<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosialisasi Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindung Diperpanjang 3 Bulan</title><description>Sosialisasi beli minyak goreng curah pakai aplikasi pedulilindungi diperpanjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622313/sosialisasi-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindung-diperpanjang-3-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622313/sosialisasi-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindung-diperpanjang-3-bulan"/><item><title>Sosialisasi Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindung Diperpanjang 3 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622313/sosialisasi-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindung-diperpanjang-3-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622313/sosialisasi-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindung-diperpanjang-3-bulan</guid><pubDate>Sabtu 02 Juli 2022 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622313/sosialisasi-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindung-diperpanjang-3-bulan-43qTouvK0l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beli minyak goreng curah pakai aplikasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622313/sosialisasi-beli-minyak-goreng-curah-pakai-pedulilindung-diperpanjang-3-bulan-43qTouvK0l.jpg</image><title>Beli minyak goreng curah pakai aplikasi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Sosialisasi beli minyak goreng curah pakai aplikasi pedulilindungi diperpanjang. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta masa sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat yang membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) diperpanjang selama 3 bulan.
Luhut mencatat sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat terkait transaksi jual beli Minyak Goreng Curah Rakyat di pengecer telah terdaftar di aplikasi SIMIRAH 2.0 maupun PUJLE.
BACA JUGA:Cara Jadi Pengecer Resmi Minyak Goreng Curah, Simak di Sini!

Namun, masih banyak ditemui pengecer yang belum mengunduh QR Code Peduli Lindungi.
&amp;ldquo;Saya juga minta masa transisi dan sosialisasi penggunaan PeduliLindungi yang tadinya 2 minggu, bisa diperpanjang selama 3 bulan. Kita harus memahami proses adaptasi yang masih dibutuhkan oleh teman-teman di lapangan,&amp;rdquo; ungkap Luhut, Sabtu (2/7/2022).
BACA JUGA:Mendag Zulhas Bahagia Harga Minyak Goreng Curah Stabil Tak Hanya di Pulau Jawa

Selama masa perpanjangan sosialisasi, masyarakat tetap dapat membeli MGCR tanpa perlu menunjukkan NIK. Namun, pemerintah para pengecer dan pembeli bisa memulai menggunakan dan membiasakan penggunaan PeduliLindungi dalam proses jual beli MGCR.
Untuk itu, pengecer akan didorong segera mencetak QR Code Peduli Lindungi melalui  SIMIRAH 2.0 atau PUJLE dan menempelnya di tempat penjualan.
Selain itu, pemerintah juga akan terus mengembangkan penggunaan PeduliLindungi sebagai alat pengawasan dan kontrol distribusi minyak goreng untuk mengantisipasi kembali terjadinya kenaikan harga minyak goreng di pasaran.Pemerintah, lanjut Luhut, juga sepakat akan segera mendorong  penyesuaian harga MGCR di luar Jawa-Bali yang masih belum sesuai dengan  Harga Eceran Tertinggi (HET). Luhut juga meminta kepada Kemendag supaya  pelaksanaan program minyak goreng kemasan rakyat (MinyaKita) bisa  dipercepat.
&amp;ldquo;Untuk akselerasi minyak goreng kemasan perlu diberikan insentif yang  menarik bagi produsen, sehingga mereka dapat bergerak lebih cepat dan  pengiriman juga menjadi lebih mudah karena dapat menggunakan jalur  distribusi biasa seperti kapal kontainer, tidak harus menggunakan kapal  curah,&amp;rdquo; ungkap Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Sosialisasi beli minyak goreng curah pakai aplikasi pedulilindungi diperpanjang. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta masa sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat yang membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) diperpanjang selama 3 bulan.
Luhut mencatat sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat terkait transaksi jual beli Minyak Goreng Curah Rakyat di pengecer telah terdaftar di aplikasi SIMIRAH 2.0 maupun PUJLE.
BACA JUGA:Cara Jadi Pengecer Resmi Minyak Goreng Curah, Simak di Sini!

Namun, masih banyak ditemui pengecer yang belum mengunduh QR Code Peduli Lindungi.
&amp;ldquo;Saya juga minta masa transisi dan sosialisasi penggunaan PeduliLindungi yang tadinya 2 minggu, bisa diperpanjang selama 3 bulan. Kita harus memahami proses adaptasi yang masih dibutuhkan oleh teman-teman di lapangan,&amp;rdquo; ungkap Luhut, Sabtu (2/7/2022).
BACA JUGA:Mendag Zulhas Bahagia Harga Minyak Goreng Curah Stabil Tak Hanya di Pulau Jawa

Selama masa perpanjangan sosialisasi, masyarakat tetap dapat membeli MGCR tanpa perlu menunjukkan NIK. Namun, pemerintah para pengecer dan pembeli bisa memulai menggunakan dan membiasakan penggunaan PeduliLindungi dalam proses jual beli MGCR.
Untuk itu, pengecer akan didorong segera mencetak QR Code Peduli Lindungi melalui  SIMIRAH 2.0 atau PUJLE dan menempelnya di tempat penjualan.
Selain itu, pemerintah juga akan terus mengembangkan penggunaan PeduliLindungi sebagai alat pengawasan dan kontrol distribusi minyak goreng untuk mengantisipasi kembali terjadinya kenaikan harga minyak goreng di pasaran.Pemerintah, lanjut Luhut, juga sepakat akan segera mendorong  penyesuaian harga MGCR di luar Jawa-Bali yang masih belum sesuai dengan  Harga Eceran Tertinggi (HET). Luhut juga meminta kepada Kemendag supaya  pelaksanaan program minyak goreng kemasan rakyat (MinyaKita) bisa  dipercepat.
&amp;ldquo;Untuk akselerasi minyak goreng kemasan perlu diberikan insentif yang  menarik bagi produsen, sehingga mereka dapat bergerak lebih cepat dan  pengiriman juga menjadi lebih mudah karena dapat menggunakan jalur  distribusi biasa seperti kapal kontainer, tidak harus menggunakan kapal  curah,&amp;rdquo; ungkap Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
