<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pangan Mahal, Omzet Pedagang Pasar Turun Drastis</title><description>Harga pangan mahal membuat omzet pedagang pasar turun drastis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619591/harga-pangan-mahal-omzet-pedagang-pasar-turun-drastis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619591/harga-pangan-mahal-omzet-pedagang-pasar-turun-drastis"/><item><title>Harga Pangan Mahal, Omzet Pedagang Pasar Turun Drastis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619591/harga-pangan-mahal-omzet-pedagang-pasar-turun-drastis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/28/320/2619591/harga-pangan-mahal-omzet-pedagang-pasar-turun-drastis</guid><pubDate>Selasa 28 Juni 2022 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/28/320/2619591/harga-pangan-mahal-omzet-pedagang-pasar-turun-drastis-VQJ7Wh7o1Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga pangan naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/28/320/2619591/harga-pangan-mahal-omzet-pedagang-pasar-turun-drastis-VQJ7Wh7o1Z.jpg</image><title>Harga pangan naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga pangan mahal membuat omzet pedagang pasar turun drastis. Contohnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur harga cabai merah keriting melesat Rp100 ribu/kg.
Harga cabai rawit merah Rp120 ribu/kg, cabai rawit hijau Rp90 ribu/kg, cabai hijau keriting Rp50ribu/kg, serta cabai merah besar (TW) Rp90 ribu/kg.
BACA JUGA:Mendag Minta Masyarakat Maklum soal Kenaikan Harga Pangan

Selain cabai, bawang merah juga naik menjadi Rp65 ribu/kg. Padahal sebelumnya dibanderol Rp40 ribu/kg. Sementara untuk jenis bawang putih masih normal di harga Rp45 ribu/kg. Sementara tomat merah naik menjadi Rp23 ribu/kg, sebelumnya hanya Rp15 ribu/kg.
&quot;Kenaikan harganya sudah sebulanan ini,&quot; kata Yoyo, pedagang sembako kepada MNC Portal Indonesia di Pasar Kramat Jati, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA:Inflasi Juni Diprediksi Capai 0,5% karena Harga Cabai Mahal

Menurut Yoyo, naiknya harga cabai ini lantaran musim hujan yang terjadi belakangan ini. Sehingga banyak cabai yang busuk.
Lebih lanjut dia bilang, karena harganya naik, pembeli jadi mengurangi kuantitas pembelian.
&quot;Biasanya yang langganan beli 2kg, sekarang jadi 1kg aja,&quot; ungkap Yoyo.Mengingat hal itu, pedagang turut mengurangi pembelian di pasar  induk. Biasanya dalam sehari membeli 10 kg untuk masing-masing jenis  cabai, kini hanya 5kg.
&quot;Supaya cepat habis dan nggak ke simpan di karung. Karena mudah busuk,&quot; jelasnya.
Mengenai omzet, Yoyo mengaku menurun drastis lantaran sedikitnya konsumen yang membeli.
Tak hanya Yoyo, pedagang daging sapi bernama Oci juga mengungkapkan  hal yang serupa. Dagangannya sepi pembeli karena tingginya harga daging  sapi saat ini.
&quot;Sepi pembelinya. Karena daging sapi mahal. Sembako-sembako lainnya  kn juga mahal. Kalau sembako mahal, pembeli jadi sedikit yang beli  daging sapi,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia.
Oci menyebut, harga daging sapi yang ia jual sudah tembus Rp160  ribu/kg, sebelumnya dibanderol Rp130 ribu/kg. Oleh karena itu, omzet  yang didapat tidak seperti saat harga daging sapi stabil.
&quot;Turun banget omzet saya,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga pangan mahal membuat omzet pedagang pasar turun drastis. Contohnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur harga cabai merah keriting melesat Rp100 ribu/kg.
Harga cabai rawit merah Rp120 ribu/kg, cabai rawit hijau Rp90 ribu/kg, cabai hijau keriting Rp50ribu/kg, serta cabai merah besar (TW) Rp90 ribu/kg.
BACA JUGA:Mendag Minta Masyarakat Maklum soal Kenaikan Harga Pangan

Selain cabai, bawang merah juga naik menjadi Rp65 ribu/kg. Padahal sebelumnya dibanderol Rp40 ribu/kg. Sementara untuk jenis bawang putih masih normal di harga Rp45 ribu/kg. Sementara tomat merah naik menjadi Rp23 ribu/kg, sebelumnya hanya Rp15 ribu/kg.
&quot;Kenaikan harganya sudah sebulanan ini,&quot; kata Yoyo, pedagang sembako kepada MNC Portal Indonesia di Pasar Kramat Jati, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA:Inflasi Juni Diprediksi Capai 0,5% karena Harga Cabai Mahal

Menurut Yoyo, naiknya harga cabai ini lantaran musim hujan yang terjadi belakangan ini. Sehingga banyak cabai yang busuk.
Lebih lanjut dia bilang, karena harganya naik, pembeli jadi mengurangi kuantitas pembelian.
&quot;Biasanya yang langganan beli 2kg, sekarang jadi 1kg aja,&quot; ungkap Yoyo.Mengingat hal itu, pedagang turut mengurangi pembelian di pasar  induk. Biasanya dalam sehari membeli 10 kg untuk masing-masing jenis  cabai, kini hanya 5kg.
&quot;Supaya cepat habis dan nggak ke simpan di karung. Karena mudah busuk,&quot; jelasnya.
Mengenai omzet, Yoyo mengaku menurun drastis lantaran sedikitnya konsumen yang membeli.
Tak hanya Yoyo, pedagang daging sapi bernama Oci juga mengungkapkan  hal yang serupa. Dagangannya sepi pembeli karena tingginya harga daging  sapi saat ini.
&quot;Sepi pembelinya. Karena daging sapi mahal. Sembako-sembako lainnya  kn juga mahal. Kalau sembako mahal, pembeli jadi sedikit yang beli  daging sapi,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia.
Oci menyebut, harga daging sapi yang ia jual sudah tembus Rp160  ribu/kg, sebelumnya dibanderol Rp130 ribu/kg. Oleh karena itu, omzet  yang didapat tidak seperti saat harga daging sapi stabil.
&quot;Turun banget omzet saya,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
