<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Takut Wabah PMK, Pedagang Hewan Kurban Kurangi Jumlah Dagangan hingga 40%</title><description>Meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat pedagang hewan kurban takut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622424/takut-wabah-pmk-pedagang-hewan-kurban-kurangi-jumlah-dagangan-hingga-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622424/takut-wabah-pmk-pedagang-hewan-kurban-kurangi-jumlah-dagangan-hingga-40"/><item><title>Takut Wabah PMK, Pedagang Hewan Kurban Kurangi Jumlah Dagangan hingga 40%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622424/takut-wabah-pmk-pedagang-hewan-kurban-kurangi-jumlah-dagangan-hingga-40</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/02/320/2622424/takut-wabah-pmk-pedagang-hewan-kurban-kurangi-jumlah-dagangan-hingga-40</guid><pubDate>Sabtu 02 Juli 2022 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622424/takut-wabah-pmk-pedagang-hewan-kurban-kurangi-jumlah-dagangan-hingga-40-ZEsgStFlDs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang kurban mengeluhkan wabah PMK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622424/takut-wabah-pmk-pedagang-hewan-kurban-kurangi-jumlah-dagangan-hingga-40-ZEsgStFlDs.jpg</image><title>Pedagang kurban mengeluhkan wabah PMK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat pedagang hewan kurban takut. Alhasil, pedagang hanya berani menjual sedikit hewan kurban.
Hal itu terjadi pada pedagang hewan kurban bernama Darwis (29). Di mana saat ini dirinya mengurangi jualan hewan kurban sebesar 40%dari tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Pedagang Hewan Kurban: Biaya Pengeluaran Lebih Tinggi karena Wabah PMK
&quot;Saya kurangi, tahun lalu saya belanja 200 ekoran, kalau sekarang 126, itu berkurang 40% lah, karena kekhawatiran adanya PMK,&quot; katanya, Sabtu (2/7/2022).
&quot;Jadi kalau sapi tumbang dan untung kita  nggak seberapa kemudian sapinya tumbang (karena PMK) itu perih kali diceritakan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Darurat Wabah PMK, Simak Aturan Pemotongan Hewan Kurban
Selain itu, Darwis mengatakan bahwa biaya yang ia keluarkan saat ini juga bertambah akibat PMK.
&quot;Biaya perawatan naik jauh, karena kemaren obat obatan yang saya beli di luar dari dinas (dinas Kesehatan) itu ya hampir Rp3 jutaan,&quot; ujarnya.Selain biaya obat, Darwis mengatakan bahwa saat ini perlu melakukan  penambahan terhadap karyawannya. Hal itu dilakukan karena perawatan  dalam kondisi PMK butuh tenaga yang ekstra.
&quot;Belum biaya ekstra tenaga, tahun kemarin saya hanya butuh dua orang  anak buah kandang sekarang ber lima, karena penanganannya harus lebih  ekstra,&quot; katanya.
Selain itu, dia mengatakan dirinya juga perlu mengeluarkan dana tambahan untuk mengurus perizin dan pengurusan surat kesehatan.
&quot;Untuk sekarang modal yang dikeluarkan lebih tinggi dari tahun  sebelumnya, dimana hal itu dikarenakan perizinan dan pengurusan  kesehatan itu lumayan mahal dan belum lagi pengecekan dari daerah asal  sapi dan di daerah sini (lapaknya),&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat pedagang hewan kurban takut. Alhasil, pedagang hanya berani menjual sedikit hewan kurban.
Hal itu terjadi pada pedagang hewan kurban bernama Darwis (29). Di mana saat ini dirinya mengurangi jualan hewan kurban sebesar 40%dari tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Pedagang Hewan Kurban: Biaya Pengeluaran Lebih Tinggi karena Wabah PMK
&quot;Saya kurangi, tahun lalu saya belanja 200 ekoran, kalau sekarang 126, itu berkurang 40% lah, karena kekhawatiran adanya PMK,&quot; katanya, Sabtu (2/7/2022).
&quot;Jadi kalau sapi tumbang dan untung kita  nggak seberapa kemudian sapinya tumbang (karena PMK) itu perih kali diceritakan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Darurat Wabah PMK, Simak Aturan Pemotongan Hewan Kurban
Selain itu, Darwis mengatakan bahwa biaya yang ia keluarkan saat ini juga bertambah akibat PMK.
&quot;Biaya perawatan naik jauh, karena kemaren obat obatan yang saya beli di luar dari dinas (dinas Kesehatan) itu ya hampir Rp3 jutaan,&quot; ujarnya.Selain biaya obat, Darwis mengatakan bahwa saat ini perlu melakukan  penambahan terhadap karyawannya. Hal itu dilakukan karena perawatan  dalam kondisi PMK butuh tenaga yang ekstra.
&quot;Belum biaya ekstra tenaga, tahun kemarin saya hanya butuh dua orang  anak buah kandang sekarang ber lima, karena penanganannya harus lebih  ekstra,&quot; katanya.
Selain itu, dia mengatakan dirinya juga perlu mengeluarkan dana tambahan untuk mengurus perizin dan pengurusan surat kesehatan.
&quot;Untuk sekarang modal yang dikeluarkan lebih tinggi dari tahun  sebelumnya, dimana hal itu dikarenakan perizinan dan pengurusan  kesehatan itu lumayan mahal dan belum lagi pengecekan dari daerah asal  sapi dan di daerah sini (lapaknya),&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
