<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp102,9 Triliun Sepanjang Semester I-2022</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan penghimpunan dana di  pasar modal mencapai Rp102,9 triliun per semester I 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/278/2621127/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp102-9-triliun-sepanjang-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/278/2621127/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp102-9-triliun-sepanjang-semester-i-2022"/><item><title>Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp102,9 Triliun Sepanjang Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/278/2621127/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp102-9-triliun-sepanjang-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/278/2621127/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp102-9-triliun-sepanjang-semester-i-2022</guid><pubDate>Kamis 30 Juni 2022 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/30/278/2621127/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp102-9-triliun-sepanjang-semester-i-2022-Di72yNv7DZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penghimpunan dana di BEI capai Rp102,9 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/30/278/2621127/penghimpunan-dana-di-pasar-modal-capai-rp102-9-triliun-sepanjang-semester-i-2022-Di72yNv7DZ.jpg</image><title>Penghimpunan dana di BEI capai Rp102,9 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp102,9 triliun per semester I 2022.
&quot;Penghimpunan dana di pasar modal hingga 28 Juni 2022 tercatat Rp102,9 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 22 emiten,&quot; ungkap OJK, dikutip Kamis (30/6/2022).
BACA JUGA:OJK: Sektor Keuangan Masih Terjaga Baik di Tengah Krisis Global 

OJK menyebutkan, hingga 24 Juni 2022, IHSG tercatat melemah 1,5% mtd ke level 7.043 dengan non residen mencatatkan outflow Rp3,59 triliun.
Sementara di pasar SBN, non residen mencatatkan outflow Rp 12,4 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN naik 5,2 bps mtd pada seluruh tenor.
Menurut OJK, tingginya inflasi global tersebut telah mendorong bank sentral utama dunia untuk melakukan normalisasi kebijakan moneter yang lebih agresif sehingga pasar keuangan global kembali bergejolak.
BACA JUGA:Marak Kejahatan Soceng, OJK: Jaga Rahasia Password hingga Nama Ibu Kandung

Dengan latar belakang tersebut, pertumbuhan perekonomian global 2022 diperkirakan akan melambat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Kendati demikian, indikator perekonomian domestik masih menunjukkan perbaikan yang terus berlanjut meski laju perbaikannya mulai terpengaruh perkembangan perekonomian global.
Inflasi di bulan Mei 2022 masih terjaga dalam rentang target Bank Indonesia namun terus berada dalam tren meningkat seiring kenaikan harga pangan dan transportasi.PMI Manufaktur juga masih berada dalam zona ekspansi meski dalam tren  menurun dalam sembilan bulan terakhir akibat kenaikan harga bahan baku.
Sementara itu, sektor eksternal juga masih mencatatkan kinerja  positif yang ditunjukkan dengan berlanjutnya surplus neraca perdagangan  serta cadangan devisa yang terjaga.
Namun pertumbuhan impor mulai lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor  seiring kenaikan permintaan domestik. Di tengah perkembangan tersebut,  pasar saham Indonesia terpantau terkoreksi.
Terkoreksinya pasar saham Indonesia seiring dengan capital outflow di  mayoritas negara berkembang sebagai bentuk risk off investor merespons  peningkatan suku bunga acuan The Fed 75 bps pada Juni 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp102,9 triliun per semester I 2022.
&quot;Penghimpunan dana di pasar modal hingga 28 Juni 2022 tercatat Rp102,9 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 22 emiten,&quot; ungkap OJK, dikutip Kamis (30/6/2022).
BACA JUGA:OJK: Sektor Keuangan Masih Terjaga Baik di Tengah Krisis Global 

OJK menyebutkan, hingga 24 Juni 2022, IHSG tercatat melemah 1,5% mtd ke level 7.043 dengan non residen mencatatkan outflow Rp3,59 triliun.
Sementara di pasar SBN, non residen mencatatkan outflow Rp 12,4 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN naik 5,2 bps mtd pada seluruh tenor.
Menurut OJK, tingginya inflasi global tersebut telah mendorong bank sentral utama dunia untuk melakukan normalisasi kebijakan moneter yang lebih agresif sehingga pasar keuangan global kembali bergejolak.
BACA JUGA:Marak Kejahatan Soceng, OJK: Jaga Rahasia Password hingga Nama Ibu Kandung

Dengan latar belakang tersebut, pertumbuhan perekonomian global 2022 diperkirakan akan melambat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Kendati demikian, indikator perekonomian domestik masih menunjukkan perbaikan yang terus berlanjut meski laju perbaikannya mulai terpengaruh perkembangan perekonomian global.
Inflasi di bulan Mei 2022 masih terjaga dalam rentang target Bank Indonesia namun terus berada dalam tren meningkat seiring kenaikan harga pangan dan transportasi.PMI Manufaktur juga masih berada dalam zona ekspansi meski dalam tren  menurun dalam sembilan bulan terakhir akibat kenaikan harga bahan baku.
Sementara itu, sektor eksternal juga masih mencatatkan kinerja  positif yang ditunjukkan dengan berlanjutnya surplus neraca perdagangan  serta cadangan devisa yang terjaga.
Namun pertumbuhan impor mulai lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor  seiring kenaikan permintaan domestik. Di tengah perkembangan tersebut,  pasar saham Indonesia terpantau terkoreksi.
Terkoreksinya pasar saham Indonesia seiring dengan capital outflow di  mayoritas negara berkembang sebagai bentuk risk off investor merespons  peningkatan suku bunga acuan The Fed 75 bps pada Juni 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
