<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Anggaran Pendidikan Diawasi dengan Ketat dan Akurat</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan anggaran pendidikan diawasi dengan ketat dan akurat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2619038/sri-mulyani-sebut-anggaran-pendidikan-diawasi-dengan-ketat-dan-akurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2619038/sri-mulyani-sebut-anggaran-pendidikan-diawasi-dengan-ketat-dan-akurat"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Anggaran Pendidikan Diawasi dengan Ketat dan Akurat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2619038/sri-mulyani-sebut-anggaran-pendidikan-diawasi-dengan-ketat-dan-akurat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/27/320/2619038/sri-mulyani-sebut-anggaran-pendidikan-diawasi-dengan-ketat-dan-akurat</guid><pubDate>Senin 27 Juni 2022 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2619038/sri-mulyani-sebut-anggaran-pendidikan-diawasi-dengan-ketat-dan-akurat-7vx8vre9ip.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani pastikan anggaran pendidikan diawasi dengan ketat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/27/320/2619038/sri-mulyani-sebut-anggaran-pendidikan-diawasi-dengan-ketat-dan-akurat-7vx8vre9ip.jpg</image><title>Sri Mulyani pastikan anggaran pendidikan diawasi dengan ketat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan anggaran pendidikan diawasi dengan ketat dan akurat. Dia mengatakan bahwa dalam menangani anggaran pendidikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama.
&quot;Kami berkoordinasi dengan Bappenas untuk trilateral terutama dalam desain penggunaan anggaran 20% ini. Karena kita tahu fungsi pendidikan didesentralisasikan, dan menyangkut terkait P3K dan guru honorer, kami selalu menghitung secara hati-hati dan akurat terkait kebutuhan di masing-masing daerah,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Senin(27/6/2022).
BACA JUGA:Berkaca dari Kekacauan Nepal soal BBM, Sri Mulyani Singgung soal Subsidi

Jadi, sambung Sri, walaupun dalam perekrutan P3K dan termasuk di dalam pembahasan UU HKPD, pihaknya menyampaikan bahwa setiap daerah untuk pelayanan dasar dihitung secara akurat, dan itu dijadikan basis terutama untuk Dana Alokasi Umum atau DAU-nya.
BACA JUGA:Pajak Karbon Ditunda, Simak Penjelasan Sri Mulyani

&quot;Jadi secara teoritis, seharusnya tidak ada keengganan karena tidak ada dana untuk P3K, karena itu biasanya kita hitung perkapita melihat jumlah anak-anak yang harus dilayani dan pelayanan yang harus diberikan. Kita akan terus menyempurnakan pelayanan dasar itu dan kemudian implikasinya kepada DAU, untuk keputusan rekrutmen P3K biasanya sudah ditentukan bahwa jumlah 1 juta itu sudah sejak 2019, bahkan sebelum terjadinya pandemi,&quot; ungkap Sri.
Dia menegaskan bahwa pihaknya terus mengawasi dan memonitor secara  detail kebutuhan anggarannya di masing-masing pemerintah daerah (Pemda)  yang sudah melakukan P3K atau perekrutan. Jadi, Kemenkeu tentunya akan  terus berkoordinasi dengan Kemendikbud Ristek dan Kemenag terutama untuk  penggunaan anggaran pendidikan secara lebih baik. Termasuk tahun ini  jumlah belanja APBN melonjak karena ada subsidi dan itu berdampak  terhadap anggaran pendidikan.
&quot;Kita juga bersama Kemendikbud Ristek, Kemenag, dan BRIN juga  mendesain agar dananya itu tidak wasted, tidak hanya sekadar habis yang  kemudian tidak berguna atau tidak efektif. Termasuk di dalamnya adalah  dana abadi yang tidak hanya pendidikan LPDP umum, tapi juga dana abadi  perguruan tinggi, untuk penelitian, dan kebudayaan. Itu sudah kita  establish dan jumlah dananya juga semakin meningkat. Kita akan terus  melakukan perbaikan untuk kinerja dana-dana abadi tersebut,&quot; pungkas  Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan anggaran pendidikan diawasi dengan ketat dan akurat. Dia mengatakan bahwa dalam menangani anggaran pendidikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama.
&quot;Kami berkoordinasi dengan Bappenas untuk trilateral terutama dalam desain penggunaan anggaran 20% ini. Karena kita tahu fungsi pendidikan didesentralisasikan, dan menyangkut terkait P3K dan guru honorer, kami selalu menghitung secara hati-hati dan akurat terkait kebutuhan di masing-masing daerah,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Senin(27/6/2022).
BACA JUGA:Berkaca dari Kekacauan Nepal soal BBM, Sri Mulyani Singgung soal Subsidi

Jadi, sambung Sri, walaupun dalam perekrutan P3K dan termasuk di dalam pembahasan UU HKPD, pihaknya menyampaikan bahwa setiap daerah untuk pelayanan dasar dihitung secara akurat, dan itu dijadikan basis terutama untuk Dana Alokasi Umum atau DAU-nya.
BACA JUGA:Pajak Karbon Ditunda, Simak Penjelasan Sri Mulyani

&quot;Jadi secara teoritis, seharusnya tidak ada keengganan karena tidak ada dana untuk P3K, karena itu biasanya kita hitung perkapita melihat jumlah anak-anak yang harus dilayani dan pelayanan yang harus diberikan. Kita akan terus menyempurnakan pelayanan dasar itu dan kemudian implikasinya kepada DAU, untuk keputusan rekrutmen P3K biasanya sudah ditentukan bahwa jumlah 1 juta itu sudah sejak 2019, bahkan sebelum terjadinya pandemi,&quot; ungkap Sri.
Dia menegaskan bahwa pihaknya terus mengawasi dan memonitor secara  detail kebutuhan anggarannya di masing-masing pemerintah daerah (Pemda)  yang sudah melakukan P3K atau perekrutan. Jadi, Kemenkeu tentunya akan  terus berkoordinasi dengan Kemendikbud Ristek dan Kemenag terutama untuk  penggunaan anggaran pendidikan secara lebih baik. Termasuk tahun ini  jumlah belanja APBN melonjak karena ada subsidi dan itu berdampak  terhadap anggaran pendidikan.
&quot;Kita juga bersama Kemendikbud Ristek, Kemenag, dan BRIN juga  mendesain agar dananya itu tidak wasted, tidak hanya sekadar habis yang  kemudian tidak berguna atau tidak efektif. Termasuk di dalamnya adalah  dana abadi yang tidak hanya pendidikan LPDP umum, tapi juga dana abadi  perguruan tinggi, untuk penelitian, dan kebudayaan. Itu sudah kita  establish dan jumlah dananya juga semakin meningkat. Kita akan terus  melakukan perbaikan untuk kinerja dana-dana abadi tersebut,&quot; pungkas  Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
