<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benahi Infrastruktur Konektivitas, PUPR Siapkan Anggaran Rp40,25 Triliun</title><description>Direktorat Jenderal Bina Marga mendapatkan pagu indikatif tahun 2023 sebesar Rp40,25 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/320/2620909/benahi-infrastruktur-konektivitas-pupr-siapkan-anggaran-rp40-25-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/320/2620909/benahi-infrastruktur-konektivitas-pupr-siapkan-anggaran-rp40-25-triliun"/><item><title>Benahi Infrastruktur Konektivitas, PUPR Siapkan Anggaran Rp40,25 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/320/2620909/benahi-infrastruktur-konektivitas-pupr-siapkan-anggaran-rp40-25-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/06/30/320/2620909/benahi-infrastruktur-konektivitas-pupr-siapkan-anggaran-rp40-25-triliun</guid><pubDate>Kamis 30 Juni 2022 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/06/30/320/2620909/benahi-infrastruktur-konektivitas-pupr-siapkan-anggaran-rp40-25-triliun-2CQ3bRYpog.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran infrastruktur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/06/30/320/2620909/benahi-infrastruktur-konektivitas-pupr-siapkan-anggaran-rp40-25-triliun-2CQ3bRYpog.jpg</image><title>Anggaran infrastruktur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktorat Jenderal Bina Marga mendapatkan pagu indikatif tahun 2023 sebesar Rp40,25 triliun. Anggaran tersebut mayoritas bakal digunakan untuk pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur konektivitas.
Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan mengatakan kegiatan prioritas ini merupakan tindaklanjut arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait dengan optimalisasi program OPOR (Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, Rehabilitasi).
BACA JUGA:PUPR Habiskan Rp197 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur

&quot;Adapun program prioritas utama yang sesuai dengan OPOR adalah optimalisasi program committed (telah disepakati), pemeliharaan rutin jalan dan jembatan nasional, rehabilitasi/rekonstruksi jalan dan jembatan serta penggantian jembatan,&quot; ujar Hedy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/6/2022).
Selanjutnya Hedy juga menjelaskan anggaran tersebut juga digunakan untuk penyelesaian koridor pembangunan jalan dan jembatan sesuai rencana strategis yang ditargetkan selesai awal tahun 2024.
BACA JUGA:Bangun Infrastruktur Ibu Kota Nusantara, Korea Selatan Kirim Peneliti

Adapun anggaran dukungan infrastruktur konektivitas utamanya digunakan untuk penanganan jalan senilai Rp22,40 triliun meliputi pembangunan jalan sepanjang 303,6 km serta peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan struktur sepanjang 3.831,3 km. Selanjutnya penanganan jembatan senilai Rp4,70 triliun untuk pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 6.472 meter serta penggantian dan preservasi jembatan sepanjang 125.806 meter.Pada program dukungan konektivitas, Kementerian PUPR melalui Ditjen  Bina Marga juga melakukan peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan  untuk dukungan jalan tol sepanjang 15 km dengan anggaran Rp2,85 triliun,  preservasi rutin jalan dan jembatan nasional serta revitalisasi  drainase senilai Rp7,47 triliun
Selain itu juga dilakukan peningkatan aksesbilitas pada  flyover/underpass/terowongan sepanjang 1.611 meter dengan anggaran Rp640  miliar seperti Flyover Sekip Ujung di Sumatera Utara, Flyover Gelombang  dan Bantaian di Sumatera Selatan serta Flyover Aloha di Jawa Timur.
Menurut Hedy Rahadian, selanjutnya program prioritas tersebut  dijabarkan sesuai dengan kebijakan Kementerian PUPR seperti  menyelesaikan pekerjaan multi years contract, pembayaran hutang  pekerjaan, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam, pembayaran  eskalasi, dan program padat karya.
&quot;Kalau kita breakdown lagi anggaran Bina Marga, pagu indikatif  sebesar Rp40,25 triliun digunakan untuk dukungan infrastruktur  konektivitas sebesar Rp37,88 triliun dan sisanya Rp2,37 triliun untuk  dukungan manajemen,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktorat Jenderal Bina Marga mendapatkan pagu indikatif tahun 2023 sebesar Rp40,25 triliun. Anggaran tersebut mayoritas bakal digunakan untuk pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur konektivitas.
Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan mengatakan kegiatan prioritas ini merupakan tindaklanjut arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait dengan optimalisasi program OPOR (Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, Rehabilitasi).
BACA JUGA:PUPR Habiskan Rp197 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur

&quot;Adapun program prioritas utama yang sesuai dengan OPOR adalah optimalisasi program committed (telah disepakati), pemeliharaan rutin jalan dan jembatan nasional, rehabilitasi/rekonstruksi jalan dan jembatan serta penggantian jembatan,&quot; ujar Hedy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/6/2022).
Selanjutnya Hedy juga menjelaskan anggaran tersebut juga digunakan untuk penyelesaian koridor pembangunan jalan dan jembatan sesuai rencana strategis yang ditargetkan selesai awal tahun 2024.
BACA JUGA:Bangun Infrastruktur Ibu Kota Nusantara, Korea Selatan Kirim Peneliti

Adapun anggaran dukungan infrastruktur konektivitas utamanya digunakan untuk penanganan jalan senilai Rp22,40 triliun meliputi pembangunan jalan sepanjang 303,6 km serta peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan struktur sepanjang 3.831,3 km. Selanjutnya penanganan jembatan senilai Rp4,70 triliun untuk pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 6.472 meter serta penggantian dan preservasi jembatan sepanjang 125.806 meter.Pada program dukungan konektivitas, Kementerian PUPR melalui Ditjen  Bina Marga juga melakukan peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan  untuk dukungan jalan tol sepanjang 15 km dengan anggaran Rp2,85 triliun,  preservasi rutin jalan dan jembatan nasional serta revitalisasi  drainase senilai Rp7,47 triliun
Selain itu juga dilakukan peningkatan aksesbilitas pada  flyover/underpass/terowongan sepanjang 1.611 meter dengan anggaran Rp640  miliar seperti Flyover Sekip Ujung di Sumatera Utara, Flyover Gelombang  dan Bantaian di Sumatera Selatan serta Flyover Aloha di Jawa Timur.
Menurut Hedy Rahadian, selanjutnya program prioritas tersebut  dijabarkan sesuai dengan kebijakan Kementerian PUPR seperti  menyelesaikan pekerjaan multi years contract, pembayaran hutang  pekerjaan, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam, pembayaran  eskalasi, dan program padat karya.
&quot;Kalau kita breakdown lagi anggaran Bina Marga, pagu indikatif  sebesar Rp40,25 triliun digunakan untuk dukungan infrastruktur  konektivitas sebesar Rp37,88 triliun dan sisanya Rp2,37 triliun untuk  dukungan manajemen,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
