<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Diramal Naikkan Suku Bunga Bulan Depan</title><description>Bank Indonesia diprediksi menaikkan suku bunga acuan pada Juli 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618859/bi-diramal-naikkan-suku-bunga-bulan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618859/bi-diramal-naikkan-suku-bunga-bulan-depan"/><item><title>BI Diramal Naikkan Suku Bunga Bulan Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618859/bi-diramal-naikkan-suku-bunga-bulan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618859/bi-diramal-naikkan-suku-bunga-bulan-depan</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2022 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2618859/bi-diramal-naikkan-suku-bunga-bulan-depan-1MTMZj4ZtG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia diprediksi menaikkan suku bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2618859/bi-diramal-naikkan-suku-bunga-bulan-depan-1MTMZj4ZtG.jpg</image><title>Bank Indonesia diprediksi menaikkan suku bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia diprediksi menaikkan suku bunga acuan pada Juli 2022. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2022, BI masih menahan suku bunga acuan di angka 3,5%.
Menurut Ekonom Universitas Indonesia Telisa Falianty kebijakan BI untuk menahan suku bunga tentu berdasarkan alasan yang tepat. Tepat atau tidaknya kebijakan ini nantinya akan dilihat dari dua hal yaitu respons pasar serta alasan terkait.
BACA JUGA:Tren Suku Bunga Naik, Investasi Reksa Dana Masih Menarik?

&quot;Selama alasan Bank Indonesia sesuai tentu keputusan tersebut dapat diterima dengan baik,&quot; jelasnya pada acara Market Review IDX Channel TV di Jakarta, Senin (27/6/2022).
Menurutnya alasan kuat BI menahan suku bunga dapat dilihat dari likuiditas perbankan yang masih stabil. Tentu keputusan ini masih tergolong tepat asalkan diiringi dengan upaya BI yang menjaga stabilitas nilai rupiah.
BACA JUGA:Wall Street Menguat di Tengah Rencana The Fed Naikkan Suku Bunga

Sementara itu, dia juga memprediksi bahwa BI saat ini memang memiliki privillage untuk menahan suku bunga dengan kondisi tingkat inflasi yang berkurang. Namun di bulan selanjutnya maka privillage tersebut diprediksi akan menurun sehingga urgensi BI untuk menaikkan suku bunga akan semakin meningkat.
&quot;Menurut saya nantinya BI akan menaikkan suku bunga ketika demand side sudah kembali pulih,&quot; jelasnya.Dia juga menjelaskan bahwa saat ini perekonomian masih ada di masa  transisi, mungkin saat ini BI masih bisa menahan suku bunga, namun untuk  selanjutnya kebutuhan BI untuk menaikkan suku bunga semakin tinggi.
&quot;Bisa dilihat dari  LDR bank yang sudah mulai naik, credit growth  sudah semakin tinggi, maka likuiditas bank akan semakin berkurang,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia diprediksi menaikkan suku bunga acuan pada Juli 2022. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2022, BI masih menahan suku bunga acuan di angka 3,5%.
Menurut Ekonom Universitas Indonesia Telisa Falianty kebijakan BI untuk menahan suku bunga tentu berdasarkan alasan yang tepat. Tepat atau tidaknya kebijakan ini nantinya akan dilihat dari dua hal yaitu respons pasar serta alasan terkait.
BACA JUGA:Tren Suku Bunga Naik, Investasi Reksa Dana Masih Menarik?

&quot;Selama alasan Bank Indonesia sesuai tentu keputusan tersebut dapat diterima dengan baik,&quot; jelasnya pada acara Market Review IDX Channel TV di Jakarta, Senin (27/6/2022).
Menurutnya alasan kuat BI menahan suku bunga dapat dilihat dari likuiditas perbankan yang masih stabil. Tentu keputusan ini masih tergolong tepat asalkan diiringi dengan upaya BI yang menjaga stabilitas nilai rupiah.
BACA JUGA:Wall Street Menguat di Tengah Rencana The Fed Naikkan Suku Bunga

Sementara itu, dia juga memprediksi bahwa BI saat ini memang memiliki privillage untuk menahan suku bunga dengan kondisi tingkat inflasi yang berkurang. Namun di bulan selanjutnya maka privillage tersebut diprediksi akan menurun sehingga urgensi BI untuk menaikkan suku bunga akan semakin meningkat.
&quot;Menurut saya nantinya BI akan menaikkan suku bunga ketika demand side sudah kembali pulih,&quot; jelasnya.Dia juga menjelaskan bahwa saat ini perekonomian masih ada di masa  transisi, mungkin saat ini BI masih bisa menahan suku bunga, namun untuk  selanjutnya kebutuhan BI untuk menaikkan suku bunga semakin tinggi.
&quot;Bisa dilihat dari  LDR bank yang sudah mulai naik, credit growth  sudah semakin tinggi, maka likuiditas bank akan semakin berkurang,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
