Selain mengurangi pencemaran, air yang sudah diolah dengan menurunkan  nilai BOD, Nitrogen dan Phospor dapat ditampung dalam embung-embung  untuk menunjang lansekap Kawasan IKN Nusantara.</content:encoded></item></channel></rss>
