<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Untung Besar, Indorama Tebar Dividen Rp940/Saham</title><description>PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) memutuskan untuk membagikan dividen Rp940 per saham dari laba bersih 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/278/2619086/untung-besar-indorama-tebar-dividen-rp940-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/278/2619086/untung-besar-indorama-tebar-dividen-rp940-saham"/><item><title>Untung Besar, Indorama Tebar Dividen Rp940/Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/278/2619086/untung-besar-indorama-tebar-dividen-rp940-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/278/2619086/untung-besar-indorama-tebar-dividen-rp940-saham</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2022 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/27/278/2619086/untung-besar-indorama-tebar-dividen-rp940-saham-CPdevC5asZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">INDR bagikan dividen (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/27/278/2619086/untung-besar-indorama-tebar-dividen-rp940-saham-CPdevC5asZ.jpg</image><title>INDR bagikan dividen (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) memutuskan untuk membagikan dividen Rp940 per saham dari laba bersih 2021. Pembagian dividen diputuskan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
&quot;Hasil RUPS, kami akan bagi dividen Rp940 per saham atau sekitar USD41 juta atau ekuivalen 50% atas profit setelah pajak 2021,&quot; kata Presiden Direktur Indorama Vishnu Baldwa di Jakarta.
BACA JUGA:Argha Karya (AKPI) Bagi Dividen Rp49/Saham

Dia menuturkan, besaran dividen ini disetujui oleh direksi dan pemegang saham karena perseroan mencetak rekor laba bersih tertinggi pada 2021, yakni USD84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari USD6,23 juta di 2020. Disebutkan, dividen yang dibagikan%tasenya lebih besar dari kebijakan biasanya 25% karena keuntungan yang didapat perseroan besar. Sebagai informasi, perseroan tercatat mencetak pendapatan bersih USD884,1 juta pada 2021 atau setara Rp12,6 triliun (kurs Jisdor 23 Februari 2021 Rp14.362 per dolar AS).
BACA JUGA:Panin Bank Tebar Dividen Rp481,63 Miliar, Cek Jadwalnya

Pendapatan bersih ini melonjak 50% dibandingkan 2020 sebesar USD589 juta. Perseroan tercatat mencetak kenaikan laba kotor 307,65% dari USD31,8 juta di 2020, menjadi USD129,7 juta di 2021. Dengan peningkatan tersebut, laba bersih perseroan juga ikut meningkat menjadi USD84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari USD6,23 juta di 2020.
Selain itu, emiten produsen polyester ini juga menargetkan bisnis tambang emas perseroan mulai beroperasi di kuartal I/2024. Disampaikan Vishnu Baldwa, saat ini proyek pengembangan tambang emas perseroan tengah berjalan. Sebagaimana diketahui, pada tahun lalu perseroan merampungkan akuisisi PT Cikondang Kancana Prima (CKP).
&quot;Masih jalan proyeknya tambang. Setelah ini, pada 2024 kita akan lihat hasilnya nanti,&quot; tutur Vishnu.Perseroan saat ini mengembangkan tambang perak dan emas. Kedepan,  perseroan menargetkan pengembangan proyek tambang ini dapat selesai pada  kuartal terakhir 2023 dan bisa mulai berproduksi pada kuartal I/2024.  Hingga saat ini, Vishnu menuturkan progres pengembangan tambang emas ini  masih berada dalam tahap konstruksi.
Setelahnya, perseroan juga akan membangun pabrik refining dalam  tambang ini. &quot;Progresnya masih konstruksi, masih drilling, dan buat  terowongan. Nanti ada pabrik juga buat pemurnian, jadi kami ekspektasi  semua selesai pada kuartal terakhir 2023 dan bisa di commissioning di  kuartal I/2024,&quot; katanya.
Sebelumnya, INDR tercatat merogoh kocek hingga Rp300 miliar untuk  masuk ke dalam bisnis pertambangan. Jumlah tersebut termasuk Rp50 miliar  yang diberikan sebagai pinjaman berbunga kepada afiliasi dari pemegang  saham yang menjual. Sebagai informasi, CKP memiliki izin usaha  pertambangan untuk menambang dan mengolah emas dan mineral lainnya di  Cianjur, Jawa Barat, Indonesia.
Di samping itu, perseroan juga menegaskan belum memiliki rencana  untuk menambah jumlah pemilik saham publiknya. Pasalnya, hingga saat ini  pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan stock split atau  memecah harga saham Indorama sambil melihat perkembangan kondisi pasar.  Saat ini, saham INDR tercatat dimiliki dan dikendalikan oleh Indorama  Holdings B.V dengan kepemilikan 67,49% dan PT Irama Investama dengan  kepemilikan 25%. Sementara itu, kepemilikan di masyarakat hanya 7,51%  atau 49 juta saham INDR.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) memutuskan untuk membagikan dividen Rp940 per saham dari laba bersih 2021. Pembagian dividen diputuskan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
&quot;Hasil RUPS, kami akan bagi dividen Rp940 per saham atau sekitar USD41 juta atau ekuivalen 50% atas profit setelah pajak 2021,&quot; kata Presiden Direktur Indorama Vishnu Baldwa di Jakarta.
BACA JUGA:Argha Karya (AKPI) Bagi Dividen Rp49/Saham

Dia menuturkan, besaran dividen ini disetujui oleh direksi dan pemegang saham karena perseroan mencetak rekor laba bersih tertinggi pada 2021, yakni USD84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari USD6,23 juta di 2020. Disebutkan, dividen yang dibagikan%tasenya lebih besar dari kebijakan biasanya 25% karena keuntungan yang didapat perseroan besar. Sebagai informasi, perseroan tercatat mencetak pendapatan bersih USD884,1 juta pada 2021 atau setara Rp12,6 triliun (kurs Jisdor 23 Februari 2021 Rp14.362 per dolar AS).
BACA JUGA:Panin Bank Tebar Dividen Rp481,63 Miliar, Cek Jadwalnya

Pendapatan bersih ini melonjak 50% dibandingkan 2020 sebesar USD589 juta. Perseroan tercatat mencetak kenaikan laba kotor 307,65% dari USD31,8 juta di 2020, menjadi USD129,7 juta di 2021. Dengan peningkatan tersebut, laba bersih perseroan juga ikut meningkat menjadi USD84,5 juta atau Rp1,2 triliun selama 2021, dari USD6,23 juta di 2020.
Selain itu, emiten produsen polyester ini juga menargetkan bisnis tambang emas perseroan mulai beroperasi di kuartal I/2024. Disampaikan Vishnu Baldwa, saat ini proyek pengembangan tambang emas perseroan tengah berjalan. Sebagaimana diketahui, pada tahun lalu perseroan merampungkan akuisisi PT Cikondang Kancana Prima (CKP).
&quot;Masih jalan proyeknya tambang. Setelah ini, pada 2024 kita akan lihat hasilnya nanti,&quot; tutur Vishnu.Perseroan saat ini mengembangkan tambang perak dan emas. Kedepan,  perseroan menargetkan pengembangan proyek tambang ini dapat selesai pada  kuartal terakhir 2023 dan bisa mulai berproduksi pada kuartal I/2024.  Hingga saat ini, Vishnu menuturkan progres pengembangan tambang emas ini  masih berada dalam tahap konstruksi.
Setelahnya, perseroan juga akan membangun pabrik refining dalam  tambang ini. &quot;Progresnya masih konstruksi, masih drilling, dan buat  terowongan. Nanti ada pabrik juga buat pemurnian, jadi kami ekspektasi  semua selesai pada kuartal terakhir 2023 dan bisa di commissioning di  kuartal I/2024,&quot; katanya.
Sebelumnya, INDR tercatat merogoh kocek hingga Rp300 miliar untuk  masuk ke dalam bisnis pertambangan. Jumlah tersebut termasuk Rp50 miliar  yang diberikan sebagai pinjaman berbunga kepada afiliasi dari pemegang  saham yang menjual. Sebagai informasi, CKP memiliki izin usaha  pertambangan untuk menambang dan mengolah emas dan mineral lainnya di  Cianjur, Jawa Barat, Indonesia.
Di samping itu, perseroan juga menegaskan belum memiliki rencana  untuk menambah jumlah pemilik saham publiknya. Pasalnya, hingga saat ini  pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan stock split atau  memecah harga saham Indorama sambil melihat perkembangan kondisi pasar.  Saat ini, saham INDR tercatat dimiliki dan dikendalikan oleh Indorama  Holdings B.V dengan kepemilikan 67,49% dan PT Irama Investama dengan  kepemilikan 25%. Sementara itu, kepemilikan di masyarakat hanya 7,51%  atau 49 juta saham INDR.</content:encoded></item></channel></rss>
