<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Dah Lah Enggak Usah Ribet</title><description>Sosialisasi beli minyak goreng curah menggunakan KTP dan aplikasi PeduliLindungi dimulai hari ini, 27 Juni 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618995/beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-pedagang-dah-lah-enggak-usah-ribet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618995/beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-pedagang-dah-lah-enggak-usah-ribet"/><item><title>Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Dah Lah Enggak Usah Ribet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618995/beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-pedagang-dah-lah-enggak-usah-ribet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2618995/beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-pedagang-dah-lah-enggak-usah-ribet</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2022 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2618995/beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-pedagang-dah-lah-enggak-usah-ribet-NdJs6QIMxf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang menilai pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi ribet (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2618995/beli-minyak-goreng-pakai-pedulilindungi-pedagang-dah-lah-enggak-usah-ribet-NdJs6QIMxf.jpg</image><title>Pedagang menilai pembelian minyak goreng curah dengan aplikasi ribet (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Sosialisasi beli minyak goreng curah menggunakan KTP dan aplikasi PeduliLindungi dimulai hari ini, 27 Juni 2022. Sayangnya kebijakan ini tidak disambut baik oleh para pedagang dan pengecer.
Berdasarkan tinjauan MNC Portal Indonesia di Pasar Kramat Jati, Jakarta, penjual/pengencer minyak goreng mengaku keberatan jika pembelian harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
BACA JUGA:Beli Minyak Goreng Wajib Pakai PeduliLindungi, Pedagang:  Pakai KTP Aja Sudah Ribet

&quot;Ngapain pakai PeduliLindungi, ribet. Kebijakan yang pakai KTP saja sudah ribet, ini ditambah lagi pakai PeduliLindungi,&quot; ujar Jesika kepada MNC Portal Indonesia di lokasi.
Dia mengatakan, saat ini dirinya menjual minyak goreng curah menggunakan KTP. Sistem ini ia jalankan sejak program MigorRakyat diluncurkan oleh Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
BACA JUGA:Masih Banyak Pedagang Tak Terapkan Pembelian Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Kenapa?

&quot;Pembeli kalau beli di saya, pakai KTP. Tapi itu program yang dulu jaman pak Lutfi. Jadi saya belinya lewat aplikasi Indomarco. Pembeli yang datang ke sini tinggal bawa KTP untuk saya foto sebagai laporan,&quot; papar Jesika.Lebih lanjut Jesika menyampaikan, para konsumen yang membeli pun juga  harus membawa jeriken sendiri. Dengan kata lain, Jesika tidak melayani  pembelian dalam kemasan curah (yang dibungkus plastik).
&quot;Belinya juga harus bawa jeriken sendiri. Biar nggak pecah juga waktu mereka bawa pulang,&quot; jelasnya.
Terakhir, Jesika menuturkan, baiknya tak perlu menggunakan PeduliLindungi. Sebab, itu akan merepotkan penjual maupun pembeli.
&quot;Dah lah nggak usah pakai PeduliLindungi. Ribet nanti. Pembeli tuh maunya yang simpel,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sosialisasi beli minyak goreng curah menggunakan KTP dan aplikasi PeduliLindungi dimulai hari ini, 27 Juni 2022. Sayangnya kebijakan ini tidak disambut baik oleh para pedagang dan pengecer.
Berdasarkan tinjauan MNC Portal Indonesia di Pasar Kramat Jati, Jakarta, penjual/pengencer minyak goreng mengaku keberatan jika pembelian harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
BACA JUGA:Beli Minyak Goreng Wajib Pakai PeduliLindungi, Pedagang:  Pakai KTP Aja Sudah Ribet

&quot;Ngapain pakai PeduliLindungi, ribet. Kebijakan yang pakai KTP saja sudah ribet, ini ditambah lagi pakai PeduliLindungi,&quot; ujar Jesika kepada MNC Portal Indonesia di lokasi.
Dia mengatakan, saat ini dirinya menjual minyak goreng curah menggunakan KTP. Sistem ini ia jalankan sejak program MigorRakyat diluncurkan oleh Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
BACA JUGA:Masih Banyak Pedagang Tak Terapkan Pembelian Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Kenapa?

&quot;Pembeli kalau beli di saya, pakai KTP. Tapi itu program yang dulu jaman pak Lutfi. Jadi saya belinya lewat aplikasi Indomarco. Pembeli yang datang ke sini tinggal bawa KTP untuk saya foto sebagai laporan,&quot; papar Jesika.Lebih lanjut Jesika menyampaikan, para konsumen yang membeli pun juga  harus membawa jeriken sendiri. Dengan kata lain, Jesika tidak melayani  pembelian dalam kemasan curah (yang dibungkus plastik).
&quot;Belinya juga harus bawa jeriken sendiri. Biar nggak pecah juga waktu mereka bawa pulang,&quot; jelasnya.
Terakhir, Jesika menuturkan, baiknya tak perlu menggunakan PeduliLindungi. Sebab, itu akan merepotkan penjual maupun pembeli.
&quot;Dah lah nggak usah pakai PeduliLindungi. Ribet nanti. Pembeli tuh maunya yang simpel,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
