<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Data Inflasi</title><description>Harga emas turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621515/harga-emas-berjangka-turun-tertekan-data-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621515/harga-emas-berjangka-turun-tertekan-data-inflasi"/><item><title>Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Data Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621515/harga-emas-berjangka-turun-tertekan-data-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621515/harga-emas-berjangka-turun-tertekan-data-inflasi</guid><pubDate>Jum'at 01 Juli 2022 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/01/320/2621515/harga-emas-berjangka-turun-tertekan-data-inflasi-Izk9oUn8CF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/01/320/2621515/harga-emas-berjangka-turun-tertekan-data-inflasi-Izk9oUn8CF.jpg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas turun empat hari berturut-turut karena investor mempertimbangkan data inflasi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.
Melansir Antara, Jumat (1/7/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD10,2 atau 0,56%, menjadi ditutup pada USD1.807,30 per ounce.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Rp988 Ribu/Gram, Saatnya Beli atau Jual?

Ketika perdagangan ditutup untuk Juni, emas telah turun lebih dari 8,0% untuk kuartal kedua, membukukan kinerja tiga bulan terburuk sejak kuartal pertama 2021. Untuk Juni sendiri, emas berkurang lebih dari 2,0%, melengkapi kerugian bulan ketiga berturut-turut.
Departemen Perdagangan AS melaporkan Kamis (30/6/2022) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran tekanan inflasi, naik 0,6% pada Mei bulan ke bulan, dan 6,3% tahun ke tahun, keduanya lebih baik dari ekspektasi pasar.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Masih Sama, Segram Rp988.000

Data ekonomi lainnya yang dirilis Kamis (30/6/2022) mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS yang disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 25 Juni mencapai 231.000, turun 2.000 dari level revisi minggu sebelumnya.Indeks manajer pembelian (PMI) Chicago dari Institute for Supply  Management (ISM) turun menjadi 56 pada Juni dari 60,3 pada Mei. Angka  tersebut juga di bawah perkiraan pasar 58, angka terendah sejak Agustus  2020.
Pedagang mengaitkan pelemahan emas dengan pembicaraan tanpa henti  Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga, dicocokkan dengan kenaikan  tertinggi bulan ini dalam 28 tahun oleh bank sentral dalam upayanya  untuk mengekang inflasi yang tumbuh pada laju tercepat dalam empat  dekade.
&quot;Emas tanpa ragu memiliki kuartal kedua yang mengecewakan. Tapi sisi  baiknya, mungkin tepat di mana itu akan mulai rebound,&quot; kata Phillip  Streible, ahli strategi logam mulia untuk Blue Line Futures di Chicago.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 38,6 sen  atau 1,86%, menjadi ditutup pada USD20,352 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober turun USD14,6 atau 1,6%, menjadi ditutup pada  USD895,30 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas turun empat hari berturut-turut karena investor mempertimbangkan data inflasi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.
Melansir Antara, Jumat (1/7/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD10,2 atau 0,56%, menjadi ditutup pada USD1.807,30 per ounce.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Rp988 Ribu/Gram, Saatnya Beli atau Jual?

Ketika perdagangan ditutup untuk Juni, emas telah turun lebih dari 8,0% untuk kuartal kedua, membukukan kinerja tiga bulan terburuk sejak kuartal pertama 2021. Untuk Juni sendiri, emas berkurang lebih dari 2,0%, melengkapi kerugian bulan ketiga berturut-turut.
Departemen Perdagangan AS melaporkan Kamis (30/6/2022) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran tekanan inflasi, naik 0,6% pada Mei bulan ke bulan, dan 6,3% tahun ke tahun, keduanya lebih baik dari ekspektasi pasar.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Masih Sama, Segram Rp988.000

Data ekonomi lainnya yang dirilis Kamis (30/6/2022) mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS yang disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 25 Juni mencapai 231.000, turun 2.000 dari level revisi minggu sebelumnya.Indeks manajer pembelian (PMI) Chicago dari Institute for Supply  Management (ISM) turun menjadi 56 pada Juni dari 60,3 pada Mei. Angka  tersebut juga di bawah perkiraan pasar 58, angka terendah sejak Agustus  2020.
Pedagang mengaitkan pelemahan emas dengan pembicaraan tanpa henti  Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga, dicocokkan dengan kenaikan  tertinggi bulan ini dalam 28 tahun oleh bank sentral dalam upayanya  untuk mengekang inflasi yang tumbuh pada laju tercepat dalam empat  dekade.
&quot;Emas tanpa ragu memiliki kuartal kedua yang mengecewakan. Tapi sisi  baiknya, mungkin tepat di mana itu akan mulai rebound,&quot; kata Phillip  Streible, ahli strategi logam mulia untuk Blue Line Futures di Chicago.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 38,6 sen  atau 1,86%, menjadi ditutup pada USD20,352 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober turun USD14,6 atau 1,6%, menjadi ditutup pada  USD895,30 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
