<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Negara Capai Rp1.243 Triliun, Sri Mulyani: Kenaikannya Sangat Besar untuk Subsidi Energi</title><description>Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan mengapa anggaran belanja hingga akhir tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621776/belanja-negara-capai-rp1-243-triliun-sri-mulyani-kenaikannya-sangat-besar-untuk-subsidi-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621776/belanja-negara-capai-rp1-243-triliun-sri-mulyani-kenaikannya-sangat-besar-untuk-subsidi-energi"/><item><title>Belanja Negara Capai Rp1.243 Triliun, Sri Mulyani: Kenaikannya Sangat Besar untuk Subsidi Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621776/belanja-negara-capai-rp1-243-triliun-sri-mulyani-kenaikannya-sangat-besar-untuk-subsidi-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/01/320/2621776/belanja-negara-capai-rp1-243-triliun-sri-mulyani-kenaikannya-sangat-besar-untuk-subsidi-energi</guid><pubDate>Jum'at 01 Juli 2022 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/01/320/2621776/belanja-negara-capai-rp1-243-triliun-sri-mulyani-kenaikannya-sangat-besar-untuk-subsidi-energi-nchjoYZf0n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/01/320/2621776/belanja-negara-capai-rp1-243-triliun-sri-mulyani-kenaikannya-sangat-besar-untuk-subsidi-energi-nchjoYZf0n.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan mengapa anggaran belanja hingga akhir tahun 2022 akan membengkak hingga Rp3.169,1 triliun.
Padahal, target belanja negara semula hanya menyentuh angka Rp2.714,2 triliun.
Setelahnya, targetnya pun direvisi dalam Perpres nomor 98 tahun 2022 menjadi Rp3.106,4 triliun. Namun, ternyata angka ini tidaklah cukup.
BACA JUGA:Ini Jurus Sri Mulyani Hindari Utang Rp216 Triliun
&quot;Total belanja negara masih bisa naik pesat lagi di atasnya, atau sebesar 102% menyentuh Rp3.169,1 triliun, jauh lebih besar dari APBN di awal. Ini menjadi bantalan untuk melindungi masyarakat dari guncangan dan krisis,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (1/7/2022).
Dia menjelaskan, membengkaknya belanja negara adalah karena peningkatan subsidi dan kompensasi energi. Hingga akhir tahun, diperkirakan jumlah subsidi meningkat menjadi Rp284 triliun. Tadinya, target belanja subsidi pada APBN di awal tahun sebesar Rp207 triliun.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Capai Rp1.035 Triliun, Sri Mulyani Harap Momentum Ini Terus Dijaga
Sri mencatat kenaikan tertinggi terjadi pada anggaran belanja kompensasi BBM dan listrik.&quot;Subsidi melonjak hingga Rp284 triliun. Kemudian kompensasi sangat tinggi, meningkat menjadi Rp293 triliun dari yang tadinya hanya Rp18 triliun,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan mengapa anggaran belanja hingga akhir tahun 2022 akan membengkak hingga Rp3.169,1 triliun.
Padahal, target belanja negara semula hanya menyentuh angka Rp2.714,2 triliun.
Setelahnya, targetnya pun direvisi dalam Perpres nomor 98 tahun 2022 menjadi Rp3.106,4 triliun. Namun, ternyata angka ini tidaklah cukup.
BACA JUGA:Ini Jurus Sri Mulyani Hindari Utang Rp216 Triliun
&quot;Total belanja negara masih bisa naik pesat lagi di atasnya, atau sebesar 102% menyentuh Rp3.169,1 triliun, jauh lebih besar dari APBN di awal. Ini menjadi bantalan untuk melindungi masyarakat dari guncangan dan krisis,&quot; ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (1/7/2022).
Dia menjelaskan, membengkaknya belanja negara adalah karena peningkatan subsidi dan kompensasi energi. Hingga akhir tahun, diperkirakan jumlah subsidi meningkat menjadi Rp284 triliun. Tadinya, target belanja subsidi pada APBN di awal tahun sebesar Rp207 triliun.
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Capai Rp1.035 Triliun, Sri Mulyani Harap Momentum Ini Terus Dijaga
Sri mencatat kenaikan tertinggi terjadi pada anggaran belanja kompensasi BBM dan listrik.&quot;Subsidi melonjak hingga Rp284 triliun. Kemudian kompensasi sangat tinggi, meningkat menjadi Rp293 triliun dari yang tadinya hanya Rp18 triliun,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
