<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Subsidi Kedelai Buat Perajin Tahu dan Tempe, Berapa Besarannya?</title><description>Subsidi kedelai yang dimaksud adalah Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk perajin tahu dan tempe.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2620226/ada-subsidi-kedelai-buat-perajin-tahu-dan-tempe-berapa-besarannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2620226/ada-subsidi-kedelai-buat-perajin-tahu-dan-tempe-berapa-besarannya"/><item><title>Ada Subsidi Kedelai Buat Perajin Tahu dan Tempe, Berapa Besarannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2620226/ada-subsidi-kedelai-buat-perajin-tahu-dan-tempe-berapa-besarannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/29/320/2620226/ada-subsidi-kedelai-buat-perajin-tahu-dan-tempe-berapa-besarannya</guid><pubDate>Rabu 29 Juni 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/29/320/2620226/ada-subsidi-kedelai-buat-perajin-tahu-dan-tempe-berapa-besarannya-g8U7xxvUV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ada subsidi kedelai untuk perajin tahu dan tempe (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/29/320/2620226/ada-subsidi-kedelai-buat-perajin-tahu-dan-tempe-berapa-besarannya-g8U7xxvUV7.jpg</image><title>Ada subsidi kedelai untuk perajin tahu dan tempe (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ada subsidi kedelai buat perajin tahu dan tempe. Subsidi kedelai yang dimaksud adalah Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk perajin tahu dan tempe. Subsidi kedelai ini akan diberikan melalui Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI).
BACA JUGA:Importir Wajib Beli Kedelai Lokal Rp8.500/Kg

Subsidi kedelai diberikan karena harga kedelai di dalam negeri, khususnya di tingkat perajin tahu dan tempe mengalami kenaikan sejak Januari 2022. Mengingat hal itu, pemerintah resmi menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk melaksanakan Program Pemberian Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk perajin tahu dan tempe.
&amp;ldquo;Kenaikan harga kedelai internasional masih cukup tinggi. Untuk itu, pemerintah menyepakati penugasan kepada Perum Bulog untuk memberikan bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe melalui KOPTI,&amp;rdquo; ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Rabu (29/6/2022).
BACA JUGA:Jokowi Marah! Tanam Jagung dan Kedelai di Mana Pun Bisa Tumbuh, Kenapa RI Masih Impor?

Oke menerangkan, pemberian bantuan penggantian selisih harga kedelai ini akan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kedelai dalam negeri, khususnya di tingkat perajin tahu dan tempe yang merupakan pengguna terbesar bahan baku kedelai.
Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Juni 2022 sekitar USD 17,55/bushels atau setara USD 644/ton, naik dari kondisi pada awal April 2022 USD 15,59/bushels atau setara USD 572/ton. Dengan kondisi tersebut, maka landed price diperkirakan berada di kisaran Rp11.483/kg, sementara di tingkat importir Rp12.530/kg.Lebih detail, Oke memaparkan, pelaksanaan Program Pemberian Bantuan  Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai oleh Perum Bulog  dilaksanakan selama empat bulan, mulai 1 April 2022 sampai 31 Juli 2022.  Program menyasar anggota KOPTI sesuai data Kementerian Koperasi dan  Usaha Kecil dan Menengah.
Berdasarkan laporan Perum Bulog, Tahap I (periode April 2022) dan  Tahap II (periode Mei 2022) telah selesai dilaksanakan dengan jumlah  total kedelai yang telah disalurkan sebanyak 28.728 ton di 16 provinsi,  sementara saat ini penyaluran Tahap III (periode Juni 2022) masih  berjalan.
&amp;ldquo;Pemberian Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai kepada  para perajin tahu dan tempe anggota KOPTI diharapkan dapat menjaga  keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe sehingga dapat terus  menjalankan produksi sebagaimana biasanya,&amp;rdquo; tutur Oke.
Ia melanjutkan, Kemendag mengharapkan dukungan seluruh pemangku  kepentingan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing  dalam pelaksanaan pemberian bantuan selisih harga pembelian kedelai ini.  Sehingga, program ini dapat berjalan dengan baik dan tetap  memperhatikan aspek akuntabilitas dan prinsip tata kelola pemerintahan  yang baik serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Di sisi lain, pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendorong  penguatan kelembagaan bagi KOPTI sehingga dapat berperan aktif dalam  membantu dan memastikan penyaluran kedelai sampai kepada anggotanya.
Oke juga mengimbau kepada perajin tahu dan tempe agar berkoordinasi  dengan KOPTI setempat dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan  Menengah untuk mendapatkan penyaluran kedelai dari Perum Bulog.
&amp;ldquo;Pemerintah berharap dengan adanya penugasan ini, industri tahu dan  tempe nasional dapat meningkatkan gairah berproduksi, sehingga tahu dan  tempe selalu tersedia di masyarakat sebagai pilihan sumber protein  dengan harga terjangkau,&amp;rdquo; kata Oke.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ada subsidi kedelai buat perajin tahu dan tempe. Subsidi kedelai yang dimaksud adalah Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk perajin tahu dan tempe. Subsidi kedelai ini akan diberikan melalui Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI).
BACA JUGA:Importir Wajib Beli Kedelai Lokal Rp8.500/Kg

Subsidi kedelai diberikan karena harga kedelai di dalam negeri, khususnya di tingkat perajin tahu dan tempe mengalami kenaikan sejak Januari 2022. Mengingat hal itu, pemerintah resmi menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk melaksanakan Program Pemberian Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai untuk perajin tahu dan tempe.
&amp;ldquo;Kenaikan harga kedelai internasional masih cukup tinggi. Untuk itu, pemerintah menyepakati penugasan kepada Perum Bulog untuk memberikan bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe melalui KOPTI,&amp;rdquo; ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Rabu (29/6/2022).
BACA JUGA:Jokowi Marah! Tanam Jagung dan Kedelai di Mana Pun Bisa Tumbuh, Kenapa RI Masih Impor?

Oke menerangkan, pemberian bantuan penggantian selisih harga kedelai ini akan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kedelai dalam negeri, khususnya di tingkat perajin tahu dan tempe yang merupakan pengguna terbesar bahan baku kedelai.
Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Juni 2022 sekitar USD 17,55/bushels atau setara USD 644/ton, naik dari kondisi pada awal April 2022 USD 15,59/bushels atau setara USD 572/ton. Dengan kondisi tersebut, maka landed price diperkirakan berada di kisaran Rp11.483/kg, sementara di tingkat importir Rp12.530/kg.Lebih detail, Oke memaparkan, pelaksanaan Program Pemberian Bantuan  Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai oleh Perum Bulog  dilaksanakan selama empat bulan, mulai 1 April 2022 sampai 31 Juli 2022.  Program menyasar anggota KOPTI sesuai data Kementerian Koperasi dan  Usaha Kecil dan Menengah.
Berdasarkan laporan Perum Bulog, Tahap I (periode April 2022) dan  Tahap II (periode Mei 2022) telah selesai dilaksanakan dengan jumlah  total kedelai yang telah disalurkan sebanyak 28.728 ton di 16 provinsi,  sementara saat ini penyaluran Tahap III (periode Juni 2022) masih  berjalan.
&amp;ldquo;Pemberian Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai kepada  para perajin tahu dan tempe anggota KOPTI diharapkan dapat menjaga  keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe sehingga dapat terus  menjalankan produksi sebagaimana biasanya,&amp;rdquo; tutur Oke.
Ia melanjutkan, Kemendag mengharapkan dukungan seluruh pemangku  kepentingan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing  dalam pelaksanaan pemberian bantuan selisih harga pembelian kedelai ini.  Sehingga, program ini dapat berjalan dengan baik dan tetap  memperhatikan aspek akuntabilitas dan prinsip tata kelola pemerintahan  yang baik serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Di sisi lain, pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendorong  penguatan kelembagaan bagi KOPTI sehingga dapat berperan aktif dalam  membantu dan memastikan penyaluran kedelai sampai kepada anggotanya.
Oke juga mengimbau kepada perajin tahu dan tempe agar berkoordinasi  dengan KOPTI setempat dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan  Menengah untuk mendapatkan penyaluran kedelai dari Perum Bulog.
&amp;ldquo;Pemerintah berharap dengan adanya penugasan ini, industri tahu dan  tempe nasional dapat meningkatkan gairah berproduksi, sehingga tahu dan  tempe selalu tersedia di masyarakat sebagai pilihan sumber protein  dengan harga terjangkau,&amp;rdquo; kata Oke.</content:encoded></item></channel></rss>
