<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Mahal Bikin Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik?</title><description>Kenaikan harga BBM diprediksi akan turut mendorong penduduk Asia,  termasuk Indonesia, untuk segera beralih ke sepeda motor listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619555/harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619555/harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik"/><item><title>Harga BBM Mahal Bikin Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619555/harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619555/harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik</guid><pubDate>Selasa 28 Juni 2022 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/28/320/2619555/harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik-2CBPKVDT9O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahalnya harga BBM memicu masyarakat bergeser ke motor listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/28/320/2619555/harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik-2CBPKVDT9O.jpg</image><title>Mahalnya harga BBM memicu masyarakat bergeser ke motor listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan harga BBM diprediksi akan turut mendorong penduduk Asia, termasuk Indonesia, untuk segera beralih ke sepeda motor listrik. Terlebih pemerintah akan membatasi pembelian BBM Pertalite dan Solar Subsidi.
Soal kendaraan listrik, pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya 13 juta motor listrik akan berlalu-lalang di berbagai kota pada tahun 2030. Namun menurut data perusahaan pembiayaan, penyaluran kredit untuk pembelian motor listrik di Indonesia masih sangat rendah.
BACA JUGA:Kabar Baik, Sulbar Segera Miliki Pelabuhan dan Tangki Penimbun BBM-LPG

Menurut Direktur Portofolio PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Harry Latif, berbeda dengan prediksi tadi. Harry berkata, saat ini permintaan mobil dan sepeda motor listrik di Indonesia meningkat drastis. Akan tetapi realisasi kredit untuk pembeliannya jauh kecil dibandingkan kredit mobil dan motor konvensional.
&quot;Dibanding tahun lalu memang naik 100 persen untuk penyaluran mobil dan motor listrik. Tapi presentasinya masih sedikit, yaitu 1 persen,&quot; kata Harry Latif dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA:Berkaca dari Kekacauan Nepal soal BBM, Sri Mulyani Singgung soal Subsidi

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial, berkata pemerintah mematok target bahwa penduduk Indonesia akan memakai 6 juta motor listrik pada 2025.
Target itu bertambah menjadi 13 juta motor listrik pada tahun 2030. Namun selama 2022, berharap terjadi konversi 1.000 sepada motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.
Jumat pekan lalu, Kementerian ESDM meneken kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Pertamina untuk menggenjot realisasi target motor listrik.PLN berjanji akan menyediakan infrastruktur kelistrikan berupa  stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), stasiun penukaran  baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), dan Home Charging Station.
Hingga Mei 2022, PLN tercatat sudah membangun 129 unit SPKLU.
Bagaimana kondisi pasar motor listrik di Indonesia?
Adira Finance mencatat, penyaluran kredit untuk pembelian kendaraan  listrik di Indonesia masih rendah. Per Mei 2022, jumlah pembiayaan  kendaraan listrik sekitar Rp800 juta atau hanya 1% dari total pembiayaan  di sektor otomotif.
Menurut Harry Latif, hal itu disebabkan tingkat penjualan ritel kendaraan listrik di Indonesia juga masih rendah.
&quot;Sejak tahun lalu kita sudah mendanai lima brand motor listrik dan  juga beberapa mobil listrik. Tapi kita harus akui saat ini masih belum  terlalu banyak karena secara penjualan dari agen tunggal pemegang merk  pun demikian,&quot; kata Harry.
ATPM adalah perorangan atau badan usaha yang ditunjuk oleh pabrik  pemilik merek barang tertentu, untuk melakukan penjualan barang dalam  jumlah besar. Saat ini, kata Harry, dilihat dari pemakaian, kendaraan  listrik masih berada di segmen fleet dan belum sampai ke ritel atau  perorangan. Mayoritas pembeliannya dilakukan secara tunai.</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan harga BBM diprediksi akan turut mendorong penduduk Asia, termasuk Indonesia, untuk segera beralih ke sepeda motor listrik. Terlebih pemerintah akan membatasi pembelian BBM Pertalite dan Solar Subsidi.
Soal kendaraan listrik, pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya 13 juta motor listrik akan berlalu-lalang di berbagai kota pada tahun 2030. Namun menurut data perusahaan pembiayaan, penyaluran kredit untuk pembelian motor listrik di Indonesia masih sangat rendah.
BACA JUGA:Kabar Baik, Sulbar Segera Miliki Pelabuhan dan Tangki Penimbun BBM-LPG

Menurut Direktur Portofolio PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Harry Latif, berbeda dengan prediksi tadi. Harry berkata, saat ini permintaan mobil dan sepeda motor listrik di Indonesia meningkat drastis. Akan tetapi realisasi kredit untuk pembeliannya jauh kecil dibandingkan kredit mobil dan motor konvensional.
&quot;Dibanding tahun lalu memang naik 100 persen untuk penyaluran mobil dan motor listrik. Tapi presentasinya masih sedikit, yaitu 1 persen,&quot; kata Harry Latif dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA:Berkaca dari Kekacauan Nepal soal BBM, Sri Mulyani Singgung soal Subsidi

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial, berkata pemerintah mematok target bahwa penduduk Indonesia akan memakai 6 juta motor listrik pada 2025.
Target itu bertambah menjadi 13 juta motor listrik pada tahun 2030. Namun selama 2022, berharap terjadi konversi 1.000 sepada motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.
Jumat pekan lalu, Kementerian ESDM meneken kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Pertamina untuk menggenjot realisasi target motor listrik.PLN berjanji akan menyediakan infrastruktur kelistrikan berupa  stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), stasiun penukaran  baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), dan Home Charging Station.
Hingga Mei 2022, PLN tercatat sudah membangun 129 unit SPKLU.
Bagaimana kondisi pasar motor listrik di Indonesia?
Adira Finance mencatat, penyaluran kredit untuk pembelian kendaraan  listrik di Indonesia masih rendah. Per Mei 2022, jumlah pembiayaan  kendaraan listrik sekitar Rp800 juta atau hanya 1% dari total pembiayaan  di sektor otomotif.
Menurut Harry Latif, hal itu disebabkan tingkat penjualan ritel kendaraan listrik di Indonesia juga masih rendah.
&quot;Sejak tahun lalu kita sudah mendanai lima brand motor listrik dan  juga beberapa mobil listrik. Tapi kita harus akui saat ini masih belum  terlalu banyak karena secara penjualan dari agen tunggal pemegang merk  pun demikian,&quot; kata Harry.
ATPM adalah perorangan atau badan usaha yang ditunjuk oleh pabrik  pemilik merek barang tertentu, untuk melakukan penjualan barang dalam  jumlah besar. Saat ini, kata Harry, dilihat dari pemakaian, kendaraan  listrik masih berada di segmen fleet dan belum sampai ke ritel atau  perorangan. Mayoritas pembeliannya dilakukan secara tunai.</content:encoded></item></channel></rss>
