<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Cornelius Dipo Alam, Mantan Pesepakbola RI yang Sukses Berbisnis di AS</title><description>Cerita Cornelius Dipo Alam, mantan pesepakbola ri yang sukses berbisnis di AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2619869/cerita-cornelius-dipo-alam-mantan-pesepakbola-ri-yang-sukses-berbisnis-di-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2619869/cerita-cornelius-dipo-alam-mantan-pesepakbola-ri-yang-sukses-berbisnis-di-as"/><item><title>Cerita Cornelius Dipo Alam, Mantan Pesepakbola RI yang Sukses Berbisnis di AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2619869/cerita-cornelius-dipo-alam-mantan-pesepakbola-ri-yang-sukses-berbisnis-di-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2619869/cerita-cornelius-dipo-alam-mantan-pesepakbola-ri-yang-sukses-berbisnis-di-as</guid><pubDate>Rabu 29 Juni 2022 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/28/320/2619869/cerita-cornelius-dipo-alam-mantan-pesepakbola-ri-yang-sukses-berbisnis-di-as-Jo4Xen5c0H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah sukses Dipo Alam (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/28/320/2619869/cerita-cornelius-dipo-alam-mantan-pesepakbola-ri-yang-sukses-berbisnis-di-as-Jo4Xen5c0H.jpg</image><title>Kisah sukses Dipo Alam (Foto: VOA)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Cerita Cornelius Dipo Alam, mantan pesepakbola ri yang sukses berbisnis di AS. Kisah sukses mantan pesebakbola Indonesia jadi pengusaha di Amerika Serikat (AS). Awalnya mantan pemain sepak bola terkenal asal Indonesia ini ingin mengejar mimpi menjadi pemain profesional.
Cornelius Dipo Alam selalu mengaitkannya dengan pemain sepak bola muda asal Jakarta yang hijrah ke Amerika Serikat untuk bersekolah. Kini, nama Dipo (33), lebih erat kaitannya dengan pebisnis waralaba kuliner asal Indonesia yang sukses di Amerika. Ia memiliki lebih dari 40 gerai kuliner di tujuh negara bagian di Amerika, namun tetap memiliki perhatian khusus pada perkembangan dunia sepakbola.

BACA JUGA:Cerita Mantan Agen Koran Sukses Bisnis Ternak Kambing, Raup Ratusan Juta Jelang Idul Adha


Jejak Dipo di dunia sepak bola sudah lama mengundang decak kagum. Setelah terpilih mewakili Tim DKI Jakarta di kompetisi Liga Bogasari untuk usia di bawah 15 tahun, ia kembali ditunjuk mewakili kesebelasan DKI Jakarta untuk tampil di Liga Suratin di bawah usia 18 tahun. Sampai akhirnya ia terpilih masuk ke dalam Indonesian Football Academy, sekolah khusus dengan seleksi ketat yang melatih para pemain sepak bola muda berbakat.
Mengapa Dipo meninggalkan dunia sepak bola? Alasannya, sederhana, karena pada 2015 Indonesia mendapat sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasioal (FIFA) yang membuat tim nasional Indonesia dan seluruh klub asal tanah air tidak bisa berlaga di kompetisi-kompetisi resmi FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia). Atau singkat kata, larangan FIFA yang terlahir karena intervensi pemerintah Indonesia terhadap sepak bola Indonesia itu, dunia sepak bola profesional tanah air menjadi gelap gulita.
&amp;ldquo;Pas sepak bola Indonesia di-banned itulah, aku sudah 100 persen bilang aku tidak bisan main bola lagi, dan memutuskan pensiun dan fokus ke bisnis,&amp;rdquo; jelasnya dilansir dari VOA Indonesia, Selasa (28/6/2022).Dipo termasuk beruntung. Saat itu, ia belum menandatangani kontrak  dengan satu pun klub sepak bola tanah air, dan lebih memilih  mempertahankan status permanent resident-nya di AS dengan kembali ke  California sambil menimbang-nimbang masa depannya. Sebagai informasi,  status itu sendiri diperolehnya berkat sponsor Chivas USA. Kalau saja,  ia menandatangani kontrak, menurut Dipo, bukan saja karir sepak bola  profesionalnya yang kandas, tapi juga peluangnya untuk terjun di bisnis  waralaba kuliner.
Dunia bisnis kuliner bukan hal asing bagi Dipo. Sewaktu kuliah  jurusan Manajemen Bisnis di Pasadena City College, Pasadena, California,  ia sempat bekerja di sebuah restoran sebagai pencuci piring untuk  menunjang kebutuhan hidupnya. Ia kemudian juga sempat kerja sebagai  pelayan di restoran waralaba Genghis Grill.
Baca Selengkapnya:  Kisah Mantan Pesepakbola RI Malah Jadi Pengusaha Sukses di AS</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Cerita Cornelius Dipo Alam, mantan pesepakbola ri yang sukses berbisnis di AS. Kisah sukses mantan pesebakbola Indonesia jadi pengusaha di Amerika Serikat (AS). Awalnya mantan pemain sepak bola terkenal asal Indonesia ini ingin mengejar mimpi menjadi pemain profesional.
Cornelius Dipo Alam selalu mengaitkannya dengan pemain sepak bola muda asal Jakarta yang hijrah ke Amerika Serikat untuk bersekolah. Kini, nama Dipo (33), lebih erat kaitannya dengan pebisnis waralaba kuliner asal Indonesia yang sukses di Amerika. Ia memiliki lebih dari 40 gerai kuliner di tujuh negara bagian di Amerika, namun tetap memiliki perhatian khusus pada perkembangan dunia sepakbola.

BACA JUGA:Cerita Mantan Agen Koran Sukses Bisnis Ternak Kambing, Raup Ratusan Juta Jelang Idul Adha


Jejak Dipo di dunia sepak bola sudah lama mengundang decak kagum. Setelah terpilih mewakili Tim DKI Jakarta di kompetisi Liga Bogasari untuk usia di bawah 15 tahun, ia kembali ditunjuk mewakili kesebelasan DKI Jakarta untuk tampil di Liga Suratin di bawah usia 18 tahun. Sampai akhirnya ia terpilih masuk ke dalam Indonesian Football Academy, sekolah khusus dengan seleksi ketat yang melatih para pemain sepak bola muda berbakat.
Mengapa Dipo meninggalkan dunia sepak bola? Alasannya, sederhana, karena pada 2015 Indonesia mendapat sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasioal (FIFA) yang membuat tim nasional Indonesia dan seluruh klub asal tanah air tidak bisa berlaga di kompetisi-kompetisi resmi FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia). Atau singkat kata, larangan FIFA yang terlahir karena intervensi pemerintah Indonesia terhadap sepak bola Indonesia itu, dunia sepak bola profesional tanah air menjadi gelap gulita.
&amp;ldquo;Pas sepak bola Indonesia di-banned itulah, aku sudah 100 persen bilang aku tidak bisan main bola lagi, dan memutuskan pensiun dan fokus ke bisnis,&amp;rdquo; jelasnya dilansir dari VOA Indonesia, Selasa (28/6/2022).Dipo termasuk beruntung. Saat itu, ia belum menandatangani kontrak  dengan satu pun klub sepak bola tanah air, dan lebih memilih  mempertahankan status permanent resident-nya di AS dengan kembali ke  California sambil menimbang-nimbang masa depannya. Sebagai informasi,  status itu sendiri diperolehnya berkat sponsor Chivas USA. Kalau saja,  ia menandatangani kontrak, menurut Dipo, bukan saja karir sepak bola  profesionalnya yang kandas, tapi juga peluangnya untuk terjun di bisnis  waralaba kuliner.
Dunia bisnis kuliner bukan hal asing bagi Dipo. Sewaktu kuliah  jurusan Manajemen Bisnis di Pasadena City College, Pasadena, California,  ia sempat bekerja di sebuah restoran sebagai pencuci piring untuk  menunjang kebutuhan hidupnya. Ia kemudian juga sempat kerja sebagai  pelayan di restoran waralaba Genghis Grill.
Baca Selengkapnya:  Kisah Mantan Pesepakbola RI Malah Jadi Pengusaha Sukses di AS</content:encoded></item></channel></rss>
