<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Juni Tertinggi Sejak 2017, Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni mencapai 4,35% (yoy).  Inflasi Juni tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622281/inflasi-juni-tertinggi-sejak-2017-lampu-kuning-untuk-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622281/inflasi-juni-tertinggi-sejak-2017-lampu-kuning-untuk-ekonomi-indonesia"/><item><title>Inflasi Juni Tertinggi Sejak 2017, Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622281/inflasi-juni-tertinggi-sejak-2017-lampu-kuning-untuk-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622281/inflasi-juni-tertinggi-sejak-2017-lampu-kuning-untuk-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 02 Juli 2022 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622281/inflasi-juni-tertinggi-sejak-2017-lampu-kuning-untuk-ekonomi-indonesia-4EtmOuv22t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi tinggi sinyal bahaya bagi ekonomi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622281/inflasi-juni-tertinggi-sejak-2017-lampu-kuning-untuk-ekonomi-indonesia-4EtmOuv22t.jpg</image><title>Inflasi tinggi sinyal bahaya bagi ekonomi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni mencapai 4,35% (yoy). Inflasi Juni tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2017.
BACA JUGA:Inflasi Tertinggi Sejak 2017, BI Enggan Naikkan Suku Bunga

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan dengan inflasi yang mencapai 4,35% secara tahunan merupakan sinyal bahaya bagi perekonomian Indonesia.
Hal tersebut akan mengakibatkan masyarakat membayar atau mengeluarkan baiaya lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
BACA JUGA:Tarif Listrik Naik Hari Ini, Laju Inflasi Semakin Tinggi?

&quot;Ini sinyal bahaya, kan seharusnya on the track, inflasi yang terjadi  saat ini bahwa masyarakat harus  membayar lebih mahal untuk beberpa pengeluaran karena inflasi ini,&quot; ujarnya kepada MNC portal dikutip Sabtu, (2/7/2022).
Menurutnya, jika inflasi ini terus bergerak meningkat, hal itu akan mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, dan yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi melambat.
&quot;Jelas, karena dengan kenaikan ini. Masyarakat  harus membayar lebih  mahal kebutuhannya dan akan berdampak kepada daya beli masyarakat yang  berkurang,&quot; katanya.
Tauhid Ahmad mengatakan bahwa inflasi yang terjadi Indonesia saat ini  dipengaruhi oleh harga-harga pangan yang naik serta adanya ekspektasi  masyarakat akan kenaiakan harga bbm. Sehingga masyarakat sudah mulai  melakukan pengaturan harga.
&quot;Terutama para pelaku usaha  yang harus melakukan penyesuaian harga  lebih dahulu, agar harga-harga produk bisa katakanlah tidak terlalu  tinggi dikemudian hari kenaikannya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni mencapai 4,35% (yoy). Inflasi Juni tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 2017.
BACA JUGA:Inflasi Tertinggi Sejak 2017, BI Enggan Naikkan Suku Bunga

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan dengan inflasi yang mencapai 4,35% secara tahunan merupakan sinyal bahaya bagi perekonomian Indonesia.
Hal tersebut akan mengakibatkan masyarakat membayar atau mengeluarkan baiaya lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
BACA JUGA:Tarif Listrik Naik Hari Ini, Laju Inflasi Semakin Tinggi?

&quot;Ini sinyal bahaya, kan seharusnya on the track, inflasi yang terjadi  saat ini bahwa masyarakat harus  membayar lebih mahal untuk beberpa pengeluaran karena inflasi ini,&quot; ujarnya kepada MNC portal dikutip Sabtu, (2/7/2022).
Menurutnya, jika inflasi ini terus bergerak meningkat, hal itu akan mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, dan yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi melambat.
&quot;Jelas, karena dengan kenaikan ini. Masyarakat  harus membayar lebih  mahal kebutuhannya dan akan berdampak kepada daya beli masyarakat yang  berkurang,&quot; katanya.
Tauhid Ahmad mengatakan bahwa inflasi yang terjadi Indonesia saat ini  dipengaruhi oleh harga-harga pangan yang naik serta adanya ekspektasi  masyarakat akan kenaiakan harga bbm. Sehingga masyarakat sudah mulai  melakukan pengaturan harga.
&quot;Terutama para pelaku usaha  yang harus melakukan penyesuaian harga  lebih dahulu, agar harga-harga produk bisa katakanlah tidak terlalu  tinggi dikemudian hari kenaikannya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
