<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Tergelincir, WTI Dibanderol USD108/Barel</title><description>Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan sesi Asia pada pagi ini, Senin (4/7/2022).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623044/harga-minyak-dunia-tergelincir-wti-dibanderol-usd108-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623044/harga-minyak-dunia-tergelincir-wti-dibanderol-usd108-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Tergelincir, WTI Dibanderol USD108/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623044/harga-minyak-dunia-tergelincir-wti-dibanderol-usd108-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623044/harga-minyak-dunia-tergelincir-wti-dibanderol-usd108-barel</guid><pubDate>Senin 04 Juli 2022 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/04/320/2623044/harga-minyak-dunia-tergelincir-wti-dibanderol-usd108-barel-CxHjdaMxux.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/04/320/2623044/harga-minyak-dunia-tergelincir-wti-dibanderol-usd108-barel-CxHjdaMxux.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan sesi Asia pada pagi ini, Senin (4/7/2022).
Pantauan di bursa ICE hingga pukul 09:24 WIB, harga Brent untuk kontrak September 2022 turun 0,35% di USD111,24 per barel. Adapun West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman September juga merosot 0,34% di USD108,06 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik 2,5%, WTI Dibanderol USD108/Barel

Kekhawatiran resesi global masih membebani pasar, meskipun pasokan diperkirakan terus berlangsung ketat seiring rendahnya produksi organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), konflik di Libya dan sanksi barat terhadap Rusia.
&quot;Pasar energi secara spesifik masih sarat akan risiko pasokan,&quot; kata analis komoditas Commonwealth Bank Tobin Gorey, dikutip dari Reuters, Senin (4/7/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Dibayangi Ketidakpastian Produksi OPEC+ hingga Resesi

Sebelumnya, OPEC merilis output produksi pada Juni 2022 mengalami penurunan 100 ribu barel per hari (bph), menjadi 28,52 juta barel per hari. Menurut survei Reuters, realisasi tersebut jauh dari peningkatan yang dijanjikan sekitar 275.000 barel per hari
Peningkatan produksi di Arab Saudi dan sejumlah produsen besar lainnya mengimbangi penurunan produksi di Nigeria dan Libya yang sedang mengalami kerusuhan politik.&quot;Kemungkinan ini membuat kelompok OPEC sulit memenuhi kuota produksi  yang baru ditingkatkan,&quot; kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.
Perusahaan nasional Libya mencatatkan penurunan ekspor minyak menjadi  365.000 bph hingga 409.000 bph. Capaian itu turun sekitar 865.000 barel  per hari dibandingkan dengan tingkat normal.
Kisruh politik di Libya diperkirakan bakal memukul pasokan minyak.  Lebih jauh, pemogokan yang direncanakan oleh pekerja migas di Norwegia  pada pekan ini dinilai dapat memangkas produksi minyak dan kondensat  negara itu sebesar 130.000 barel per hari.
Pada pekan ini, pasar minyak akan menunggu rilis harga resmi untuk  Agustus dari eksportir utama minyak Arab Saudi. Reuters memperkirakan  harga jual resmi minyak mentah Arab Light dapat naik sekitar USD2,40 per  barel dari bulan sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan sesi Asia pada pagi ini, Senin (4/7/2022).
Pantauan di bursa ICE hingga pukul 09:24 WIB, harga Brent untuk kontrak September 2022 turun 0,35% di USD111,24 per barel. Adapun West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman September juga merosot 0,34% di USD108,06 per barel.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik 2,5%, WTI Dibanderol USD108/Barel

Kekhawatiran resesi global masih membebani pasar, meskipun pasokan diperkirakan terus berlangsung ketat seiring rendahnya produksi organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), konflik di Libya dan sanksi barat terhadap Rusia.
&quot;Pasar energi secara spesifik masih sarat akan risiko pasokan,&quot; kata analis komoditas Commonwealth Bank Tobin Gorey, dikutip dari Reuters, Senin (4/7/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Dibayangi Ketidakpastian Produksi OPEC+ hingga Resesi

Sebelumnya, OPEC merilis output produksi pada Juni 2022 mengalami penurunan 100 ribu barel per hari (bph), menjadi 28,52 juta barel per hari. Menurut survei Reuters, realisasi tersebut jauh dari peningkatan yang dijanjikan sekitar 275.000 barel per hari
Peningkatan produksi di Arab Saudi dan sejumlah produsen besar lainnya mengimbangi penurunan produksi di Nigeria dan Libya yang sedang mengalami kerusuhan politik.&quot;Kemungkinan ini membuat kelompok OPEC sulit memenuhi kuota produksi  yang baru ditingkatkan,&quot; kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.
Perusahaan nasional Libya mencatatkan penurunan ekspor minyak menjadi  365.000 bph hingga 409.000 bph. Capaian itu turun sekitar 865.000 barel  per hari dibandingkan dengan tingkat normal.
Kisruh politik di Libya diperkirakan bakal memukul pasokan minyak.  Lebih jauh, pemogokan yang direncanakan oleh pekerja migas di Norwegia  pada pekan ini dinilai dapat memangkas produksi minyak dan kondensat  negara itu sebesar 130.000 barel per hari.
Pada pekan ini, pasar minyak akan menunggu rilis harga resmi untuk  Agustus dari eksportir utama minyak Arab Saudi. Reuters memperkirakan  harga jual resmi minyak mentah Arab Light dapat naik sekitar USD2,40 per  barel dari bulan sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
