<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Hadapi Tantangan Bisnis di Tengah Digitalisasi, UMKM Perhatikan!</title><description>Teten Masduki menyebut berbagai tantangan di lingkungan bisnis era digital dapat dihadapi dengan mendorong usaha kreatif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/05/455/2624135/cara-hadapi-tantangan-bisnis-di-tengah-digitalisasi-umkm-perhatikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/05/455/2624135/cara-hadapi-tantangan-bisnis-di-tengah-digitalisasi-umkm-perhatikan"/><item><title>Cara Hadapi Tantangan Bisnis di Tengah Digitalisasi, UMKM Perhatikan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/05/455/2624135/cara-hadapi-tantangan-bisnis-di-tengah-digitalisasi-umkm-perhatikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/05/455/2624135/cara-hadapi-tantangan-bisnis-di-tengah-digitalisasi-umkm-perhatikan</guid><pubDate>Selasa 05 Juli 2022 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/05/455/2624135/cara-hadapi-tantangan-bisnis-di-tengah-digitalisasi-umkm-perhatikan-YrziPgaCfP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM Naik Kelas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/05/455/2624135/cara-hadapi-tantangan-bisnis-di-tengah-digitalisasi-umkm-perhatikan-YrziPgaCfP.jpg</image><title>UMKM Naik Kelas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut berbagai tantangan di lingkungan bisnis era digital dapat dihadapi dengan mendorong usaha kreatif dan digital karena memiliki koefisien yang tumbuh tinggi serta sangat melekat dengan generasi muda.
Salah satunya kata Teten, melalui koperasi yang berpotensi menjadi holding company (perusahaan induk) bagi usaha kreatif dan digital agar mampu bersaing dan mengatasi pelbagai hambatan di dunia usaha.
BACA JUGA:Menkop Teten: Rasio Kewirausahaan RI Harus 4% untuk Jadi Negara Maju

&amp;ldquo;Dalam satu dekade terakhir, masyarakat Indonesia dihadapkan pada lingkungan bisnis yang semakin bergejolak, kompleks, dan semakin tidak pasti, atau yang dikenal sebagai situasi VUCA (volatile, uncertainty, complexity, ambiguity),&amp;rdquo; ujar dia dalam sebuah webinar, Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Menurut Teten, para pemuda berorientasi terhadap bentuk usaha kreatif dan digital yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.
Hal itu berdasarkan survei indikator pada tahun 2021, bahwa sebanyak 81 persen anak muda berusia 17 sampai 35 tahun tertarik menjalankan bisnis ramah lingkungan.
BACA JUGA:Menkop Teten: Petani Bisa Dapat Nilai Tambah Lewat Koperasi

&amp;ldquo;Itu hal yang sangat baik dan perlu kita dorong bersama-sama. Selain itu, pemanfaatan e-commerce atau marketplace sangat efektif untuk kegiatan pemasaran, sejalan dengan meningkatnya preferensi masyarakat dalam berbelanja daring,&amp;rdquo; kata Menkop UKM.Menimbang kecenderungan tersebut, peran koperasi sebagai holding company dengan model closed loop economy (pendekatan untuk mendorong perkembangan agribisnis berkelanjutan/ekonomi sirkular) dinilai sangat dibutuhkan.
Dengan model itu, koperasi dianggap dapat melakukan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kinerja pada koperasi yang baru terbentuk.
&amp;ldquo;Dalam hal ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) berperan dalam penyediaan modal, sedangkan kapasitas produksi ditangani oleh koperasi produsen, dan pemasaran oleh koperasi pemasaran, sehingga anggota koperasi mendapatkan layanan terbaik,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut berbagai tantangan di lingkungan bisnis era digital dapat dihadapi dengan mendorong usaha kreatif dan digital karena memiliki koefisien yang tumbuh tinggi serta sangat melekat dengan generasi muda.
Salah satunya kata Teten, melalui koperasi yang berpotensi menjadi holding company (perusahaan induk) bagi usaha kreatif dan digital agar mampu bersaing dan mengatasi pelbagai hambatan di dunia usaha.
BACA JUGA:Menkop Teten: Rasio Kewirausahaan RI Harus 4% untuk Jadi Negara Maju

&amp;ldquo;Dalam satu dekade terakhir, masyarakat Indonesia dihadapkan pada lingkungan bisnis yang semakin bergejolak, kompleks, dan semakin tidak pasti, atau yang dikenal sebagai situasi VUCA (volatile, uncertainty, complexity, ambiguity),&amp;rdquo; ujar dia dalam sebuah webinar, Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Menurut Teten, para pemuda berorientasi terhadap bentuk usaha kreatif dan digital yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan.
Hal itu berdasarkan survei indikator pada tahun 2021, bahwa sebanyak 81 persen anak muda berusia 17 sampai 35 tahun tertarik menjalankan bisnis ramah lingkungan.
BACA JUGA:Menkop Teten: Petani Bisa Dapat Nilai Tambah Lewat Koperasi

&amp;ldquo;Itu hal yang sangat baik dan perlu kita dorong bersama-sama. Selain itu, pemanfaatan e-commerce atau marketplace sangat efektif untuk kegiatan pemasaran, sejalan dengan meningkatnya preferensi masyarakat dalam berbelanja daring,&amp;rdquo; kata Menkop UKM.Menimbang kecenderungan tersebut, peran koperasi sebagai holding company dengan model closed loop economy (pendekatan untuk mendorong perkembangan agribisnis berkelanjutan/ekonomi sirkular) dinilai sangat dibutuhkan.
Dengan model itu, koperasi dianggap dapat melakukan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kinerja pada koperasi yang baru terbentuk.
&amp;ldquo;Dalam hal ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) berperan dalam penyediaan modal, sedangkan kapasitas produksi ditangani oleh koperasi produsen, dan pemasaran oleh koperasi pemasaran, sehingga anggota koperasi mendapatkan layanan terbaik,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
