<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Sri Lanka hingga Daftar Negara Bangkrut karena Utang</title><description>Sri Lanka dinyatakan bangkrut karena gagal bayar utang dan krisis ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622492/5-fakta-sri-lanka-hingga-daftar-negara-bangkrut-karena-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622492/5-fakta-sri-lanka-hingga-daftar-negara-bangkrut-karena-utang"/><item><title>5 Fakta Sri Lanka hingga Daftar Negara Bangkrut karena Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622492/5-fakta-sri-lanka-hingga-daftar-negara-bangkrut-karena-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622492/5-fakta-sri-lanka-hingga-daftar-negara-bangkrut-karena-utang</guid><pubDate>Minggu 03 Juli 2022 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622492/fakta-menarik-sri-lanka-hingga-daftar-negara-bangkrut-karena-utang-1PjdWGQx6V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis ekonomi Sri Lanka (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622492/fakta-menarik-sri-lanka-hingga-daftar-negara-bangkrut-karena-utang-1PjdWGQx6V.jpg</image><title>Krisis ekonomi Sri Lanka (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sri Lanka dinyatakan bangkrut karena gagal bayar utang dan krisis ekonomi. Saat ini Sri Lanka menghadapi tantangan berat dalam sejarah mereka.
Berikut fakta menarik Sri Lanka yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/7/2022).
BACA JUGA:Dilanda Krisis! Sri Lanka Berjuang untuk Dapatkan BBM
1. Pemerintah Sri Lanka yang Tak Tepat Sasaran
 
Diketahui, salah satu penyebabnya adalah kebijakan Pemerintah Sri Lanka yang tak tepat sasaran. Pemerintahan Sri Langka baru terbentuk pada 2019.
Pemerintahan baru Sri Lanka pun ingin populis dengan menyenangkan rakyatnya melalui banyak hal.
Menurut Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali Pemerintahan baru Sri Lanka pun ingin populis dengan menyenangkan rakyatnya melalui banyak hal.
BACA JUGA:Krisis Sri Lanka, Sekolah dan Kantor Ditutup Imbas Bensin Habis
&quot;Sementara pada waktu itu mengalami suatu penderitaan karena harga komoditas yang dijual seperti kopi, karet, teh dan rempah rempah itu alami kemunduran harganya,&quot; ujarnya, dikutip dari YouTube Rhenald Kasali.
2. Membuka Hubungan dengan China
 
Sri Langka juga membuka hubungan dengan China yang kemudian mendapat investasi besar dari pemerintah Tiongkok.3. Penduduk Sri Lanka Banyak yang Jadi Buruh Kasar
 
Di samping itu, penduduk Sri Lanka banyak yang kerja di luar negeri sama seperti Indonesia.
Tapi penduduk Sri Lanka banyak yang menjadi buruh kasar di negara yang tidak begitu sejahtera.
&quot;Jadi ketika terjadi pandemi mereka harus pulang maka pendapatan  negara dari remittance turun. Selain itu juga karena situasi gawat,  investasi pindah, inflasi sangat tinggi,&quot; tuturnya.
4. Gagal Menjaga Sistem Produksi Beras
 
Faktor lain yang membuat Sri Lanka krisis adalah negara gagal menjaga  sistem produksi beras. Hal ini membuat Sri Lanka harus beli beras  dengan harga tinggi.
&quot;Produksi beras turun, impor naik maka inflasi di Sri Lanka berkisar  antara 30%-50%. Akibatnya Sri Lanka gagal bayar utang yang sudah jatuh  tempo. Misalnya pada 2022, utang Sri Lanka harus dibayar USD8,6 miliar  dengan bunga harus dibayar USD78,2 juta,&quot; pungkasnya.
5. Daftar Negara Bangkrut karena Utang
 
Berikut 4 Negara yang bangkrut akibat utang yang menumpuk dan tidak  mampu membayar hingga membuat jatuh dalam krisis yang sangat menderita.
- Ekuador
Ekuador tidak bisa bayar utang pada 2008 sebesar USD10 miliar atau  Rp144 triliun, karena korusi merajalela dalam pemerintahan. Akibatnya  terjadi krisis dan inflasi mencapai 60%.
Sudah berulang kali gagal membayar utang. Presiden Ekuador Rafael  Correa menyebutkan utang negaranya sebagai bentuk pelanggaran moral dan  tak bisa dilegitimasi.- Argentina
Dinyatakan bangkrut setelah gagal melunasi utang ke kreditur.   Pemerintah Argentina yang mematok USD1 sama dengan 1 peso Argentina   dinilai menjadi penyebabnya. Hal itu membuat nilai mata uang Argentina   dan dolar Amerika Serikat menjadi tidak akurat.
Negara ini pun harus mengumpulkan seluruh kreditur dan   me-restrukturisasi utang yang mencapai USD100 atau sekitar Rp1.440   triliun pada tahun 2005 dan 2010.
- Zimbabwe
Dan yang terakhir ada Zimbabwe yang bangkrut karena hutang. Zimbabwe   terlilit hutang hingga USD4,5 miliar atau diperkirakan setara dengan   Rp64,8 triliun pada 2008. Akibat kejadian itu, tingkat pengangguran   meningkat hingga 80%.
Tak hanya itu, masyarakat Zimbabwe berhenti membayar pajak dan   menggunakan bank. Bahkan mereka tak lagi menggunakan mata uang nasional   sebagai alat transaksi jual beli.
- Sri Lanka
Bangkrut setelah gagal membayar utang senilai USD51 miliar atau   setara dengan kurang lebih Rp732 trilliun yang dipinjam dari luar   negeri. Itulah beberapa negara yang mengalami kebangkrutan akibat tidak   bisa membayar utang.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sri Lanka dinyatakan bangkrut karena gagal bayar utang dan krisis ekonomi. Saat ini Sri Lanka menghadapi tantangan berat dalam sejarah mereka.
Berikut fakta menarik Sri Lanka yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/7/2022).
BACA JUGA:Dilanda Krisis! Sri Lanka Berjuang untuk Dapatkan BBM
1. Pemerintah Sri Lanka yang Tak Tepat Sasaran
 
Diketahui, salah satu penyebabnya adalah kebijakan Pemerintah Sri Lanka yang tak tepat sasaran. Pemerintahan Sri Langka baru terbentuk pada 2019.
Pemerintahan baru Sri Lanka pun ingin populis dengan menyenangkan rakyatnya melalui banyak hal.
Menurut Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali Pemerintahan baru Sri Lanka pun ingin populis dengan menyenangkan rakyatnya melalui banyak hal.
BACA JUGA:Krisis Sri Lanka, Sekolah dan Kantor Ditutup Imbas Bensin Habis
&quot;Sementara pada waktu itu mengalami suatu penderitaan karena harga komoditas yang dijual seperti kopi, karet, teh dan rempah rempah itu alami kemunduran harganya,&quot; ujarnya, dikutip dari YouTube Rhenald Kasali.
2. Membuka Hubungan dengan China
 
Sri Langka juga membuka hubungan dengan China yang kemudian mendapat investasi besar dari pemerintah Tiongkok.3. Penduduk Sri Lanka Banyak yang Jadi Buruh Kasar
 
Di samping itu, penduduk Sri Lanka banyak yang kerja di luar negeri sama seperti Indonesia.
Tapi penduduk Sri Lanka banyak yang menjadi buruh kasar di negara yang tidak begitu sejahtera.
&quot;Jadi ketika terjadi pandemi mereka harus pulang maka pendapatan  negara dari remittance turun. Selain itu juga karena situasi gawat,  investasi pindah, inflasi sangat tinggi,&quot; tuturnya.
4. Gagal Menjaga Sistem Produksi Beras
 
Faktor lain yang membuat Sri Lanka krisis adalah negara gagal menjaga  sistem produksi beras. Hal ini membuat Sri Lanka harus beli beras  dengan harga tinggi.
&quot;Produksi beras turun, impor naik maka inflasi di Sri Lanka berkisar  antara 30%-50%. Akibatnya Sri Lanka gagal bayar utang yang sudah jatuh  tempo. Misalnya pada 2022, utang Sri Lanka harus dibayar USD8,6 miliar  dengan bunga harus dibayar USD78,2 juta,&quot; pungkasnya.
5. Daftar Negara Bangkrut karena Utang
 
Berikut 4 Negara yang bangkrut akibat utang yang menumpuk dan tidak  mampu membayar hingga membuat jatuh dalam krisis yang sangat menderita.
- Ekuador
Ekuador tidak bisa bayar utang pada 2008 sebesar USD10 miliar atau  Rp144 triliun, karena korusi merajalela dalam pemerintahan. Akibatnya  terjadi krisis dan inflasi mencapai 60%.
Sudah berulang kali gagal membayar utang. Presiden Ekuador Rafael  Correa menyebutkan utang negaranya sebagai bentuk pelanggaran moral dan  tak bisa dilegitimasi.- Argentina
Dinyatakan bangkrut setelah gagal melunasi utang ke kreditur.   Pemerintah Argentina yang mematok USD1 sama dengan 1 peso Argentina   dinilai menjadi penyebabnya. Hal itu membuat nilai mata uang Argentina   dan dolar Amerika Serikat menjadi tidak akurat.
Negara ini pun harus mengumpulkan seluruh kreditur dan   me-restrukturisasi utang yang mencapai USD100 atau sekitar Rp1.440   triliun pada tahun 2005 dan 2010.
- Zimbabwe
Dan yang terakhir ada Zimbabwe yang bangkrut karena hutang. Zimbabwe   terlilit hutang hingga USD4,5 miliar atau diperkirakan setara dengan   Rp64,8 triliun pada 2008. Akibat kejadian itu, tingkat pengangguran   meningkat hingga 80%.
Tak hanya itu, masyarakat Zimbabwe berhenti membayar pajak dan   menggunakan bank. Bahkan mereka tak lagi menggunakan mata uang nasional   sebagai alat transaksi jual beli.
- Sri Lanka
Bangkrut setelah gagal membayar utang senilai USD51 miliar atau   setara dengan kurang lebih Rp732 trilliun yang dipinjam dari luar   negeri. Itulah beberapa negara yang mengalami kebangkrutan akibat tidak   bisa membayar utang.</content:encoded></item></channel></rss>
