<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Ungkap 4 Masalah IKM Otomotif RI Masih Terhambat Perkembangannya   </title><description>Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan terdapat empat masalah utama yang menghambat perkembangan industri kecil dan menengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618753/menperin-ungkap-4-masalah-ikm-otomotif-ri-masih-terhambat-perkembangannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618753/menperin-ungkap-4-masalah-ikm-otomotif-ri-masih-terhambat-perkembangannya"/><item><title>Menperin Ungkap 4 Masalah IKM Otomotif RI Masih Terhambat Perkembangannya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618753/menperin-ungkap-4-masalah-ikm-otomotif-ri-masih-terhambat-perkembangannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618753/menperin-ungkap-4-masalah-ikm-otomotif-ri-masih-terhambat-perkembangannya</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2022 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2618753/menperin-ungkap-4-masalah-ikm-otomotif-ri-masih-terhambat-perkembangannya-AjQ0CTicqk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2618753/menperin-ungkap-4-masalah-ikm-otomotif-ri-masih-terhambat-perkembangannya-AjQ0CTicqk.jpg</image><title>Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan terdapat empat masalah utama yang menghambat perkembangan industri kecil dan menengah (IKM) otomotif Indonesia, terutama dalam upaya menjadi bagian dari supply chain yang lebih luas.
&quot;IKM otomotif kita masih dihadapi masalah. Untuk dapat meningkatkan daya saingnya, Pemerintah dan para pelaku IKM harus dapat menyelesaikan tantangan dan hambatan yang masih dihadapi,&quot; kata Menperin di Jakarta, Senin (27/6/2022).
BACA JUGA:Wujudkan Industri 4.0, Ini Cara Kemenperin

Pertama, terkait pendanaan yang belum mendapat dukungan sepenuhnya dari lembaga keuangan, berdasarkan pertimbangan bankability, skala atau ukuran perusahaan, dan faktor belum tersedianya produk perbankan yang tepat.
&quot;Kemenperin akan berdiskusi dengan MUFG untuk menjajaki kemungkinan adanya skema pembiayaan khususnya bagi IKM komponen otomotif,&quot; ujar Agus.
BACA JUGA:Perusahaan Sawit Wajib Ngantor di Indonesia, Kemenperin: Untungkan Negara

Kedua, masalah kualitas dan skalabilitas produk. Permasalahan tersebut juga dihadapi oleh hampir semua IKM. Hal ini perlu dijawab oleh pelaku IKM sendiri yang mengetahui secara persis kekuatannya.Ketiga, permasalahan minimnya mentorship yang membimbing IKM dalam produksi, manajemen, quality control, dan proses manufaktur lainnya.
&quot;Terakhir, masalah keterhubungan IKM dengan sektor otomotif di negara lain,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan terdapat empat masalah utama yang menghambat perkembangan industri kecil dan menengah (IKM) otomotif Indonesia, terutama dalam upaya menjadi bagian dari supply chain yang lebih luas.
&quot;IKM otomotif kita masih dihadapi masalah. Untuk dapat meningkatkan daya saingnya, Pemerintah dan para pelaku IKM harus dapat menyelesaikan tantangan dan hambatan yang masih dihadapi,&quot; kata Menperin di Jakarta, Senin (27/6/2022).
BACA JUGA:Wujudkan Industri 4.0, Ini Cara Kemenperin

Pertama, terkait pendanaan yang belum mendapat dukungan sepenuhnya dari lembaga keuangan, berdasarkan pertimbangan bankability, skala atau ukuran perusahaan, dan faktor belum tersedianya produk perbankan yang tepat.
&quot;Kemenperin akan berdiskusi dengan MUFG untuk menjajaki kemungkinan adanya skema pembiayaan khususnya bagi IKM komponen otomotif,&quot; ujar Agus.
BACA JUGA:Perusahaan Sawit Wajib Ngantor di Indonesia, Kemenperin: Untungkan Negara

Kedua, masalah kualitas dan skalabilitas produk. Permasalahan tersebut juga dihadapi oleh hampir semua IKM. Hal ini perlu dijawab oleh pelaku IKM sendiri yang mengetahui secara persis kekuatannya.Ketiga, permasalahan minimnya mentorship yang membimbing IKM dalam produksi, manajemen, quality control, dan proses manufaktur lainnya.
&quot;Terakhir, masalah keterhubungan IKM dengan sektor otomotif di negara lain,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
