<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Tinggi Jadi Sinyal Bahaya untuk Ekonomi Indonesia</title><description>inflasi yang mencapai angka 4,35% secara tahunan (year on year/yoy) merupakan sinyal bahaya bagi perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622539/inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622539/inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia"/><item><title>Inflasi Tinggi Jadi Sinyal Bahaya untuk Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622539/inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/03/320/2622539/inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Minggu 03 Juli 2022 03:26 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622539/inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia-sD0e731VZa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi tinggi sinyal bahaya bagi ekonomi (Foto: halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/02/320/2622539/inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia-sD0e731VZa.jpg</image><title>Inflasi tinggi sinyal bahaya bagi ekonomi (Foto: halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan dengan inflasi yang mencapai angka 4,35% secara tahunan (year on year/yoy) merupakan sinyal bahaya bagi perekonomian Indonesia.
Hal tersebut akan mengakibatkan masyarakat membayar atau mengeluarkan baiaya lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
&quot;Ini sinyal bahaya, kan seharusnya on the track, inflasi yang terjadi  saat ini bahwa masyarakat harus  membayar lebih mahal untuk beberpa pengeluaran karena inflasi ini,&quot; ujarnya.
Menurutnya, jika inflasi ini terus bergerak meningkat, hal itu akan mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, dan yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi melambat.
&quot;Jelas, karena dengan kenaikan ini. Masyarakat  harus membayar lebih mahal kebutuhannya dan akan berdampak kepada daya beli masyarakat yang berkurang,&quot; katanya.Tauhid Ahmad mengatakan bahwa inflasi yang terjadi Indonesia saat ini  dipengaruhi oleh harga-harga pangan yang naik serta adanya ekspektasi  masyarakat akan kenaiakan harga bbm. Sehingga masyarakat sudah mulai  melakukan pengaturan harga.
&quot;Terutama para pelaku usaha  yang harus melakukan penyesuaian harga  lebih dahulu, agar harga-harga produk bisa katakanlah tidak terlalu  tinggi dikemudian hari kenaikannya,&quot; katanya.
Baca Selengkapnya: Inflasi Juni Tertinggi Sejak 2017, Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan dengan inflasi yang mencapai angka 4,35% secara tahunan (year on year/yoy) merupakan sinyal bahaya bagi perekonomian Indonesia.
Hal tersebut akan mengakibatkan masyarakat membayar atau mengeluarkan baiaya lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
&quot;Ini sinyal bahaya, kan seharusnya on the track, inflasi yang terjadi  saat ini bahwa masyarakat harus  membayar lebih mahal untuk beberpa pengeluaran karena inflasi ini,&quot; ujarnya.
Menurutnya, jika inflasi ini terus bergerak meningkat, hal itu akan mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, dan yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi melambat.
&quot;Jelas, karena dengan kenaikan ini. Masyarakat  harus membayar lebih mahal kebutuhannya dan akan berdampak kepada daya beli masyarakat yang berkurang,&quot; katanya.Tauhid Ahmad mengatakan bahwa inflasi yang terjadi Indonesia saat ini  dipengaruhi oleh harga-harga pangan yang naik serta adanya ekspektasi  masyarakat akan kenaiakan harga bbm. Sehingga masyarakat sudah mulai  melakukan pengaturan harga.
&quot;Terutama para pelaku usaha  yang harus melakukan penyesuaian harga  lebih dahulu, agar harga-harga produk bisa katakanlah tidak terlalu  tinggi dikemudian hari kenaikannya,&quot; katanya.
Baca Selengkapnya: Inflasi Juni Tertinggi Sejak 2017, Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia</content:encoded></item></channel></rss>
