<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Jurus Sri Mulyani Hindari Utang Rp216 Triliun</title><description>Sri Mulyani Indrawati memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621764/ini-jurus-sri-mulyani-hindari-utang-rp216-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621764/ini-jurus-sri-mulyani-hindari-utang-rp216-triliun"/><item><title>Ini Jurus Sri Mulyani Hindari Utang Rp216 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621764/ini-jurus-sri-mulyani-hindari-utang-rp216-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621764/ini-jurus-sri-mulyani-hindari-utang-rp216-triliun</guid><pubDate>Jum'at 01 Juli 2022 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/01/320/2621764/ini-jurus-sri-mulyani-hindari-utang-rp216-triliun-knWsuaO0Pl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/01/320/2621764/ini-jurus-sri-mulyani-hindari-utang-rp216-triliun-knWsuaO0Pl.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 turun drastis menjadi Rp732,2 triliun atau 3,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dengan adanya proyeksi defisit yang menurun, Indonesia dapat mengurangi penerbitan utang sebesar Rp216 triliun.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Capai Rp1.035 Triliun, Sri Mulyani Harap Momentum Ini Terus Dijaga

&quot;Pembiayaan utang akan turun tajam hingga 22%, hanya Rp757 triliun. Ini sebesar Rp216 triliun lebih rendah dari Perpres,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (1/7/2022).
Dia mengatakan, jika angka ini tidak menurun, dikhawatirkan akan menjadi beban sangat besar yang ditanggung oleh pemerintah di masa depan. Dia pun menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih dalam posisi (utang) yang aman dan baik.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ramal Laju Inflasi RI Tembus 4,5% Tahun Ini

&quot;Kondisi ini menguntungkan Indonesia, karena di tengah ketatnya likuiditas global pasca negara maju seperti Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan, biaya yang ditanggung dari penarikan utang akan tinggi,&quot; ungkap Sri.Dia pun menegaskan bahwa pemerintah kedepannya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan dan pengelolaan utang, serta fleksibel dan oportunistik pada sisa akhir tahun 2022.
&quot;Pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) juga akan digunakan untuk mengurangi utang,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 turun drastis menjadi Rp732,2 triliun atau 3,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dengan adanya proyeksi defisit yang menurun, Indonesia dapat mengurangi penerbitan utang sebesar Rp216 triliun.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Capai Rp1.035 Triliun, Sri Mulyani Harap Momentum Ini Terus Dijaga

&quot;Pembiayaan utang akan turun tajam hingga 22%, hanya Rp757 triliun. Ini sebesar Rp216 triliun lebih rendah dari Perpres,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (1/7/2022).
Dia mengatakan, jika angka ini tidak menurun, dikhawatirkan akan menjadi beban sangat besar yang ditanggung oleh pemerintah di masa depan. Dia pun menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih dalam posisi (utang) yang aman dan baik.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ramal Laju Inflasi RI Tembus 4,5% Tahun Ini

&quot;Kondisi ini menguntungkan Indonesia, karena di tengah ketatnya likuiditas global pasca negara maju seperti Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan, biaya yang ditanggung dari penarikan utang akan tinggi,&quot; ungkap Sri.Dia pun menegaskan bahwa pemerintah kedepannya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan dan pengelolaan utang, serta fleksibel dan oportunistik pada sisa akhir tahun 2022.
&quot;Pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) juga akan digunakan untuk mengurangi utang,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
