<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Rusia Tertarik Kembangkan Nuklir di Indonesia</title><description>Vladimir Putin menyampaikan ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri setrum nuklir di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623398/pln-rusia-tertarik-kembangkan-nuklir-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623398/pln-rusia-tertarik-kembangkan-nuklir-di-indonesia"/><item><title>PLN Rusia Tertarik Kembangkan Nuklir di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623398/pln-rusia-tertarik-kembangkan-nuklir-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/04/320/2623398/pln-rusia-tertarik-kembangkan-nuklir-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 04 Juli 2022 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/04/320/2623398/pln-rusia-tertarik-kembangkan-nuklir-di-indonesia-7rATAzydJy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rusia Tertarik Kembangkan Nuklir (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/04/320/2623398/pln-rusia-tertarik-kembangkan-nuklir-di-indonesia-7rATAzydJy.jpg</image><title>Rusia Tertarik Kembangkan Nuklir (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri setrum nuklir di Indonesia usai dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Putin mengungkap perusahaan energi Rusia bernama Rosatom State Coorporation yang punya pengalaman, kompetensi, hingga teknologi bersedia terlibat dalam proyek bersama pengembangan industri energi nuklir di Indonesia.

BACA JUGA:PLN Tegas Tarif Listrik Tidak Naik Hari Ini!&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Di tempat terpisah Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai tawaran kerja sama pengembangan industri nuklir dari Rusia layak diterima oleh Indonesia.
&quot;Berdasarkan pengalaman, kompetensi dan keandalan teknologi yang dimiliki oleh Rosatom, tawaran Putin untuk mengembangkan PLTN di Indonesia layak diterima,&quot; kata Fahmy dikutip Antara, Senin (4/7/2022).
PLTN adalah pembangkit listrik daya thermal yang menggunakan reaktor nuklir dengan uranium sebagai bahan utama untuk menghasilkan listrik. PLTN termasuk energi bersih yang dapat melengkapi bauran energi baru terbarukan pembangkit listrik di Indonesia.
BACA JUGA:4 Modus Pencurian Listrik yang Sering Terjadi di Indonesia dan Cara PLN Mengetahuinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Fahmy menjelaskan PLTN sekaligus dapat mengatasi kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang tidak dapat memasok listrik secara penuh sepanjang waktu, karena sifatnya intermittent yang tergantung cahaya matahari dan hembusan angin.Sebelum kerja sama Indonesia dan Rusia direalisasikan, pesannya, pemerintah, parlemen, dan Dewan Energi Nasional (DEN) harus mengubah Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang selama ini menempatkan energi nuklir sebagai alternatif terakhir.
&quot;KEN itu harus diubah menjadikan PLTN sebagai energi prioritas. Selain itu, pemerintah perlu melakukan kampanye publik untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap penggunaan PLTN,&quot; pungkas Fahmy.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri setrum nuklir di Indonesia usai dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Putin mengungkap perusahaan energi Rusia bernama Rosatom State Coorporation yang punya pengalaman, kompetensi, hingga teknologi bersedia terlibat dalam proyek bersama pengembangan industri energi nuklir di Indonesia.

BACA JUGA:PLN Tegas Tarif Listrik Tidak Naik Hari Ini!&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Di tempat terpisah Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai tawaran kerja sama pengembangan industri nuklir dari Rusia layak diterima oleh Indonesia.
&quot;Berdasarkan pengalaman, kompetensi dan keandalan teknologi yang dimiliki oleh Rosatom, tawaran Putin untuk mengembangkan PLTN di Indonesia layak diterima,&quot; kata Fahmy dikutip Antara, Senin (4/7/2022).
PLTN adalah pembangkit listrik daya thermal yang menggunakan reaktor nuklir dengan uranium sebagai bahan utama untuk menghasilkan listrik. PLTN termasuk energi bersih yang dapat melengkapi bauran energi baru terbarukan pembangkit listrik di Indonesia.
BACA JUGA:4 Modus Pencurian Listrik yang Sering Terjadi di Indonesia dan Cara PLN Mengetahuinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Fahmy menjelaskan PLTN sekaligus dapat mengatasi kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang tidak dapat memasok listrik secara penuh sepanjang waktu, karena sifatnya intermittent yang tergantung cahaya matahari dan hembusan angin.Sebelum kerja sama Indonesia dan Rusia direalisasikan, pesannya, pemerintah, parlemen, dan Dewan Energi Nasional (DEN) harus mengubah Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang selama ini menempatkan energi nuklir sebagai alternatif terakhir.
&quot;KEN itu harus diubah menjadikan PLTN sebagai energi prioritas. Selain itu, pemerintah perlu melakukan kampanye publik untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap penggunaan PLTN,&quot; pungkas Fahmy.</content:encoded></item></channel></rss>
